TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Limbah Jadi Nilai Tambah, Strategi CSR MKTR Perkuat Ekonomi Sirkular Sawit

Busthomi
28 April 2026 | 07:18
rubrik: CSR, Event
Dari Limbah Jadi Nilai Tambah, Strategi CSR MKTR Perkuat Ekonomi Sirkular Sawit

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness– PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (IDX: MKTR) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan strategi bisnis inti.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini mengedepankan pendekatan zero waste agribusiness sebagai fondasi dalam menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan.

Dalam ajang penjurian TOP CSR Awards 2026, manajemen MKTR memaparkan bahwa strategi keberlanjutan perusahaan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari arah pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

M. A. Pahlevi Pangerang, Direktur Partnership & Sustainability MKTR, menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan telah melekat dalam tata kelola perusahaan.

“Komitmen terhadap sustainability tercermin pada visi dan misi perseroan, dibahas aktif dalam rapat direksi dan komisaris, serta diintegrasikan dalam KPI direksi dan diawasi langsung oleh komisaris,” ujarnya kepada dewan juri saat penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara online oleh Majalah TopBusiness, Senin (27/4/2026).

Hadir juga mendampingi Pahevi yaitu Ilhamd Fithriansyah selaku Corporate Secretary, dan Anindito W. Wicaksono selaku Head Corporate Communication & Tim, serta tim Corcom lainnya.

MKTR sendiri Perusahaan yang memiliki visi, “Menjadi Perseroan yang menghasilkan komoditi agrobisnis zero waste terbaik yang berfokus pada nilai tambah dalam menjaga lingkungan.”

Dengan misi, “Membangun Agrobisnis dengan Inovasi Best Practice Agronomi yang berkelanjutan serta ramah lingkungan untuk menghasilkan Nilai Tambah Optimal kepada seluruh pemangku kepentingan.”

Perseroan bergerak di industri Perkebunan dan Pengolahan kelapa sawit serta memiliki wilayah operasional di Kalimantan Tengah dan Palembang.

MKTR menghasilkan produk utama berupa CPO, PK, (palm kernel), dan CPKO (crude palm kernel oil), serta mengembangkan produk bernilai tambah seperti pupuk organik dan biomass pellet berbasis limbah sawit.

Kegiatan usaha Perseroan didukung oleh 2 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 60 ton TBS per jam, 2 pabrik pupuk organik, dan 1 kernel crushing plant.

BACA JUGA:   Hebat! Program CSR PT Bio Inti Agrindo Sukses Dongkrak Ekonomi Warga Papua

Berbasis Kebutuhan Petani dan Trimitra Harmoni

Salah satu pendekatan utama MKTR dalam menjalankan program CSR adalah berbasis kebutuhan riil di lapangan. Perusahaan melakukan survei langsung kepada petani di wilayah operasional, khususnya di Lamandau dan Palembang.

Anindito W. Wicaksono dari Corporate Communication & Tim MKTR menjelaskan bahwa hasil survei tersebut menjadi dasar penyusunan program yang lebih relevan.

“Hasil analisis ini meliputi kendala utama yang dihadapi petani seperti kesuburan tanah, ketepatan dosis aplikasi, kualitas pupuk, harga, ketersediaan dan distribusi pupuk, serta kebutuhan skema pembayaran yang lebih fleksibel,” jelasnya.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pengembangan program penyaluran pupuk, baik kimia maupun organik, serta pembinaan agronomi bagi petani mitra.

Dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan, salash atunya petani itu, MKTR mengusung filosofi Trimitra Harmoni, yaitu keseimbangan antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.

“Dalam menjalankan usaha terdapat tiga elemen utama, yaitu perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. Ketiganya harus dijaga harmonisasinya,” ujar Pahlevi.

Pendekatan ini diwujudkan melalui dialog rutin, penguatan kemitraan koperasi, serta koordinasi dengan kelompok tani di wilayah operasional.

Melalui koperasi, perusahaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif sekaligus memastikan program berjalan terstruktur dan berkelanjutan.

Integrasi CSR dengan Model Bisnis

Berbeda dari pendekatan konvensional, MKTR mengintegrasikan CSR ke dalam proses bisnis inti, khususnya dalam pengelolaan kelapa sawit yang terintegrasi.

“CSR dijalankan sebagai bagian dari operasional dan arah pertumbuhan perseroan melalui fokus zero waste, optimalisasi aset, kemitraan, serta pengembangan produk turunan berbasis limbah,” kata Pahlevi.

Dalam implementasinya, perusahaan mengembangkan pupuk organik dan biomassa pelet dari limbah sawit, sekaligus memberikan bantuan bibit dan membangun kemitraan dengan masyarakat.

Pendekatan ini tidak hanya menciptakan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi perusahaan dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:   BAZNAS Paparkan Strategi ESG Berbasis Zakat dalam Penjurian TOP CSR Awards 2026

Zero Waste Jadi Sumber Nilai Tambah

Konsep zero waste menjadi salah satu program unggulan MKTR. Melalui pendekatan ini, perusahaan mengolah limbah sawit seperti tandan kosong dan limbah cair menjadi produk bernilai ekonomi.

Anindito menjelaskan bahwa inovasi ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja perusahaan.

“Produksi pupuk organik mencapai sekitar 5,1 ribu ton dengan nilai penjualan sekitar Rp9,3 miliar. Jadi zero waste bukan hanya prinsip. Ini new revenue stream yang memperkuat profitabilitas Perseroan,” katanya.

Selain itu, juga adanya penyaluran pupuk kimia dengan bayar cicil, ini diberikan kepada mitra petani wilayah operasional.

“Jadi dari sisi ekonomi ada tren, volume dan nilai penjualan pupuk organik bertumbuh seiring perluasan pasar ke GAPOKTAN dan petani mitra di wilayah operasional Perseroan,” jelas Anindito.

Adapun dari sisi lingkungan, untuk Emisi GRK Scope 1&2 terjadi penurunan dari 12.243,44 menjadi 11.137,06 tCO2e atau penurunan sebesar 9% dalam setahun. Ini didukung efisiensi operasional dan program zero waste.

Serta untuk Emisi intensitas 2024-2025 sebesar 2.877,66 tCO2e. “Target kami akan terus menurun seiring penggunaan biomass dan optimalisasi water management,” katanya.

Selain menciptakan sumber pendapatan baru tersebut, inisiatif-insiatif tadi juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca serta peningkatan akses petani terhadap pupuk berkualitas.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Program CSR MKTR tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejumlah inisiatif yang telah dijalankan antara lain:

  • Bantuan 2.000 bibit kepada masyarakat
  • Program penyuluhan agribisnis
  • Kemitraan dengan koperasi petani
  • Perbaikan infrastruktur desa dan layanan kesehatan

“Jadi program sosial itu akan menjadi fondasi pemberdayaan ekonomi produktif jangka menengah dan jangka panjang. Adapun untuk kemitraan koperasi aktif seluas 730,74 ha. Plus program sosial lainnya, yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan tanggap bencana,” kata dia.

BACA JUGA:   Sasa Inti Jadikan CSR dan ESG Bagian dari Strategi Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang

Adapun implikasi dari Rencana ke Depan, pencapaiannya menjadi dasar perluasan program pupuk organik, peningkatan kapasitas biomass pellet, dan penguatan sistem data ESG yang lebih terintegrasi.

Bahkan hebatnya berkat adanya program CSR tersebut, dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan bisnis MKTR berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas CSR.

“Dalam empat tahun, CSR meningkat 157% seiring pertumbuhan bisnis sekitar 41%, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab sosial berjalan paralel,” jelas Anindito.

Model Bisnis Sirkular

Ke depan, MKTR menargetkan penguatan model bisnis berbasis ekonomi sirkular yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada tahap jangka panjang, perusahaan berupaya mengintegrasikan CSR ke dalam model bisnis yang mampu menciptakan manfaat bersama bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

“Harapannya CSR dapat mendukung model bisnis yang inklusif, sirkular, dan menciptakan manfaat bersama,” kata Pahlevi.

Dengan pendekatan berbasis zero waste, kemitraan, dan kebutuhan riil masyarakat, MKTR menunjukkan bahwa program CSR tidak hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga menjadi strategi bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

Transformasi limbah menjadi produk bernilai ekonomi serta penguatan hubungan dengan masyarakat menjadi bukti bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis.

Layak Dicontoh Perusahaan Lain

Dengan terus menaiknya kinerja perusahaan dan kian terkelolanya program CSR yang digarap MKTR ini, maka setidaknya ada tiga hal inovasi yang sudah dilakukan perseroan selama ini.

Dan itu, ternyata menjadi benchmark atau layal dicontoh perusahaan lain:

  1. Ubah Limbah Menjadi Aset:Limbah sawit menjadi pupuk organik, biomass pellet, dan sumber energi. Model circular economy ini dapat direplikasi industri agribisnis lainnya.
  2. CSR Berbasis Kebutuhan Nyata: Survei lapangan sebelum merancang program memastikan relevansi.

Creating Shared Value yang Terukur: Kemitraan koperasi (730,74 ha), bibit sawit, penyuluhan agronomi dan pupuk organic.

Tags: MKTRPT Menthobi Karyatama Raya TbkTOP CSR Awards 2026
Previous Post

PT Keban Berkah Energi Telah Mengalirkan Minyak dari Sumur Rakyat ke Medco E&P Grissik

Next Post

PLN Nusa Daya Dorong CSR Berbasis CSV untuk Tumbuh Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR