Pada ajang TOP CSR Awards 2026, PT Wijaya Karya Realty memaparkan langkah konkret penerapan ESG dan program tanggung jawab sosial yang menyentuh lingkungan, pekerja, hingga pemberdayaan masyarakat. Perusahaan menegaskan keberlanjutan kini menjadi bagian dari strategi inti bisnis properti dan hospitality.
Jakarta, TopBusiness — PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) terus memperkuat transformasi bisnis berkelanjutan melalui berbagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Upaya tersebut dipaparkan dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara daring, Kamis (7/5/2026).
Dalam forum itu, President Director WIKA Realty Fery Safaria menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi memandang ESG sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
“WIKA Realty tengah menyelaraskan kebijakan dan standar ESG-nya dengan praktik internasional terbaik, termasuk TCFD, IFRS Sustainability Standards, dan standar ISO, sambil terus memperluas penerapan di seluruh organisasi,” ujar Fery.
Paparan tersebut turut didampingi Executive Vice President Marketing and Development sekaligus Pjs Vice President Engineering and Transformation Division Rizka Kautsar beserta tim, Corporate Secretary Saskia Ayu Ajeng Aditya Putri dan tim, Vice President Risk, System, Supply Chain Management Division Dwi Purwanto dan tim, serta perwakilan Human Capital Management.
Adapun dewan juri dalam penilaian tersebut terdiri atas Melani K. Harriman dari Melani K. Harriman & Associates, Puteri Rahsilaputeri dari Sinergi Daya Prima, Nurul Yakin Setyabudi dari IDTUG/BPSK DKI, serta Teguh Imam Suyudi dari TopBusiness.
ESG Menjadi Arah Baru Bisnis Properti
Didirikan pada tahun 2000 sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, WIKA Realty berkembang dari unit bisnis properti menjadi perusahaan pengembang dengan portofolio yang mencakup hunian tapak, apartemen, kondotel, hotel, gedung perkantoran, hingga layanan manajemen properti.
Melalui merek Tamansari, perusahaan mengusung konsep desain ramah lingkungan dan kearifan lokal di berbagai kota besar Indonesia. Transformasi bisnis juga diperkuat lewat pengembangan sektor hospitality dengan portofolio 15 hotel yang mengedepankan nilai budaya lokal.
Menurut Fery, perubahan tren industri properti global membuat aspek keberlanjutan menjadi faktor penting dalam menentukan arah investasi dan pengembangan proyek.
Karena itu, perusahaan mulai mengarahkan investasi pada green building, kawasan berbasis sustainable city, serta pengembangan produk properti rendah emisi karbon.
Dalam grand strategy ESG 2026, WIKA Realty menetapkan sejumlah fokus utama, antara lain penerapan strategi pengurangan emisi karbon dari penggunaan bahan bakar dan listrik, implementasi waste management di kantor pusat dan proyek, inventarisasi energi terbarukan, serta penetapan baseline penggunaan air.
Langkah tersebut menjadi bagian dari roadmap ESG perusahaan menuju target jangka panjang sebagai perusahaan nasional yang menjadi benchmark implementasi ESG di sektor properti dan hospitality.
Dari Penanaman Pohon hingga UMKM Hotel
Komitmen keberlanjutan WIKA Realty diterjemahkan melalui sejumlah program CSR unggulan yang menyasar lingkungan, masyarakat, hingga tata kelola perusahaan.
Di bidang lingkungan, perusahaan menjalankan program pelestarian dan penghijauan berbasis local wisdom, termasuk aksi penanaman pohon dan rehabilitasi lingkungan di sejumlah kawasan proyek. Program ini menjadi salah satu penguat pilar environmental perusahaan.
Selain itu, WIKA Realty mendorong praktik green operation melalui efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Perusahaan menerapkan penggunaan lampu LED, sensor gerak, digitalisasi dokumen, hingga penggunaan kendaraan listrik untuk operasional direksi.
Data internal perusahaan menunjukkan penggunaan listrik pada 2025 turun 5,75 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara penggunaan kertas berkurang lebih dari 40 persen berkat digitalisasi administrasi.
Pada aspek sosial, perusahaan menjalankan program pemberdayaan UMKM rantai pasok perhotelan dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada pelaku usaha lokal untuk masuk ke ekosistem bisnis perusahaan.
WIKA Realty juga menerapkan kebijakan inklusivitas melalui aksesibilitas ruang publik bagi penyandang disabilitas, peningkatan representasi perempuan di level manajerial, serta pembukaan jalur rekrutmen tenaga kerja lokal penyandang disabilitas ringan.
Sementara itu, dari sisi tata kelola, perusahaan memperkuat implementasi Whistleblowing System (WBS), pakta integritas, serta sistem manajemen anti-penyuapan guna memperkuat budaya kepatuhan dan transparansi perusahaan.
Menyatukan CSR dan Bisnis Berkelanjutan
Bagi WIKA Realty, program CSR tidak lagi berdiri terpisah dari strategi bisnis perusahaan. Seluruh inisiatif sosial dan lingkungan kini diarahkan untuk mendukung transformasi korporasi yang berkelanjutan.
Perusahaan bahkan membentuk ESG Steering Committee yang melibatkan berbagai divisi strategis, mulai dari corporate secretary, audit internal, human capital, hingga pengembangan bisnis dan teknologi informasi.
Struktur tersebut memungkinkan implementasi ESG berjalan lintas fungsi dan terintegrasi dalam pengambilan keputusan bisnis.
WIKA Realty juga mulai mengintegrasikan risiko keberlanjutan ke dalam enterprise risk management (ERM), termasuk risiko perubahan iklim, risiko sosial, dan risiko regulasi.
Menurut Fery, tantangan terbesar dalam implementasi ESG bukan hanya pada investasi teknologi atau pembiayaan hijau, melainkan membangun budaya perusahaan yang konsisten.
“Keberlanjutan harus menjadi budaya kerja dan bagian dari pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi,” katanya.
Ajang Pembelajaran Bersama
TOP CSR Awards 2026 diselenggarakan Majalah TopBusiness yang diterbitkan PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), bekerja sama dengan berbagai asosiasi CSR, praktisi GCG, akademisi, dan konsultan bisnis.
Ajang ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program CSR dan TJSL secara efektif, berkualitas, dan berdampak, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bersama bagi dunia usaha di Indonesia.
Tema tahun ini ialah “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, yakni penyelarasan CSR dan ESG untuk menciptakan nilai jangka panjang perusahaan serta mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Bagi WIKA Realty, forum tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa industri properti tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana sebuah perusahaan mampu membangun masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
