TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kampung Laos Jadi Program CSR Unggulan PLN UP Merah Mata

Ahmad Churi
30 March 2026 | 08:58
rubrik: Event
Kampung Laos Jadi Program CSR Unggulan PLN UP Merah Mata

PT PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Merah Mata PLTG Borang, terus  menunjukkan komitmennya terhadap tanggungjawab sosial dan lingkungan dengan menjalankan berbagai  program Corporate Social Responsibility (CSR). Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah melaksanakan program CSR yang berfokus pada pilar lingkungan (environmental), sosial (social), dan ekonomi (economic) untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

Jakarta, Topbusiness – Program CSR dijalankan sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan atas dampak dari aktivitas sebagai pembangkitan listrik terhadap ekosistem lingkungan sosial dan masyarakat sekitar. Aksi sosial dilakukan juga sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diwujudkan melalui berbagai program CSR secara berkelanjutan. 

“CSR merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen kami untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar serta pemangku kepentingan. Pelaksanaan program CSR dilakukan melalui kemitraan multipihak, sekaligus untuk memastikan program berjalan efektif, sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkap David Haryanto – Manager PLN IP UP Merah Mata saat presentasi dan wawancara penjurian “Top CSER Awards 2026” yang diselengarakans secara daring melalui aplikasi Zoom meeting  yang dilakukan pada Kamis (26/03/2026) oleh Majalah TopBusiness, di Jakarta.

Turut hadir mendampingi dalam sesi penjurian ini, di antaranya Herawan Fatoni – Team Leader K4L UP Merah Mata, M Syafii – Technician K4L UP Merah Mata, Ropiko – Tim Lingkungan UP Merah Mata, serta Ray Ariz – Community Development Officer UP Merah Mata. Sedangkan Tim juri penilai terdiri Ir. Tendri Supriatno  (Masyarakat Investor Independen), Ina Sawitri Senior Business Consultant Yayasan Pengembangan Keuangan  Mikro-Pakem), Febrizal Efendi (Aspiluki), dan Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks-MSI Group) sekaligus sebagai moderator.

Dalam paparannya David Haryanto menyatakan, bahwa selama dua tahun terakhir,  PLN IP UP Merah Mata menjalankan 4 (empat) program CSR yang  menjadi unggulan. Di antaranya  yakni program CSR Kampung Laos, Kampung Proklim, Pemberdayaan Tani Padi “Parit Nangka, serta Kelompok Ikan Nila. Keempatnya berfokus pada upaya pemberdayaan Masyarakat, terutama bidang ekonomi dan pelestarian lingkungan.

BACA JUGA:   Performa Meningkat, Perumdam Tirta Darma Ayu Kembali Masuk Nominasi Penghargaan TOP BUMD Awards 2025

Top CSR Awards  2026 mengusung  tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development” yang menekankan pentingnya integrasi CSR dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sesuai tema,  pada kesempatan ini, David Haryanto – Manager PLN IP UP Merah Mata,  lebih banyak memfokuskan paparannya tentang program, KAMPUNG LAOS (Komoditas Andalan Merah Mata Pelestarian Lingkungan, Unggulan, Organik ,dan Sejahtera), yang menjadi sebagai salah satu program CSR /TJSL unggulan. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat pilar ekonomi sekaligus untuk pelestarian ekosistem  lingkungan.

Program Kampung Laos

Dijelaskan, Program Kampung Laos merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, inovasi pertanian, serta pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan tanaman laos sebagai komoditas unggulan. Program Kampung Laos dikembangkan di Desa Merah Mata, Kabupaten Banyuasin, dengan menjadikan tanaman laos atau lengkuas sebagai komoditas unggulan masyarakat.

Program ini dirancang sebagai pertanian terpadu yang tidak hanya meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga mendorong praktik ramah lingkungan. Inisiatif tersebut mencakup pembukaan lahan pertanian, pelatihan teknik budidaya, penguatan kelompok tani, hingga pengembangan produk turunan seperti abon dan keripik laos. Program juga berkembang menjadi kawasan edukasi dan eduwisata berbasis pertanian berkelanjutan.

“Program ini telah diinisiasi sejak 2022 dengan pembukaan lahan konvensional 3 ha untuk pertanian laos, dan saat ini luas lahan budidaya tekah meningkat hingga 9 hektare, disertai pembentukan kelompok tani dan kelompok perempuan untuk memperluas partisipasi masyarakat. Salah satu inovasi yang dilakukan yakni menggunakan pupuk organic cair dari  komposter hasil modifikasi limbah Non B3 Main Filter dan pemanfaatan Plain Paper Main Filter dari perusahaan sebagai komposisi pupuk untuk pertanian laos. Hal ini juga berdampak pada pengurangan pembelian pupuk kimia untuk 53 petani Anggota Kelompok Makmur Sejahtera hingga 33%, sekaligus menekan menekan biaya produksi pertanian,” terangnya.

BACA JUGA:   RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Menuju Rumah Sakit Unggulan Berstandar Internasional

Program ini juga mendorong edukasi perilaku zero waste, pembentukan bank sampah, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program CSR PLTG Borang telah menjangkau dua desa wilayah ring-1 perusahaan, yakni Desa Merah Mata dan Desa Pulau Borang, dengan lebih dari 178 masyarakat menjadi mitra binaan.

Kelompok penerima manfaat mencakup keluarga prasejahtera, perempuan, lansia, hingga pemuda pengangguran. Program ini turut meningkatkan rata-rata pendapatan masyarakat serta membuka peluang usaha baru berbasis pertanian dan perikanan lokal.  Selain Kampung Laos, perusahaan juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan lain seperti Kampung Proklim, pemberdayaan petani padi Parit Nangka, dan pengembangan kelompok budidaya ikan nila.

Ditegaskan bahwa program CSR bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan yang mengedepankan pendekatan triple bottom line — keseimbangan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap dapat menciptakan hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

PLTG Borang sendiri merupakan pembangkit listrik berkapasitas terpasang 81 MW yang berkontribusi sekitar 7,9 persen terhadap kebutuhan listrik Sumatera Selatan. Selain kinerja operasional yang stabil, unit ini juga mencatat berbagai capaian keberlanjutan, termasuk tiga kali penghargaan Proper Hijau dan Zero Accident Award selama lebih dari satu dekade.

Tahun ini merupakan  kwdua kalinya, PT PLN Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) PLTD/G Merah Mata mashuk nominasi untuk penghargaan “TOP CSR Awards”. Kegiatan ini dihelat Majalah TropBusiness bekerja sama dengan beberapa konsultan CSR, GCG, binsis, serta lembaga penilai independent. Di antaranya, (PaGI) Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia, Asosiasi GRC, LKN Asta Cita, CoreBest, MB Consulting (Mitra Bhadra Consulting), ISVI (Institut Shared Value Indonesia), SKB (Solusi Kinerja Bisnis), SDP (Sinergi Daya Prima), Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, serta beberapa Pakar dan Konsultan CSR.

Tags: PLN UP MERAH MATA
Previous Post

Tunjukkan Kinerja Unggul dalam K3, SIG Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026

Next Post

IHSG Anjlok pada Pembukaan Perdagangan, Saham Perbankan Jadi Penekan Utama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR