TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

TOP BUMD Awards 2026: BPRS Lampung Timur Perkuat Transformasi Kinerja Berbasis Kualitas dan Keberlanjutan

Teguh Imam Suyudi
21 February 2026 | 12:53
rubrik: BUMD, Business Info, Event
TOP BUMD Awards 2026: BPRS Lampung Timur Perkuat Transformasi Kinerja Berbasis Kualitas dan Keberlanjutan

  • Transformasi kinerja 2024–2025 melalui strategi konsolidasi berbasis kualitas, dengan memperketat seleksi pembiayaan dan memperkuat manajemen risiko sehingga NPF membaik meski pembiayaan dan laba turun, sementara DPK tumbuh signifikan sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik. 
  • Transformasi juga diperkuat lewat digitalisasi layanan berbasis core banking, sistem manajemen kinerja SDM berbasis KPI, penerapan GCG dan ESG. 
  • Berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui pembiayaan UMKM, layanan payroll ASN/P3K/aparat desa, program CSR, dan inisiatif green office, sebagai upaya memastikan pertumbuhan BUMD yang sehat, prudent, dan berkelanjutan.

Jakarta, TopBusiness – PT BPRS Lampung Timur (Perseroda) menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi kinerja berkelanjutan saat mengikuti sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Jumat (20/2/2026).

Ajang yang diselenggarakan Majalah TopBusiness tersebut mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya peran badan usaha milik daerah (BUMD) tidak hanya pada capaian kinerja, tetapi juga inovasi dan kontribusi jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam sesi penjurian, Desty Zulia Putri selaku SDI & Umum memaparkan presentasi bertajuk “Sustainable Growth Journey: Transformasi Kinerja PT BPRS Lampung Timur (Perseroda) 2024–2025”. Ia didampingi Direktur Utama Tony Adryansyah, Komisaris Wiwik Damayanti, Putut Fan Yudi (PE IT), Endang Suparyanti (PE Kepatuhan), dan Diah Ariani (PE Audit).

Dewan juri yang hadir antara lain Prof. Wahyudi Zarkasyi (Akademisi FEB Unpad), Melani K. Harriman (Melani K. Harriman & Associates), Aldrin Herwany (Perbanas Institute Jakarta), serta Teguh Imam Suyudi dari Redaksi Majalah TopBusiness yang juga bertindak sebagai moderator.

Direktur Utama BPRS Lampung Timur Tony Adryansyah mengatakan, tahun 2025 merupakan fase konsolidasi strategis yang diarahkan untuk memperkuat fundamental bank.

BACA JUGA:   Meski Sarat Tantangan, PDAM Halmahera Selatan Mampu Berkinerja Positif Berkat Digitalisasi

“Strategi kami adalah quality over quantity. Kami tidak semata mengejar pertumbuhan pembiayaan, tetapi memastikan kualitas portofolio tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Tony.

Ia menjelaskan, secara kinerja keuangan, pembiayaan tercatat turun 8,56 persen dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih juga mengalami penurunan 20,25 persen. Namun, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengetatan seleksi pembiayaan dan penguatan manajemen risiko.

Hasilnya, rasio pembiayaan bermasalah (NPF Gross) membaik dari 7,37 persen menjadi 6,54 persen. “Perbaikan NPF ini menunjukkan kualitas pembiayaan lebih terkendali dan risiko dapat dimitigasi lebih baik,” katanya.

Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) justru tumbuh signifikan sebesar 23,25 persen. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan tabungan wadiah, tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah.

“Pertumbuhan DPK mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada BPRS Lampung Timur. Ini menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan intermediasi keuangan daerah,” ujarnya.

Tony menambahkan, penguatan struktur pendanaan juga dilakukan dengan menurunkan ketergantungan pada dana pihak lain, termasuk liabilitas bank lain dan pembiayaan diterima. Modal disetor turut meningkat 8,76 persen sebagai bentuk dukungan pemegang saham.

Digitalisasi dan SDM

Selain aspek keuangan, transformasi dilakukan melalui digitalisasi operasional dan layanan berbasis Core Banking System. Sistem tersebut memungkinkan pencatatan transaksi secara real time, meningkatkan akurasi, mempercepat layanan, serta memperkuat kontrol internal.

“Digitalisasi membantu kami menekan potensi kesalahan manual, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat tata kelola. Ini bagian dari transformasi menyeluruh, bukan hanya perubahan teknologi,” kata Tony.

Dalam bidang sumber daya manusia, BPRS Lampung Timur menerapkan sistem manajemen kinerja berbasis Key Performance Indicator (KPI) yang disusun berjenjang, mulai dari tingkat organisasi, unit kerja, hingga individu. Evaluasi dilakukan secara rutin dengan prinsip transparan, objektif, dan terukur.

BACA JUGA:   Kinerja Apik, Kontribusi Perumdam Lawu Tirta Magetan Melejit

Penerapan reward and punishment juga dijalankan untuk menjaga disiplin dan integritas. Program pelatihan, coaching, serta penguatan kompetensi kepemimpinan menjadi bagian dari strategi human capital transformation.

“Kami ingin SDM menjadi enabler utama pertumbuhan. Budaya kerja profesional, disiplin, dan berbasis kinerja menjadi fondasi penguatan daya saing BUMD,” ujarnya.

Kontribusi ke Pembangunan Daerah

Dalam kontribusi terhadap pembangunan daerah, BPRS Lampung Timur berperan sebagai bank pembayar payroll bagi ASN, P3K, dan aparatur desa. Langkah ini dinilai meningkatkan tata kelola pembayaran di lingkungan pemerintah daerah sekaligus memperluas inklusi keuangan.

Selain itu, pembiayaan produktif bagi UMKM terus didorong melalui skema syariah seperti murabahah, musyarakah, multijasa, dan qardh. Bank juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk rehabilitasi rumah layak huni, pelatihan kewirausahaan, dan literasi keuangan syariah.

Pada aspek keberlanjutan, BPRS Lampung Timur menerapkan konsep green office melalui digitalisasi dokumen (paperless), efisiensi energi dan air, serta pengurangan limbah operasional. Integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian dari kebijakan dan pengambilan keputusan manajemen.

“GCG dan ESG bukan sekadar formalitas. Kami integrasikan dalam operasional sehari-hari untuk memastikan risiko terkendali dan kepercayaan publik meningkat,” kata Tony.

Tony menegaskan, transformasi kinerja yang dijalankan bukan semata untuk kepentingan kompetisi, melainkan sebagai bagian dari perjalanan berkelanjutan BUMD dalam memperkuat ekonomi daerah.

“Kami ingin BPRS Lampung Timur tumbuh sehat, dipercaya, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Transformasi ini adalah langkah jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan usaha sekaligus mendukung pembangunan Lampung Timur,” ujarnya.

Tags: PT BPRS Lampung Timur (Perseroda)TOP BUMD Awards 2025TOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Bank Gresik Perkuat Peran BUMD, Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat Gresik

Next Post

Izin Tambang Freeport Diperpanjang, Saham RI Naik Jadi 63% Setelah 2041

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR