TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Melemah Tipis di Tengah Tekanan Saham-Saham Unggulan

Agus Haryanto
19 May 2026 | 09:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa pagi dibuka melemah tipis sebesar 0,03 poin atau 0,00 persen ke posisi 6.599,21. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09 persen ke level 650,49.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi pasar terpantau masih bergerak fluktuatif dengan frekuensi perdagangan mencapai sekitar 107 ribu kali transaksi. Volume perdagangan tercatat sekitar 1,38 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp686 miliar. Pelaku pasar cenderung bergerak hati-hati di tengah tekanan eksternal dan aksi ambil untung pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Pelemahan IHSG pada pembukaan perdagangan dipengaruhi oleh tekanan jual pada sejumlah saham unggulan. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu pemberat utama indeks setelah turun 14,97 persen ke posisi Rp880 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga melemah 14,88 persen ke level Rp3.660 per saham, sementara saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ikut terkoreksi dan menekan pergerakan indeks pada sesi awal perdagangan.

Di sisi lain, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan dan menopang laju IHSG agar tidak terkoreksi lebih dalam. Saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) tercatat menguat dan masuk jajaran top gainers pagi ini. Saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) juga mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya minat investor terhadap saham sektor energi dan komoditas. Selain itu, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bergerak di zona hijau dan menguat ke kisaran Rp18.000 per saham sehingga turut menopang indeks.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral bergerak melemah. Sektor transportasi memimpin pelemahan, disusul sektor bahan baku dan sektor industri. Tekanan di pasar saham domestik terjadi seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap perkembangan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta potensi keluarnya aliran dana asing dari pasar negara berkembang.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Menguat

Analis pasar modal menilai pergerakan IHSG masih berpotensi bergerak volatil sepanjang perdagangan. Sentimen eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga global dan pergerakan harga komoditas, diperkirakan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi psikologis pasar. Selain itu, investor domestik juga cenderung mengambil posisi wait and see sambil mencermati perkembangan data ekonomi dan kinerja emiten pada kuartal berjalan.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini, di tengah upaya pelaku pasar mencari katalis positif baru untuk mendorong penguatan indeks.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Ada Potensi Technical Rebound, Ini Enam Saham Pilihan BNI Sekuritas dari BBNI hingga BUVA

Next Post

AFTECH Panggil Indosaku Terkait Insiden Penyalahgunaan Damkar untuk Penagihan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR