Jakarta, TopBusiness – Seperti apa kinerja dan capaian Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda (PDAM Tirta Kencana) dalam dua tahun terakhir terungkap pada sesi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang digelar Majalah TopBusiness secara virtual, Senin (19/2/2024) lalu. Hadir memberikan paparan dalam sesi penjurian ini adalah Widyastuti, Manajer Sumber Daya Manusia di PDAM Tirta Kencana.
Dikatakan Widyastuti, PDAM Tirta Kencana memiiliki visi Menjadi ‘Perusahaan Umum Daerah Terdepan dalam Pelayanan Air Minum di Kalimantan Timur’. Adapun misinya antara lain ‘Mewujudkan Karyawan yang Unggul, Berintegritas dan Sejahtera; Mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Sehat dan Berbasis Teknologi; serta Mewujudkan Penyediaan Air Minum yang Sesuai Standar Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas.’
Adapun secara umum strategi bisnis yang dicanangkan PDAM Tirta Kencana ada tiga, yakni memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya; menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik; dan memperoleh laba dan/atau keuntungan.
“Jadi strategi bisnis ini kita mengacu kepada tujuan fungsi dari pembentukan BUMD sebagaimana amanat dalam PP 54 Tahun 2017,” ujar Widyastuti.
Kinerja Perusahaan
Untuk diketahui status PDAM Tirta Kencana berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) sejak tahun 2019 lalu. Perusahaan penyedia air bersih bagi warga Samarinda ini memiliki proporsi usaha 10% laba dan 90% layanan publik.
Bicara kinerja, secara tegas dikatakan Widyastuti, berdasarkan audit kinerja dari BPKP dan KAP (Kantor Akuntan Publik) bahwa PDAM Tirta Kencana memiliki kinerja yang baik.
“Jadi, setiap tahun Perumda (Tirta Kencana) sama dengan (PDAM) seluruh Indonesia kita harus diaudit kinerja, baik oleh BPKP dan oleh KAP. Untuk tahun 2022 kita memperoleh kinerja baik. Untuk di buku kinerja yang terbit terakhir (tahun buku 2022) itu kita urutan 69 untuk tingkat nasional, karena kategori kita adalah 100 ribu pelanggan. Kemudian kalau di Provinsi Kaltim sebagai pelanggan terbesar di Kaltim dengan pelanggan terbanyak di peringkat ke-2 berdasarkan pada kinerja audit BPKP dan Kementerian PUPR,” ujarnya.
Untuk tahun 2023, laporan kinerja PDAM Tirta Kencana disebut masih dalam proses audit. Kendati demikian, Widyastuti memberikan bocorannya. Dari sisi jumlah pelanggan, disebutkan PDAM Tirta Kencana mengalami peningkatan, yakni menjadi 179.654 sambungan dari tahun sebelumnya yang sekitar 163.614 sambungan. Pun dari cakupan layanan, yang disebut mengalami peningkatan sekitar 2-3% menjadi 60,68%, baik dari sisi layanan teknis maupun administrasi.
“Tingkat NRW (non revenue water) kita ada penurunan walaupun sedikit 39,39% (sebelumnya 40,11%). Ini memang untuk menurunkan satu digit ternyata memang effort-nya luar biasa dan membutuhkan biaya yang besar,” jelasnya.
Adapun pencapaian atas target kinerja, diungkapkan bahwa Peningkatan Tingkat Kesehatan Perumdam Tirta Kencana dari tahun 2021 sebesar 3,39 dengan nilai kinerja sebesar 63,05 menjadi sebesar 3,48 dengan nilai kinerja (naik) 70,10 pada tahun 2022.
“Alhamdulillah kita masih predikat sehat. Ada peningkatan juga untuk poinnya,” tandas Widyastuti.
Nah, tidak ketinggalan, Widyastuti juga menegaskan bahwa PDAM Tirta Kencana secara konsisten terus mengalami peningkatan laba dalam tiga tahun terakhir.
”Alhamdulillah dari tiga tahun terakhir kita mengalami peningkatan laba sehingga menambah kenaikan kewajiban kita kepada pemerintah kota dalam bentuk penyetoran PAD,” ujarnya.
Beralih ke sisi pelayanan, berdasarkan survey kepuasan pelanggan yang dilakukan secara internal dan juga dinilai oleh pemerintah kota, PDAM Tirta Kencana berhasil meraih nilai 91,25 dengan kategori ‘Pelayanan Prima’.
