TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program CSR Pupuk Kaltim Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular

Busthomi
12 May 2026 | 17:23
rubrik: CSR, Event
Program CSR Pupuk Kaltim Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Sebagai salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim terus memperkuat implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan strategi bisnis berkelanjutan perusahaan.

Perusahaan yang merupakan anak usaha dari PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut menempatkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari roadmap keberlanjutan perusahaan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, ekonomi sirkular, pengurangan emisi karbon, hingga pengembangan masyarakat berbasis agroindustri.

Vice President TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, menjelaskan bahwa Pupuk Kaltim saat ini memiliki kapasitas produksi besar yang didukung fasilitas modern dan pendekatan industri hijau dalam operasional perusahaan.

“Pupuk Kaltim merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia dengan produk utama urea, amonia, dan NPK. Saat ini pabrik kami berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dan dengan dukungan unit produksi serta fasilitas penunjang menjadikan Pupuk Kaltim sebagai produsen urea terbesar keenam di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah,” ujar Rezha dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Selasa (12/5/2026).

Pupuk Kaltim saat ini mengoperasikan lima pabrik urea dengan kapasitas 3,4 juta ton per tahun, lima pabrik amonia berkapasitas 2,7 juta ton per tahun, serta tiga pabrik NPK dengan kapasitas 300 ribu ton per tahun.

Operasional perusahaan juga ditopang fasilitas pendukung berupa tiga tangki amonia berkapasitas 100 ribu ton, enam fasilitas penyimpanan urea berkapasitas 315 ribu ton, enam dermaga, boiler batu bara 560 ton, laboratorium terakreditasi, hingga unit fabrikasi peralatan.

Menurut Rezha, strategi bisnis Pupuk Kaltim saat ini berfokus pada penguatan core business industri manufaktur, perdagangan dan jasa, pendekatan industri hijau dalam proses produksi, serta ekspansi pengembangan industri baik produk maupun plant site.

“Pupuk Kaltim berkomitmen menerapkan bisnis berkelanjutan melalui tata kelola yang baik, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan dan stakeholder,” katanya.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian tata kelola perusahaan yang berhasil meraih skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,37 serta predikat The Most Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025.

BACA JUGA:   Tata Kelola Apik, Setoran PAD BPR Bahteramas Kendari Terus Meningkat

Di bidang lingkungan, perusahaan juga konsisten meraih PROPER Emas selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2017 hingga 2025.

Sementara pada ajang TOP CSR Awards 2025, Pupuk Kaltim meraih penghargaan TOP CSR Awards 2025 Star 5, Platinum Trophy, serta The Leader on CSR Commitment.

Hadir dalam penjurian kali ini, mendampingi Rezha adalah, ‌Uchin Mahazaki selaku AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan, ‌Diana sebagai Ass Officer Strategi dan Evaluasi TJSL, dan ‌Anissha Hud Alaydrus sebagai Plt AVP Pembangunan Ekonomi.

Integrasikan ESG dalam Strategi Bisnis

AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan Pupuk Kaltim, Uchin Mahazaki, menjelaskan implementasi ESG di perusahaan didukung penuh oleh direksi dan dewan komisaris melalui penyusunan kebijakan, pengawasan, serta pengambilan keputusan strategis perusahaan.

“Implementasi ESG juga didukung Tim Tata Kelola ESG yang secara struktural dijabat oleh Senior Vice President Teknik dan Pengembangan dengan pelaporan progres secara berkala kepada direksi,” ujarnya.

Menurut Uchin, perusahaan menerapkan berbagai instrumen tata kelola seperti kode etik perusahaan, pengendalian gratifikasi, whistleblowing system (WBS), audit internal, hingga penguatan sistem manajemen anti penyuapan.

Dalam setiap keputusan strategis, aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi diintegrasikan guna mendukung tata kelola yang bersih, ketahanan bisnis, dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Fokus keberlanjutan perusahaan saat ini diarahkan pada penurunan emisi CO2, efisiensi penggunaan pupuk, teknologi pertanian presisi, serta pengembangan produk ramah lingkungan melalui implementasi ESG,” katanya.

Untuk mendukung target tersebut, Pupuk Kaltim menetapkan roadmap dekarbonisasi dengan target penurunan emisi CO2 sebesar 32 persen pada 2030 melalui berbagai tahapan, mulai dari ekonomi sirkular, energi terbarukan, elektrifikasi operasional, hingga pengembangan clean ammonia.

Pada 2024, perusahaan berhasil menurunkan emisi sekitar 924 ribu ton CO2 ekuivalen melalui berbagai inisiatif efisiensi energi dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Selain itu, perusahaan juga mulai mengembangkan kendaraan listrik, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta pemanfaatan CO2 menjadi produk bernilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular.

BACA JUGA:   SMF Kuatkan Aspek Lingkungan dalam ESG

Program CSR Berbasis CSV

Pupuk Kaltim mengembangkan berbagai program CSR berbasis Creating Shared Value (CSV) yang diselaraskan dengan core business perusahaan dan kebutuhan masyarakat.

Pada 2025, realisasi program CSV melalui TJSL mencapai Rp2,04 miliar atau sekitar 97 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan.

“Implementasi CSR difokuskan pada pertanian berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, ekonomi sirkular, dan pengelolaan lingkungan berbasis CSV,” ujar Uchin.

Salah satu program unggulan perusahaan adalah Program PKT BISA di Magetan, Jawa Timur, yang mengembangkan sistem agroenergi terintegrasi berbasis ekonomi sirkular.

Program tersebut melibatkan 186 masyarakat yang tergabung dalam enam kelompok pengolahan limbah pertanian dan peternakan.

Dalam implementasinya, limbah diolah menjadi biogas, kompos, konsentrat, hingga silase yang memiliki nilai ekonomi.

“Program PKT BISA berhasil meningkatkan hasil panen masyarakat hingga 44 persen, melakukan penghematan biaya penanaman, dan menghasilkan produk UMKM bernilai ekonomis,” jelas Uchin.

Program tersebut juga mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 6,793. Artinya, setiap Rp1 investasi sosial yang dikeluarkan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai Rp6,793.

Selain PKT BISA, Pupuk Kaltim juga menjalankan Program PKT Berseri yang mengintegrasikan pertanian berkelanjutan dengan sektor pariwisata dan UMKM.

Program ini memberikan pendampingan kepada enam kelompok tani dengan total penerima manfaat sekitar 132 orang.

Perusahaan juga memiliki Program Kilosamudra yang berfokus pada konservasi terumbu karang di perairan Kota Bontang melalui pelibatan kelompok nelayan lokal.

“Salah satu penggerak program konservasi tersebut berhasil mendapatkan penghargaan Kalpataru,” kata Uchin.

Dorong UMKM dan Kelompok Rentan

Pupuk Kaltim juga aktif memperkuat sektor UMKM melalui Program Koperasi Bina Sukses Bontang.

Program tersebut dikembangkan untuk memperluas promosi, jejaring kemitraan, serta pemasaran UMKM binaan perusahaan.

“Hingga tahun 2025, kapasitas produksi UMKM binaan mencapai 468 CBM per kontainer dan produknya telah diekspor ke 12 negara,” ujar Uchin.

Di sisi lain, perusahaan turut menjalankan Program PKT Serasi yang menyasar pemberdayaan perempuan melalui pengembangan produk olahan bernilai tambah.

Program lain seperti Cendawan Juara dikembangkan khusus untuk memberdayakan ibu rumah tangga, lansia, dan pensiunan melalui budidaya jamur.

BACA JUGA:   Inilah Aksi CSR Perumda Way Sekampung

Pada sektor kesehatan, Pupuk Kaltim menjalankan Program Pedal Gas yang fokus pada pencegahan dan penanganan stunting bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang.

Sementara di bidang pendidikan, perusahaan mengembangkan Program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan yang memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Tak hanya itu, perusahaan juga melibatkan karyawan secara aktif melalui program Employee Volunteering Initiation dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan perusahaan.

Perkuat Hubungan dengan Stakeholder

Menurut Uchin, perusahaan secara aktif melakukan social mapping, forum diskusi kelompok, survei kebutuhan masyarakat, media gathering, hingga pendampingan masyarakat untuk menjaga hubungan harmonis dengan stakeholder.

“Kami mengacu pada standar AA1000SES dan ISO 26000 guna mendukung keberlanjutan operasional dan penciptaan nilai bersama,” katanya.

Pupuk Kaltim juga menerapkan responsible sourcing melalui seleksi vendor berbasis ESG, kode etik pemasok, serta pakta integritas untuk memastikan rantai pasok berjalan etis dan berkelanjutan.

Dalam pengelolaan risiko, perusahaan menggunakan sistem RISMAN untuk memastikan pengendalian risiko sosial, lingkungan, dan regulasi berjalan efektif.

Pada 2024, kontribusi sosial perusahaan mencapai sekitar Rp83,9 miliar dengan Social License Index sebesar 68,59 persen yang menunjukkan hubungan harmonis antara perusahaan dan stakeholder.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat budaya keberlanjutan melalui sosialisasi ISO 26000, pelibatan karyawan dalam program ESG, serta penerapan prinsip diversity, equity, and inclusion (DEI).

“Perusahaan berkomitmen terhadap prinsip anti diskriminasi, kesetaraan gender, perlindungan hak pekerja, dan pengembangan karier berbasis kompetensi,” ujar Uchin.

Pada 2024, keterwakilan perempuan di level manajemen mencapai lima orang pada jabatan BOD-1 dan 17 orang pada jabatan BOD-2.

Perusahaan juga menjalankan 475 program pelatihan dengan total 115 ribu man hours guna mendukung produktivitas dan pengembangan green jobs berkelanjutan.

Dengan berbagai capaian tersebut, implementasi ESG dan CSR Pupuk Kaltim turut mendapat pengakuan internasional.

Pada ESG Global Sustainalytics 2024, Pupuk Kaltim menempati peringkat ketiga dari 81 perusahaan subsektor agricultural and chemical. “Kepercayaan investor dan stakeholder terhadap implementasi ESG Pupuk Kaltim tercermin melalui penghargaan investor trust selama tiga tahun berturut-turut,” tutup Uchin.

Tags: PT Pupuk KaltimTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Tujuh Kali Berturut-turut, Aice Kian Kokoh sebagai Brand Es Krim Pilihan Utama Masyarakat Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR