Jakarta, TopBusiness – GNI Palm Plantation menegaskan komitmen penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menekan dampak lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sekitar dalam penjurian TOP CSR Awards 2026.
Paparan tersebut disampaikan dalam sesi wawancara penjurian yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness, Rabu (15/4/2026), dengan narasumber Eko Sulistyo selaku CSR Staff GNI Palm Plantation.
Dalam presentasinya, Eko menekankan bahwa perusahaan menjalankan bisnis kelapa sawit dengan prinsip keberlanjutan yang menyeluruh.
“Perusahaan berkomitmen mengelola sumber daya secara efisien dan bertanggung jawab, meminimalkan dampak lingkungan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, strategi CSR perusahaan telah diselaraskan dengan prinsip ESG melalui pemetaan dampak signifikan aktivitas usaha. Pada aspek sosial, perusahaan memberi perhatian pada masyarakat lokal, masyarakat adat, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sementara pada aspek lingkungan, fokus diarahkan pada pengendalian pencemaran, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Tujuan utama kami yakni memastikan operasional berjalan secara etis, sesuai regulasi, dan meminimalisir risiko dampak sosial maupun lingkungan,” kata Eko.
Dalam implementasinya, GNI Palm Plantation mengembangkan program CSR berbasis enam pilar, yakni pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial ekonomi, lingkungan, infrastruktur, serta sosial budaya dan keagamaan. Program tersebut meliputi beasiswa, pengobatan gratis, pemberdayaan UMKM, hingga pembangunan fasilitas umum.
Salah satu program unggulan yang disoroti adalah “UMKM Desa Naik Kelas” yang mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal melalui pelatihan, dukungan permodalan, hingga akses pasar yang lebih luas. “Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan UMKM dalam proses produksi, pemasaran, dan manajemen usaha,” jelasnya.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan program pendidikan seperti Tempat Penitipan Anak (TPA) ramah anak serta pengembangan sekolah melalui Yayasan Misi Islamiah. Di bidang lingkungan, perusahaan mengembangkan program penghijauan, pengelolaan limbah, serta efisiensi energi sebagai bagian dari upaya keberlanjutan.
Pada aspek tata kelola, GNI Palm Plantation menerapkan kebijakan lingkungan dan sosial, perlindungan hak asasi manusia, serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Perusahaan juga mengadopsi kebijakan NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation) sebagai bentuk komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Eko menambahkan, keterlibatan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan. Dialog rutin, konsultasi publik, serta mekanisme pengaduan diterapkan untuk menjaga transparansi dan menyelesaikan potensi konflik secara terbuka.
Selain itu, perusahaan juga melakukan mitigasi risiko keberlanjutan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca, efisiensi energi, serta pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R. Upaya tersebut diimbangi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat guna menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan sekitar.
Melalui strategi tersebut, GNI Palm Plantation menegaskan bahwa integrasi CSR dan ESG menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara itu, Manager Sustainability GNI Palm Plantation, Lesmana Amiarsa, menegaskan bahwa CSR merupakan bagian integral dari strategi perusahaan.
“Bagi perusahaan kami CSR bukan sekadar kewajiban atau sekadar penar regulasi, melainkan sebuah komitmen yang terintegrasi di dalam strategi bisnis dan nilai-nilai perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan. “Kami meyakini bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari sejauh mana kami dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Lesmana.
Menurutnya, program CSR dirancang untuk menciptakan shared value agar perusahaan dapat tumbuh bersama masyarakat.
“Program-program CSR kami dirancang untuk menciptakan shared value, di mana perusahaan tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” jelasnya.
Dalam implementasinya, perusahaan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, serta pembangunan hubungan yang harmonis dengan komunitas lokal.
“Kami berkomitmen memastikan setiap aktivitas usaha memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan bersama, khususnya dalam sektor kelapa sawit berkelanjutan,” ujarnya.
Lesmana juga menegaskan bahwa partisipasi dalam ajang penghargaan menjadi sarana evaluasi. “Partisipasi kami dalam Top CSR Awards ini bukan semata-mata untuk meraih pengakuan, tetapi sebagai bentuk refleksi, pembelajaran, dan komitmen berkelanjutan untuk terus meningkatkan kualitas program CSR kami,” tuturnya.
Melalui strategi tersebut, GNI Palm Plantation menegaskan bahwa integrasi CSR dan ESG menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