“Jadi, walaupun dilakukan internal kita juga melibatkan unsur dari pemerintah kota, biasanya kita dengan inspektorat kemudian juga dengan (Dinas) Kominfo, itu kita melibatkan person mereka dalam tim kami yang terjun ke lapangan sebagai pendamping. Kami juga melibatkan dari forum komunikasi pelanggan juga kita libatkan dalam kegiatan kepuasan pelanggan yang kita lakukan. Ada peningkatan dari segi kepuasan terlihat dari angka yang tertampil,” tegasnya.
Terobosan dan Kontribusi
Terobosan atau inovasi merupakan sebuah keniscayaan di banyak perusahaan, termasuk bagi PDAM Tirta Kencana. Memanfaatkan sesi penjurian kali ini, perusahaan penyedia air bersih ini juga mengungkap sejumlah terobosan, baik dalam bidang pemasaran maupun layanan pelanggan.
Di antara terobosan yang dilakukan antara lain Memudahkan Proses Pembayaran Melalui Market (Indomart, Alfamidi, Alfamart); Memudahkan Proses Pembayaran Melalui E-Commerce (Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan sebagainya); Memudahkan Proses Pembayaran Melalui E-Wallet (Dana, Q-ris, Gopay, Linkaja, Ovo, dan sebagainya); Memudahkan Proses Pembayaran Melalui Autodebet Perbankan; Memudahkan Proses Pembayaran Melalui ATM Perbankan; Membentuk Forum Mediasi Pelanggan; Membuat zonasi pelayanan sesuai domisili pelanggan; Menyediakan layanan Contact Center; Bergabung dalam Mall Pelayanan Publik milik Pemerintah Kota Samarinda; Membuat Program LAYAR (Lapor dan Bayar); serta Program Loket Keliling.
Tidak hanya itu, PDAM Tirta Kencana juga memiliki beberapa inisiatif yang masuk dalam kebijakan tata kelola perusahaan, di antaranya Panduan Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual); Kode Etik (Code of Conduct); Pedoman Infrastruktur Manajemen Risiko; Penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik; Tata Kelola Informasi Teknologi; Pedoman Pengendalian Gratifikasi; Whistleblowing System; Pengendalian Dokumen; Tata Kelola Informasi Teknologi dan Website; Evaluasi dan Survey Rekanan; dan Peraturan Pegawai.
Selain kebijakan di atas, dalam rangka penerapan GCG perusahaan ini juga telah mengembangkan Smart Office. “Kita sudah hampir lima tahun memakai Smart Office, (untuk) memudahkan (mengefisiensi) terkait dengan administrasi persuratan,” ungkapnya.
Lalu ada juga SIP3, yang disebut sebagai aplikasi untuk pengawasan pekerjaan teman-teman di pengawas lapangan, pekerjaan yang dilakukan rekanan kemudian diawasi oleh Perumdam bagian pengawasan fisik sampai dengan pelaporan progress pekerjaan tersebut hingga sampai kemudian sebagai dasar dari pembayaran yang dilakukan ketika pekerjaan selesai.
Masih dalam hal tata kelola perusahaan, PDAM Tirta KEncana juga telah menerapkan apa yang disebut sebagai Prestik (Presensi Tirta Kencana). ”Ini adalah absen online melalui smartphone yang dimiliki oleh semua pegawai kami dalam rangka untuk mencatat tingkat kehadiran, izin dan sebagainya. Alhamdulillah Perumdam sudah membuat sendiri dengan tenaga programmer yang kita miliki,” ungkap Widyastuti.
Kemudian ada juga yang disebut sebagai SIM Aset yang merupakan aplikasi terkait dengan manajemen asset yang ada di PDAM Tirta Kencana.
Terkait dengan GCG, berdasarkan hasil audit yang telah dilakukan oleh BPKP, PDAM Tirta Kencana untuk tahun terakhir telah mendapat total 79,83 dengan kategori baik.
Selanjutnya, bicara soal kontribusi, Widyastuti mengatakan bahwa seiring peningkatan laba maka juga ada peningkatan kewajiban perusahaan kepada pemerintah kota. Hal itu disebut terlihat dari kenaikan dari jumlah PAD yang kita setor setiap tahun.
“(Berdasarkan) hitungan kita adalah 25% dari laba setelah pajak. Di 2023 kita menyetor Rp10.799.494.722,60 kepada Pemerintah Kota Samarinda sebagai bentuk kontribusi kita dalam amanat PP 54 bagaimana kita berkontribusi terhadap pemerintah kota,” pungkasnya.
Editor: Busthomi
