TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Perkuat Bisnis Berkelanjutan Lewat Program CSR Terintegrasi

Mi’roji
8 May 2026 | 13:54
rubrik: Business Info, CSR, Event
PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Perkuat Bisnis Berkelanjutan Lewat Program CSR Terintegrasi

Jakarta, TopBusiness – PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) menegaskan komitmennya dalam memperkuat bisnis berkelanjutan melalui implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan strategi operasional perusahaan. Komitmen tersebut dipaparkan dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (7/5/2026).

Sekretaris Perusahaan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, Aditya Yudanto, mengatakan perusahaan terus mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas bisnis, khususnya di sektor logistik energi primer nasional.

“Program keberlanjutan BAg mengacu pada panduan SDG Compass dan kami mengintegrasikan konsep Environment, Social, and Governance (ESG) ke dalam proses bisnis perusahaan,” ujar Aditya dalam pemaparannya. 

PT Pelayaran Bahtera Adhiguna merupakan perusahaan pelayaran yang berperan dalam rantai pasok energi primer PLN Group. Perusahaan memiliki visi menjadi perusahaan pelayaran global dalam solusi logistik energi primer yang terintegrasi dengan fokus menjaga keamanan pasokan energi sektor ketenagalistrikan. 

Dalam presentasinya, Aditya menjelaskan BAg menjalankan bisnis dengan dukungan lebih dari 40 kapal milik dan time charter serta lebih dari 150 kapal mitra freight charter. Aktivitas operasional perusahaan mencakup sekitar 2.000 shipment per tahun dengan jangkauan pengiriman ke seluruh Indonesia hingga luar negeri. 

Selain memperkuat bisnis logistik energi, perusahaan juga menaruh perhatian besar pada aspek tata kelola dan keberlanjutan. PT BAg telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016 serta memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG), Governance Risk and Compliance (GRC), dan ESG dalam pengambilan keputusan perusahaan. 

 “Penerapan GCG, GRC, dan ESG menjadi strategi korporasi untuk menciptakan perusahaan yang bertanggung jawab, berintegritas, berwawasan lingkungan, serta tumbuh berkelanjutan,” kata Aditya. 

BACA JUGA:   Riki: Tolak Penerapan Skema Power Wheling Dalam RUU EBET

Salah satu program unggulan yang dipaparkan dalam penjurian adalah implementasi Onshore Power Supply (OPS). Program tersebut merupakan inovasi penyediaan listrik kapal saat sandar di jetty PLTU menggunakan listrik dari darat atau grid PLN, menggantikan penggunaan mesin diesel berbahan bakar minyak. 

Menurut Aditya, penerapan OPS memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan pengurangan emisi karbon. “Penerapan OPS mampu memberikan efisiensi biaya operasional, meningkatkan keandalan sistem kelistrikan kapal, serta mengurangi emisi CO2,” ujarnya. 

Program OPS saat ini diterapkan di PLTU Suralaya, Banten untuk melayani kapal MV Adhiguna Tarahan dan MV Sartika Baruna. Dari implementasi tersebut, perusahaan mencatat penghematan biaya bahan bakar minyak sebesar Rp2,3 miliar dan penurunan biaya pemeliharaan kapal hingga 12,43 persen per tahun. 

Selain itu, perusahaan juga mencatat penurunan emisi karbon yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023, penurunan emisi mencapai 872 ton CO2 per tahun, meningkat menjadi 1.172 ton CO2 per tahun pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 1.990 ton CO2 per tahun pada 2025. 

Di sektor sosial dan ekonomi, PT BAg menjalankan program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui budidaya anggur laut atau latoh bagi kelompok nelayan di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlongo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Program tersebut melibatkan sekitar 150 anggota kelompok nelayan mitra perusahaan. 

Program itu dijalankan sebagai solusi alternatif peningkatan pendapatan masyarakat nelayan sekaligus menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar wilayah operasional.

 “Program ini bertujuan memberikan kompensasi dan solusi jangka panjang kepada nelayan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,” kata Aditya. 

Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan program pengelolaan sampah organik dapur melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Joglo Larva Center, Bekasi. Program tersebut dinilai berhasil mengurangi sampah lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. Pada 2025, volume pengelolaan sampah melalui program tersebut mencapai 27,9 ton atau rata-rata 2,3 ton per bulan. 

BACA JUGA:   Hutama Karya Pastikan Peningkatan SPM di Jalan Tol Bakter

 “Program pengelolaan sampah organik dapur melalui budidaya maggot BSF sangat layak dijadikan contoh bagi perusahaan lain terkait edukasi pentingnya memilah sampah dari lingkungan keluarga,” ujar Aditya.

Tags: PT Pelayaran Bahtera Adhiguna
Previous Post

Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih “Jawara Of The Year 2025”

Next Post

Gelar RUPST, ADHI Sepakat Rombak Manajemen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR