TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sertifikasi Mandor dan Bantuan Sekolah Jadi Program CSR Unggulan ADHI

Nurdian Akhmad
9 April 2026 | 16:36
rubrik: Business Info, CSR, Event
Sertifikasi Mandor dan Bantuan Sekolah Jadi Program CSR Unggulan ADHI

Jakarta, TopBusiness – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terintegrasi dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Strategi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat.

Manager Investor Relation & TJSL ADHI, Tiara Nursyani, menjelaskan bahwa penerapan ESG dan TJSL telah menjadi bagian dari strategi perusahaan yang sejalan dengan rencana jangka panjang bisnis perseroan.

“ADHI berkomitmen menjalankan strategi keberlanjutan melalui konsep Engineering for Sustainable Legacy. Kami memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Tiara dalam sesi presentasi penjurian TOP CSR Awards 2026 yang dilakukan secara daring, Kamis (9/4/2026).

Sebagai salah satu BUMN konstruksi terbesar di Indonesia, ADHI telah berdiri sejak 1960 dan menjadi perusahaan publik pada 2004. Saat ini sekitar 35,7 persen saham perusahaan dimiliki publik, sementara sisanya dimiliki pemerintah melalui Kementerian BUMN serta manajemen perusahaan.

Perseroan memiliki empat lini bisnis utama, yaitu engineering & construction, manufacture, property & hospitality, serta investment & concession. Melalui lini bisnis tersebut, ADHI mengerjakan berbagai proyek infrastruktur strategis di Indonesia.

Saat ini perusahaan memiliki 108 proyek aktif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, ADHI juga mengembangkan proyek regional, salah satunya proyek perkeretaapian di Filipina.

“Dengan portofolio proyek yang luas, ADHI terus mengembangkan inovasi dan memperkuat sistem manajemen agar dapat menghasilkan proyek berkualitas dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan,” kata Tiara.

ESG Terintegrasi dalam Tata Kelola Perusahaan

Implementasi ESG di ADHI dijalankan melalui struktur tata kelola khusus yang mengacu pada kebijakan Tata Kelola ESG MP 017. Dalam struktur tersebut, Direktur Utama bertindak sebagai steering committee yang bertugas memberikan arahan strategis terkait pembangunan berkelanjutan.

Komite ESG juga melibatkan berbagai fungsi perusahaan, mulai dari Corporate Strategy, QHSE, Corporate Secretary, Human Capital, Legal, hingga Satuan Pengawas Internal.

BACA JUGA:   Program CSR Unggulan WANUA WAILAN PLN IP UP PLTP Lahendong Hadirkan Transformasi Desa Berbasis EBT

Melalui struktur tersebut, direksi dan dewan komisaris secara aktif mengawasi pelaksanaan program keberlanjutan, termasuk melalui rapat direksi, rapat komisaris, serta evaluasi kinerja ESG secara berkala.

Dalam menjalankan strategi keberlanjutan, ADHI juga mengacu pada berbagai standar internasional seperti ISO 14001:2015, ISO 26000, serta regulasi nasional seperti POJK 51/2017 terkait keuangan berkelanjutan.

“Penguatan tata kelola ESG menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memastikan setiap aktivitas bisnis berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Tiara.

Proyek Berbasis Lingkungan dan Bisnis Hijau

ADHI juga mengembangkan sejumlah proyek berbasis lingkungan yang mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Beberapa proyek tersebut antara lain pengelolaan limbah di Denpasar, Bantar Gebang, serta fasilitas pengolahan limbah terpadu di kawasan industri Medan.

Selain itu perusahaan juga terlibat dalam proyek pengolahan air bersih seperti Dumai Tirta Persada serta Karian Water Services. Program lingkungan lainnya meliputi rehabilitasi mangrove di Desa Sedari dan Desa Cemara Kulon.

Perseroan juga menjalankan berbagai program green operation seperti inventarisasi gas rumah kaca, pengelolaan sampah organik dengan maggot, pengumpulan limbah plastik, program diet kertas, hingga kegiatan penanaman pohon di berbagai proyek.

Dalam inventarisasi emisi, ADHI mencatat emisi gas rumah kaca Scope 1 sebesar 52.072,21 ton CO₂e dan Scope 2 sebesar 7.091,10 ton CO₂e. Perusahaan juga memiliki potensi pengurangan emisi sebesar 4.987,17 ton CO₂e melalui berbagai program dekarbonisasi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah transisi kendaraan operasional dari bahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang mampu memberikan penghematan biaya operasional sekitar 15 persen atau sekitar Rp 182 juta per tahun.

Lima Program CSR Unggulan

Dalam implementasi TJSL, ADHI menjalankan setidaknya lima program CSR unggulan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Program petama adalah Sertifikasi Mandor, yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalitas tenaga kerja konstruksi. Program ini dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi resmi bagi para mandor dan pekerja lapangan agar memiliki standar kompetensi yang diakui industri.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan lembaga sertifikasi profesi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

BACA JUGA:   Transformasikan CSR Jadi Strategi Bisnis, Aice Group Dorong Pola Konsumsi Sehat Masyarakat Lewat Kaluli

Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sangat penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

“Program ini mendukung pengembangan sumber daya manusia konstruksi yang kompeten dan profesional, sekaligus memperkuat kualitas pelaksanaan proyek perusahaan,” kata Tiara.

Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta tujuan ke-4 mengenai pendidikan berkualitas.

Selain penguatan SDM konstruksi, ADHI juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan melalui program Bantuan Ruang Sekolah.

Pada 2025, perusahaan memberikan bantuan pembangunan dan renovasi ruang kelas bagi Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Jipang yang berlokasi di Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Melalui program ini, ADHI membantu menyediakan fasilitas belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pengajar.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak bagi masyarakat sekitar.

Di bidang lingkungan, ADHI menjalankan program Konservasi Terumbu Karang sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

Program ini dilakukan melalui kegiatan rehabilitasi dan penanaman terumbu karang yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sejumlah BUMN konstruksi seperti PT Hutama Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta Peruri.

Terumbu karang memiliki fungsi penting sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus pelindung alami wilayah pesisir dari kerusakan lingkungan.

Melalui program ini, ADHI berupaya mendukung pemulihan ekosistem laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

ADHI juga menjalankan program Pemberdayaan Masyarakat di Purwakarta, Jawa Barat, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program ini dilaksanakan di Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui program ini, perusahaan menyediakan berbagai fasilitas sanitasi seperti tempat wudhu, kamar mandi, serta sarana pendukung bagi kegiatan masyarakat dan santri di TPA Ngaji setempat.

BACA JUGA:   Acara Puncak TOP CSR Awards 2026 Digelar Siang Hari Ini

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi serta mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan layak.

Selain fasilitas sanitasi, ADHI juga menyediakan Sarana Air Bersih di Purwakarta. Program ini diwujudkan melalui pembangunan sumur air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan santri di lingkungan sekitar.

Penyediaan air bersih ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.

Dampak Sosial Terukur

Untuk memastikan efektivitas program TJSL, ADHI melakukan pengukuran dampak menggunakan metode Social Return on Investment (SROI).

Hasilnya menunjukkan bahwa program Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi memiliki nilai SROI sebesar 3,02, sementara program renovasi ruang kelas mencatat nilai SROI sebesar 3,06. Program pengelolaan sampah di Likupang bahkan menghasilkan nilai SROI sebesar 4,74, sedangkan program konservasi terumbu karang mencapai 1,18.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap satu rupiah investasi sosial yang dilakukan perusahaan mampu memberikan manfaat sosial lebih dari satu hingga empat kali lipat bagi masyarakat.

“Melalui pengukuran SROI, kami dapat memastikan bahwa program TJSL benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Tiara.

ADHI telah menyusun roadmap ESG jangka panjang. Pada periode 2025–2029, perusahaan fokus pada penguatan fundamental bisnis dan operasional yang berkelanjutan.

Selanjutnya pada 2030–2034, perusahaan menargetkan ekspansi produk dan peningkatan nilai bisnis berbasis ESG. Sementara dalam jangka panjang setelah 2035, ADHI menargetkan menjadi ESG champion di Indonesia serta masuk dalam SEA Fortune 100.

“Melalui integrasi ESG dalam strategi bisnis dan implementasi program TJSL yang terukur, ADHI ingin menciptakan nilai bersama bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan,” ujar Tiara.

Berkat konsistensi dalam menjalankan program TJSL yang terintegrasi dengan strategi bisnis dan prinsip ESG, ADHI kembali terpilih sebagai kandidat peraih penghargaan TOP CSR Awards 2026. Tahun lalu, perusahaan juga meraih apresiasi dalam TOP CSR Awards 2025 dengan predikat TOP CSR Awards 2025 Star 4.

Tags: ADHIPT Adhi Karya (Persero) TbkTOP CSR Awards 2026
Previous Post

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Saham Perbankan Topang Kenaikan

Next Post

MNC Energy Investments Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata Produktif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR