Jakarta, TopBusiness – PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) terus memperkuat integrasi antara program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan prinsip ESG (Environment, Social, and Governance) sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus menciptakan nilai bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Division Head Corporate Secretary PT Transportasi Gas Indonesia, Emil Ismail, menjelaskan bahwa perusahaan menempatkan CSR dan ESG sebagai investasi strategis yang tidak terpisahkan dari arah bisnis jangka panjang.
“Visi kami adalah menjadi penyedia energi yang terintegrasi dan andal. Karena itu setiap aktivitas bisnis, termasuk program CSR, kami kelola dengan prinsip ESG yang ketat agar mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan maupun masyarakat,” ujar Emil Ismail dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026.
Ikut mendamingi Emil dalam penjurian daring ini: Akbar Tanjung (Division Head Risk Management & Corporate Governance), Firmansyah (Public Relation Officer), Yossy Meidy W (Investor Relation & Social Responsibility Officer), Ariyanto Hamid (Investor Relation & Social Responsibility Assistant), Riani Puspasari (Good Corporate Governance Officer), serta Benny Kurniawan (Risk Management Officer).
TGI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi gas bumi melalui jaringan pipa. Perusahaan merupakan bagian dari subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang berada di bawah naungan Pertamina Group. Saat ini, TGI mengoperasikan jaringan pipa transmisi gas strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia, termasuk jaringan pipa Grissik–Duri dan Grissik–Batam–Singapura, yang berperan penting dalam menyalurkan gas bumi untuk kebutuhan industri, kelistrikan, hingga rumah tangga.
Sebagai bagian dari komitmen pada bisnis berkelanjutan, kata Emil, manajemen TGI telah menetapkan Sustainability Blueprint 2025–2033 sebagai peta jalan implementasi keberlanjutan. Blueprint ini menjadi panduan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi perusahaan serta program CSR yang dijalankan di berbagai wilayah operasi.
TGI mengembangkan program CSR dengan pendekatan materialitas dan pemetaan kebutuhan masyarakat di wilayah operasional. Program-program tersebut disusun dengan mengacu pada berbagai landasan strategis, seperti Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), hasil risk assessment, forum komunikasi masyarakat, regulasi pemerintah, serta ISO 26000 yang merupakan standar internasional untuk pelaksanaan program CSR.
Dalam implementasinya, program CSR TGI difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi, yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Program CSR kami dirancang untuk menciptakan shared value (CSV), yakni memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” kata Emil.
Program Ekonomi Mapan dan Pemberdayaan Masyarakat
Salah satu program unggulan TGI adalah Program Ekonomi Mapan dan Pelatihan Keterampilan yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program ini mencakup berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Di antaranya pengembangan petani melon premium, pelatihan usaha ekonomi berbasis olahan tempe, Pelatihan Kopi pengembangan ternak kambing di wilayah daerah aliran sungai (DAS), serta pemberdayaan petani madu akasia.
Selain itu, TGI juga menyelenggarakan berbagai pelatihan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan, seperti pelatihan barista bagi pemuda, pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha kecil, hingga pelatihan vokasional membatik bagi siswa dan guru sekolah luar biasa (SLB).
Program ini juga dilengkapi dengan dukungan fasilitas usaha, seperti penyediaan booth corner bagi pelaku UMKM serta pendampingan pemasaran digital agar produk masyarakat dapat menembus pasar yang lebih luas.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan diharapkan memiliki alternatif sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Program Energi Terbarukan untuk Masyarakat
TGI juga menjalankan program Renewable Energy for Community untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap energi bersih, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses listrik.
Program ini dilakukan melalui pemasangan lampu penerangan jalan umum berbasis tenaga surya di beberapa wilayah operasional perusahaan, termasuk di Pulau Tanjung Kubu, Pulau Pemping, serta wilayah Indragiri Hulu.
Inisiatif ini tidak hanya membantu meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah tersebut, tetapi juga mendukung pemanfaatan energi terbarukan di tingkat masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga memasang sistem solar panel on-grid di kantor operasional sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi dan efisiensi energi di lingkungan perusahaan.
Penyediaan Akses Air Bersih
Dalam bidang lingkungan dan kesehatan masyarakat, TGI menjalankan program Air Bersih Masyarakat yang bertujuan menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di daerah terpencil.
Program ini dilakukan dengan pembangunan fasilitas air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sekolah, serta fasilitas umum lainnya. Hingga 2025, TGI telah membangun delapan fasilitas air bersih untuk masyarakat di wilayah operasional.
Inisiatif ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak.
Pelestarian Mangrove dan Ekowisata
Di sektor lingkungan, TGI juga menjalankan program penanaman mangrove di wilayah pesisir, khususnya di Pulau Buluh, Batam, dan kawasan Kuala Tungkal, Tanjung Jabung.
Penanaman mangrove dilakukan untuk mengurangi abrasi pantai, menjaga ekosistem pesisir, serta meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Selain itu, kawasan mangrove yang telah ditanam juga dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat. “Kondisi terkini adalah pengembangan area mangrove tersebut secara bertahap dijadikan ekowisata untuk masyarakat berkolaborasi dengan pemerintah setempat. Bahkan sudah diresmikan oleh wakil gubernur Kepri,” ujar Emil.
Program ini memungkinkan masyarakat setempat memperoleh manfaat ekonomi melalui kegiatan wisata dan pengembangan produk olahan mangrove. “Program ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Emil.
Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai
Sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan lingkungan, TGI juga melaksanakan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).
Pada 2017, perusahaan berhasil melaksanakan rehabilitasi DAS di kawasan Hutan Lindung Gambut Sungai Londerang, Tanjung Jabung Timur, dengan luas area sekitar 142,98 hektare. Dengan jumlah tegakan rata-rata 1.250 batang per hektare oleh Dirjen Pengendalian DAS KLHK). Sedangkan pohon yang ditanam antara lain jelutung rawa, pulai rawa, nangka, pinang, dan jengkol.
Program tersebut dilanjutkan pada 2023 melalui kegiatan rehabilitasi DAS Solo di wilayah Blora, Jawa Tengah, seluas 220 hektare dengan penanaman berbagai jenis tanaman seperti jati, mangga, alpukat, nangka, sukun, sirsak, sawo, dan kayu putih.
Program ini bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan.
Program Sedekah Minyak Jelantah
Salah satu inovasi CSR unggulan TGI lainnya adalah pengumpulan minyak jelantah dari sekolah-sekolah yang kemudian diolah menjadi biodiesel. Program bernama Berlian atau Berdaya Guna Limbah Jelantah ini melibatkan sekitar 131 sekolah dengan total minyak jelantah yang terkumpul mencapai 44.370 liter dengan hasil senilai Rp 295 juta.
Hasil penjualan minyak jelantah tersebut kemudian disalurkan kembali kepada sekolah untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan, lingkungan, sosial, dan keagamaan.
Sebagian minyak jelantah juga dimanfaatkan untuk menghasilkan produk turunan seperti pupuk organik cair, sabun, dan lilin aromaterapi.
Program ini tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Berdasarkan pengukuran ROI sebesar 0,88.
Pemberdayaan Madu Kelulut
TGI juga mengembangkan program pemberdayaan madu kelulut di wilayah Indragiri Hulu, Riau.
Melalui program ini, masyarakat dilatih untuk membudidayakan lebah kelulut dan mengelola produksi madu secara berkelanjutan. Produk madu yang dihasilkan kemudian dipasarkan sebagai produk UMKM lokal.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan pengentasan kemiskinan dan penciptaan pekerjaan layak.
Jargas untuk Pelanggan Kecil
Selain program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) juga menjalankan program CSR unggulan melalui Pengaliran Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.
Program ini mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan transmisi dan/atau distribusi gas bumi bagi masyarakat.
Melalui inisiatif ini, TGI berkontribusi dalam memperluas akses energi yang lebih bersih dan efisien bagi masyarakat, sekaligus mendorong penghematan biaya bahan bakar rumah tangga. Selain memberikan manfaat ekonomi, penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar konvensional serta turut membantu mengurangi beban subsidi BBM dan LPG bagi pemerintah.
Dalam periode 2024–2025, kontribusi TGI pada program pembebasan tarif jargas tercatat setara dengan Rp 2,03 miliar. Dukungan tersebut mencakup sejumlah wilayah layanan, antara lain IGTA Pertamina Jargas, GTLA PGN Jargas Dumai, GTLA PGN Jargas Muaro Jambi, PGN Jargas Tanjung Jabung Barat, PGN Jargas Siak, GTLA Jargas Musi Banyuasin, hingga GTLA Jargas Kota Batam, dengan total kontribusi mencapai US$ 121.270 pada 2025 dan US$ 128.514,98 pada 2024.
Dampak Program CSR
Sepanjang 2025, program CSR TGI telah memberikan manfaat kepada ribuan masyarakat di berbagai wilayah operasi perusahaan.
Beberapa capaian utama antara lain penanaman 3.880 pohon, pembangunan 13 fasilitas ibadah, dukungan bagi 7 sekolah, pembangunan 8 fasilitas air bersih, serta pembinaan terhadap 30 UMKM. TGI juga melakukan pemasangan 30 lampu solar panel.
Dari sisi penerima manfaat, Program CSR TGI menjangkau 2.675 jiwa atau 240 kepala keluarga, 750 anak dan 160 pelajar. Nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap keberadaan TGI juga sangat baik dengan nilai 3.00 (Sangat Baik).
Selain itu, perusahaan juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi sekitar 500 pekerja rentan di wilayah Batam dan Jakarta.
Emil menegaskan bahwa seluruh program CSR tersebut dirancang untuk menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Melalui integrasi CSR dan ESG, TGI ingin memastikan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, TGI optimistis dapat terus memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika sektor energi.
