Centrepark Group bersama 1000 Guru membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar slogan – melainkan aksi nyata yang menggerakkan hati dan mengubah masa depan.
Jakarta, TopBusiness – Di sebuah pagi di SD Cipicung 05, Cileungsi, suara anak-anak yang berteriak riang menyambut kedatangan tamu spesial memenuhi halaman sekolah. Yang datang bukan sekadar relawan biasa — melainkan Charles Richard Oentomo, CEO & President Director Centrepark Group, bersama puluhan C-People dan para pengajar dari komunitas 1000 Guru. Hari itu, ruang kelas berubah menjadi panggung semangat, tawa, dan harapan.
— Ketika Pemimpin Memilih Hadir, Bukan Sekadar Memerintah
Di tengah padatnya agenda korporasi, keputusan seorang CEO untuk duduk bersama anakanak SD, mengajar, bermain, dan berbagi cerita adalah pernyataan nilai yang jauh lebih kuat daripada pidato manapun. Itulah yang dilakukan Charles Richard Oentomo dalam program EduCARE Journey — program CSR unggulan Centrepark Group yang lahir dari keyakinan bahwa perusahaan besar harus memberi dampak yang sama besarnya bagi masyarakat.
EduCARE Journey bukan program charity biasa. Ia adalah perjalanan kepedulian yang melibatkan langsung karyawan Centrepark — yang akrab disebut C-People — untuk mengajar, bermain, dan membangun kedekatan emosional dengan anak-anak di daerahdaerah yang membutuhkan perhatian lebih. Bukan dari jarak jauh, bukan lewat transfer dana saja, tetapi dengan kehadiran fisik dan energi yang tulus.
“Saya percaya bahwa perusahaan yang baik bukan hanya dilihat dari seberapa besar bisnisnya bertumbuh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan untuk masyarakat. Melalui EduCARE Journey, kami ingin hadir lebih dekat dengan anak-anak Indonesia, berbagi semangat, dan ikut mendukung perjalanan belajar mereka.”
— Charles Richard Oentomo, CEO & President Director Centrepark Group
— Dari Belitung hingga Rote: Jejak Kepedulian yang Tak Berhenti
Sejak diluncurkan, EduCARE Journey telah meninggalkan jejak di berbagai penjuru Indonesia. Mulai dari keindahan Belitung dengan pasir putihnya, keeksotisan Sumba yang masih alami, kesibukan Gili Trawangan yang dikenal wisatawan mancanegara, ketenangan Pahawang di Lampung, Bogor yang hijau dan dekat ibu kota, ujung barat Rote Ndao yang menjadi titik paling selatan Indonesia, hingga Cileungsi yang berada di periferi metropolitan Jakarta.
Setiap kota membawa karakternya sendiri. Setiap perjalanan membawa cerita yang berbeda. Namun satu hal yang selalu sama: semangat anak-anak yang menyala ketika ada orang dewasa yang mau datang, duduk, mendengar, dan mengajarkan sesuatu dengan cara yang menyenangkan.
Di setiap lokasi, C-People tidak datang membawa ceramah panjang. Mereka datang membawa permainan edukatif, cerita inspiratif, dan yang paling penting — ketulusan. Para siswa diajak belajar dengan metode interaktif yang jauh dari kesan formal dan kaku. Hasilnya? Kelas yang semula sunyi menjadi penuh gelak tawa dan antusias.
“Anak-anak adalah masa depan Indonesia. Ketika kita hadir, mendengar, mengajar, dan memberi semangat kepada mereka, kita sedang menanam harapan. Mungkin yang kita lakukan hari ini sederhana, tetapi bagi mereka, pengalaman ini bisa menjadi kenangan dan
motivasi yang berarti.”
— Charles Richard Oentomo
— Beyond With Care: Nilai yang Hidup dalam Aksi
Bagi Centrepark, tagline “Beyond With Care” bukan sekadar kata-kata di banner atau presentasi investor. Ia adalah komitmen yang harus tercermin dalam setiap aspek operasional perusahaan — termasuk dalam cara perusahaan hadir untuk masyarakat di sekitarnya.
Sebagai perusahaan Smart Mobility Parking Solution terkemuka yang telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, Centrepark menyadari bahwa bisnis parkir pada dasarnya adalah bisnis melayani manusia. Setiap hari, jutaan orang mempercayakan kendaraan mereka kepada sistem dan sumber daya manusia Centrepark. Kepercayaan itu tidak datang dari teknologi semata — tetapi dari budaya perusahaan yang menempatkan kepedulian sebagai inti dari segalanya.
EduCARE Journey adalah wujud nyata dari filosofi itu. Ketika C-People terjun langsung ke lapangan, mereka tidak hanya memberi manfaat kepada anak-anak — mereka juga memperkuat identitas diri sebagai bagian dari perusahaan yang berkarakter dan bertanggung jawab.
“Saya ingin C-People melihat bahwa kepedulian bukan hanya slogan. Beyond With Care harus terasa dalam cara kita bekerja, melayani, memimpin, dan hadir untuk orang lain. EduCARE Journey adalah salah satu cara kami membawa nilai itu menjadi aksi nyata.”
— Charles Richard Oentomo
— Belajar dari Anak-Anak: Pelajaran yang Tak Ternilai
Satu hal yang mungkin tidak terduga dari program EduCARE Journey adalah arah aliran ilmunya yang ternyata tidak hanya dari C-People ke anak-anak, tetapi juga sebaliknya. Para relawan yang turun ke lapangan kerap kembali dengan perspektif yang segar tentang arti ketulusan, kebahagiaan sederhana, dan semangat yang tidak membutuhkan alasan. Anak-anak di daerah terpencil, dengan segala keterbatasan fasilitas yang mereka miliki, hadir dengan kegairahan belajar yang seringkali lebih besar daripada yang kita lihat di ruang kelas ber-AC di perkotaan. Mereka mengajarkan bahwa motivasi sejati tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari rasa ingin tahu yang diberi ruang untuk tumbuh.
Bagi Charles Richard Oentomo, inilah esensi dari kepemimpinan yang bermakna: pemimpin yang mau belajar dari siapa saja, termasuk dari anak-anak. Kehadiran langsung beliau di lapangan menjadi simbol bahwa tidak ada jabatan yang terlalu tinggi untuk merendah dan berbagi dengan sesama.
— Centrepark dan 1000 Guru: Kolaborasi untuk Generasi
Program EduCARE Journey tidak berjalan sendiri. Centrepark menggandeng 1000 Guru — komunitas relawan pengajar yang telah dikenal luas atas dedikasi mereka dalam menjangkau anak-anak di pelosok nusantara — sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman lapangan dan jaringan yang kuat.
Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang ideal: Centrepark membawa sumber daya, energi korporat, dan kultur kepedulian; sementara 1000 Guru membawa metodologi pengajaran yang telah teruji, komunitas yang solid, dan kedekatan dengan realita pendidikan di akar rumput. Hasilnya adalah program yang tidak hanya berorientasi pada output jangka pendek, tetapi pada dampak jangka panjang: anak-anak yang terinspirasi, relawan yang semakin berkomitmen, dan perusahaan yang semakin kuat identitasnya sebagai korporasi berjiwa sosial.
