TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal II, BI Ketar-Ketir dengan Pelemahan Rupiah

Nurdian Akhmad
12 April 2018 | 10:33
rubrik: Finance
Dolar AS Menguat Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Memasuki kuartal II 2018, Bank Indonesia (BI) mewaspadai volatilitas rupiah terhadap dolar AS yang biasanya tekenannya cukup besar.

Pelemahan rupiah itu disebabkan adanya pembayaran kewajiban pemerintah ke luar negeri dan naiknya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).

“BI mencatat transaksi berjalan selalu mengalami peningkatan defisit pada kuartal II dibandingkan kuartal I. Itu adalah imbas pembayaran bunga utang pemerintah dan swasta ke luar negeri. Juga musim pembagian dividen,” ujar Gubernur (BI) Agus Martowardojo, Rabu (11/4).

 

Tahun 2017 misalnya, defissit transaksi berjalan kuartal II sebesar US$ 4,80 miliar, naik dari kuartal sebelumnya US$ 2,18 miliar. Pada saat bersamaan, neraca pendapatan primer menyumbang kenaikan defisit dari US$ 7,77 miliar menjadi US$ 8,39 miliar.

Agus bilang BI telah memahami siklus tersebut. Untuk itu BI akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memberikan keyakinan kepada seluruh masyarakat. “Secara siklus kami sudah tahu karena di kuartal II ada bayar kewajiban yang ada. Kami juga memahami FFR akan naik 3 kali di Maret, Juli, dan Desember. BI tentu akan bersama dengan pemerintah dan OJK akan koordinasi sehingga masyarakat paham,” jelas Agus.

Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina menyatakan, tekanan rupiah di kuartal II biasanya meningkat karena ada aktivitas pembayaran bunga utang. Namun, nilai tukar juga ditentukan sentimen pasar dan faktor eksternal.

“Jika sentimen pasar dikelola dengan baik, nilai tukar rupiah bisa stabil. Seperti pada tahun lalu, rata-rata nilai tukar rupiah pada kuartal II-2017 sebesar Rp 13.310 per dollar AS, menguat dibandingkan kuartal sebelumnya yang rata-rata Rp 13.348,” kata Dian.

BACA JUGA:   Ada GPN, Selamat Tinggal Visa dan MasterCard!
Tags: binilai tukar
Previous Post

Menguat, Sentimen Konsumen RI tentang Krisis

Next Post

BNI Belum Nyatakan Minat Akuisisi Bukopin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR