TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dolar AS Menguat Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Nurdian Akhmad
9 April 2018 | 09:17
rubrik: Business Info
Dolar AS Menguat Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia  – Mengawali perdagangan awal pekan ini, Senin, (9/4/2018), dolar Amerika Serikat ditransaksikan menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Meski masih dibayangi sentimen perang dagang AS-China, indeks dolar AS mencatat pergerakan greenback terhadap sejumlah enam mata uang utama menguat tipis 0,04% atau 0,038% ke level 90,146, setelah dibuka di posisi 90,134.

Akhir pekan lalu, dolar AS ditutup melemah 0,39% atau 0,352 poin di posisi 90,108. Greenback juga melemah terhadap mata uang safe-haven yen Jepang dan franc Swiss pada Jumat di tengah komentar China yang mengangkat kekhawatiran baru tentang perselisihan perdagangan.

Pada Jumat bahwa China memperingatkan bahwa pihaknya siap melakukan serangan balasan dari langkah-langkah perdagangan baru jika AS tidak menghentikan tindakannya melalui ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif pada barang asal China senilai US$100 miliar.

Pernyataan-pernyataan yang semakin agresif dari Washington dan Beijing telah menimbulkan kekhawatiran akan perang dagang penuh yang dapat melukai pertumbuhan ekonomi global, meskipun para investor memiliki harapan bahwa perundingan akan menghasilkan kompromi yang jauh lebih baik.

Shinichiro Kadota, ahli strategi senior untuk Barclays di Tokyo mengatakan penghindaran risiko muncul kurang intens daripada beberapa pekan lalu, sebagian karena harapan negosiasi antara AS dan China menuju solusi pragmatis.

“Kami tidak lagi dalam fase di mana dolar terus jatuh terhadap yen,” kata Kadota, seperti dikutip Reuters.

“Tetapi pada saat yang sama, kenaikan dolar kemungkinan akan berat, mengingat kekhawatiran atas perang dagang, serta pergerakan hasil AS dan berakhirnya kenaikan satu arah di saham AS,” tambahnya. .

BACA JUGA:   IHSG Dibuka Melemah ke 5.952, Kurs Rp 14.860
Tags: dolar AS
Previous Post

BFI: Telah Gelar Lomba Lari Rp 250 Juta

Next Post

Bursa Saham Asia Dibuka Menguat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR