Jakarta, TopBusiness — PT PLN Nusantara Power UP Cirata Purwakarta, Jawa Barat terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2026. Sebagai salah satu perusahaan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) strategis di Indonesia yang beroperasi sejak tahun 1988 dengan kapasitas terpasang mencapai 1.008 MW dari delapan unit pembangkit, PLN Nusantara Power UP Cirata dicatat mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP CSR Awards 2026, Rabu (8/4/2026).
Hadir dalam Penjurian, Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Cirata Heni Setyo Handoko dan Manager Business Support Wan Variani Permatasari. Selain itu, ada Tim Lingkungan dan CSR PT PLN Nusantara Power UP Cirata.
Dalam Penjurian, Heni Setyo Handoko menyatakan bila perusahaan merupakan bagian dari sistem kelistrikan Jawa-Bali. Perusahaan yang memiliki produksi rata-rata tahunan mencapai 1.428 GWh, tidak hanya dicatat sebagai pemasok energi, tetapi juga sebagai pengendali frekuensi sistem serta penyangga beban puncak.
PT PLN Nusantara Power UP Cirata memiliki banyak keunggulan. Salah satunya, kemampuan black start dan ramping rate yang tinggi, memungkinkan pembangkit ini merespons kondisi darurat sistem kelistrikan dengan sangat cepat.
Di balik perannya yang strategis tersebut, terjadi banyak persoalan lingkungan dan sosial yang terjadi di kawasan Waduk Cirata, tempat perusahaan beroperasi.
Beberapa persoalan tersebut di antaranya adalah: luasan eceng gondok yang mencapai 577,6 hektar, timbunan sampah organik rumah tangga sekitar 200 kg per bulan, limbah kotoran ternak hingga 2.800 kg per bulan, penurunan kualitas lingkungan yang berdampak pada 773 kepala keluarga, serta ketergantungan 20 buruh harian musiman pada pendapatan tidak stabil.
Kondisi ini kemudian mendorong perusahaan untuk merancang program CSR yang tidak hanya berfokus pada perbaikan lingkungan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Program CSR tersebut juga dihadirkan untuk merespons isu global, seperti perubahan iklim dan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber daya bernilai tambah,” kata Heni Setyo Handoko.
Strategi dan Implementasi CSR
Menurut Heni Setyo Handoko kembali, program CSR yang dilaksanakan PT PLN Nusantara Power UP Cirata dibangun di atas empat pilar utama. Keempat pilar tersebut adalah Lingkungan, Sosial, Ekonomi, dan Pendidikan. Keempat pilar tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam 12 program unggulan yang dilaksanakan secara bertahap dalam periode 2023–2027.
Terkait pelaksanaan program CSR yang dijalankan, perusahaan dicatat melakukan pendekatan kolaborasi multi-stakeholder. Kolaborasi tersebut melibatkan 5 stakeholder, yaitu:
- Instansi pemerintah (kementerian dan dinas terkait).
- Kedua. Perusahaan dan mitra industri.
- Kelompok masyarakat dan petani.
- Akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
- Media sebagai mitra publikasi.
Semua program CSR yang dilaksanakan selanjutnya mencakup 5 hal, yakni edukasi masyarakat di enam desa, pengelolaan sampah organik berbasis kelompok, pemanfaatan eceng gondok secara terintegrasi, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik., dan peningkatan kesadaran lingkungan di institusi pendidikan.
“Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan, menunjukkan efektivitas program dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,7 serta tingkat kepuasan masyarakat dalam kategori sangat baik,” kata Heni Setyo Handoko.
Program CSR Unggulan
Sementara itu menurut Wan Variani Permatasari, salah satu program unggulan yang dilaksanakan PT PLN Nusantara Power UP Cirata adalah Cirata Geulis. Program CSR ini diinisiasi sebagai solusi atas permasalahan lingkungan sekaligus sosial di sekitar wilayah operasional.
Cirata Geulis mengusung pendekatan ekonomi sirkular dengan mengintegrasikan pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan. Program unggulan ini dicatat juga menghadirkan banyak inovasi.
Seperti misalnya, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot, produksi pakan ikan dari maggot kering, pemanfaatan kasgot sebagai media tanam jamur, dan pengolahan eceng gondok menjadi pakan ternak alternatif. Selain itu, produksi pupuk organik dari kotoran ternak, kerajinan tangan berbasis eceng gondok, serta pemanfaatan limbah budidaya jamur menjadi kompos.
“Program Cirata Geulis tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan rantai nilai ekonomi baru berbasis sumber daya lokal,” kata Wan Variani Permatasari.
Dampak Nyata
Secara umum, implementasi program CSR unggulan Cirata Geulis memberikan banyak dampak nyata di berbagai aspek, baik lingkungan, ekonomi, sosial, dan bisnis perusahaan.
Pada aspek Lingkungan, program CSR unggulan Cirata Geulis dicatat berhasil menghadirkan dampak nyata, seperti sebagai berikut:
- Pengurangan signifikan eceng gondok di waduk.
- Penanganan limbah organik dan limbah ternak.
- Peningkatan kualitas ekosistem waduk.
Pada aspek Ekonomi, program CSR unggulan Cirata Geulis berhasil menghadirkan 3 dampak nyata. Penciptaan sumber pendapatan alternatif, Pengembangan usaha berbasis limbah, serta Peningkatan produktivitas kelompok masyarakat.
Pada aspek Sosial, program CSR unggulan Cirata Geulis berhasil menghadirkan 3 dampak nyata. Peningkatan kapasitas masyarakat (±50 orang terlatih), Terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat. Terakhir, Penguatan kelembagaan kelompok masyarakat.
Khusus aspek Bisnis Perusahaan, program CSR unggulan Cirata Geulis juga berhasil menghadirkan 3 dampak nyata. Penurunan biaya operasional melalui pengelolaan eceng gondok. Peningkatan kinerja ESG. Penguatan social license to operate.
Melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi tersebut, menunjukkan pengelolaan limbah sebagai program CSR unggulan PLN Nusantara Power UP Cirata, tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan ekologis, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial.
“Inisiatif seperti Cirata Geulis menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat bertransformasi dari sekadar pelaku bisnis energi menjadi agen perubahan yang mendorong keberlanjutan dan kemandirian masyarakat di sekitarnya,” pungkas Wan Variani Permatasari.
