Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026). IHSG terkoreksi 31,04 poin atau 0,41 persen ke level 7.528,34, seiring tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan dan likuid turut turun 7,66 poin atau 1,03 persen ke posisi 736,01, mencerminkan aksi jual pada kelompok saham blue chip.
Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi terpantau moderat. Volume perdagangan tercatat sekitar 3,2 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai kurang lebih Rp1,9 triliun dan frekuensi perdagangan di kisaran 210 ribu kali transaksi.
Pelemahan IHSG pada pembukaan didorong oleh tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan energi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp75 atau 0,8 persen ke level Rp9.150, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah Rp60 atau 1,1 persen ke posisi Rp5.300, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi Rp50 atau 0,9 persen ke level Rp5.450.
Dari sektor energi, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) turun Rp40 atau 1,2 persen ke posisi Rp3.260, sementara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp250 atau 1,0 persen ke level Rp24.750.
Di sisi lain, beberapa saham lapis kedua masih bergerak terbatas dan cenderung variatif, namun belum mampu mengangkat indeks ke zona positif.
Secara analisis, koreksi pada pembukaan perdagangan ini mencerminkan aksi ambil untung investor setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya. Selain itu, sentimen eksternal yang cenderung berhati-hati turut memengaruhi pergerakan pasar domestik.
Dari sisi teknikal, pelemahan ini masih tergolong wajar dan menempatkan IHSG mendekati area support di kisaran 7.500. Penurunan yang lebih dalam pada indeks LQ45 mengindikasikan tekanan jual pada saham-saham unggulan, khususnya perbankan yang selama ini menjadi motor penggerak indeks.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.480 hingga 7.600 dengan kecenderungan melemah. Pergerakan saham perbankan dan arus dana asing akan menjadi faktor utama yang menentukan arah indeks pada sesi selanjutnya.
