Upaya menghadirkan layanan air bersih yang berkualitas tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dalam ajang TOP BUMD Awards 2026, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menunjukkan langkah transformasi yang mengedepankan inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan.
Jakarta, TopBusiness – Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang berlangsung pada Rabu (8/4/2026). Dalam forum tersebut, perusahaan memaparkan strategi dan capaian melalui tema “Transformasi Digital dan Inovasi Menuju Pelayanan Air Minum Berkelanjutan.”

Paparan disampaikan oleh Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, yang hadir bersama jajaran manajemen. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus pembelajaran bagi BUMD dalam meningkatkan kinerja dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
TOP BUMD Awards sendiri merupakan ajang apresiasi nasional yang tidak hanya menilai capaian kinerja, tetapi juga inovasi serta peran BUMD dalam pembangunan berkelanjutan.
Transformasi Digital sebagai Fondasi Perubahan
Dalam paparannya, Joko Surana menegaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kualitas layanan.
Perusahaan telah mengembangkan puluhan aplikasi untuk mendukung operasional, mulai dari sistem monitoring hingga pengelolaan administrasi dan keuangan.
“Transformasi digital kami lakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan layanan yang lebih cepat dan akurat kepada pelanggan,” ujar Joko Surana.
Pemanfaatan teknologi seperti SCADA, Geographic Information System (GIS), serta dashboard manajemen memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data secara real time.
Langkah ini juga menjadi bentuk kemandirian perusahaan dalam mengelola sistem teknologi, setelah sebelumnya bergantung pada vendor eksternal.
Menjawab Tantangan Infrastruktur dan Kehilangan Air
Selain digitalisasi, tantangan besar yang dihadapi adalah tingginya tingkat kehilangan air (non-revenue water/NRW).
Kondisi jaringan lama, tekanan distribusi, serta usia meter pelanggan menjadi faktor utama yang memengaruhi tingginya angka kehilangan air di beberapa zona layanan.
Perumda Tirta Benteng melakukan berbagai upaya untuk menekan NRW, antara lain melalui pembangunan distrik meter air (DMA), penggantian meter pelanggan, serta rehabilitasi jaringan.
“Pengendalian kehilangan air menjadi fokus utama kami karena berkaitan langsung dengan efisiensi dan keberlanjutan layanan,” kata Joko.
Upaya ini menunjukkan hasil bertahap dengan mulai menurunnya tingkat kehilangan air di sejumlah wilayah.
Ekspansi Layanan dan Kolaborasi Strategis
Di sisi lain, kebutuhan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan Kota Tangerang. Hingga 2025, jumlah pelanggan telah mencapai sekitar 135.000 sambungan, dengan target meningkat menjadi 182.000 pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Perumda Tirta Benteng menerapkan strategi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui skema kerja sama investasi.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan layanan, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang membutuhkan investasi besar,” ujar Joko.
Pendekatan ini dinilai mampu memperluas cakupan layanan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan Tata Kelola dan Kinerja Keuangan
Transformasi juga dilakukan pada aspek tata kelola perusahaan. Melalui reformasi birokrasi dan penerapan Good Corporate Governance (GCG), Perumda Tirta Benteng berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Dari sisi keuangan, peningkatan terlihat pada tingkat kolektibilitas piutang yang mencapai hampir 98 persen.
Pencapaian ini memperkuat kondisi keuangan perusahaan sekaligus mendukung keberlanjutan investasi dalam pengembangan layanan.
Komitmen terhadap Lingkungan dan Keberlanjutan
Dalam konteks keberlanjutan, Perumda Tirta Benteng tidak hanya berfokus pada aspek hilir, tetapi juga menjaga sumber air di hulu.
Kegiatan konservasi seperti penanaman pohon dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan ketersediaan air dalam jangka panjang.
“Pelayanan air minum harus dimulai dari hulu. Jika sumber air terjaga, maka layanan di hilir juga akan berkelanjutan,” tutur Joko.
BUMD dan Peran dalam Pembangunan Berkelanjutan
Tema TOP BUMD Awards 2026, “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, menjadi refleksi atas peran strategis BUMD dalam pembangunan.
Perumda Tirta Benteng menunjukkan bahwa transformasi tidak hanya berorientasi pada kinerja internal, tetapi juga pada kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
