TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Selasa Pagi, IHSG Dibuka Melemah

Agus Haryanto
26 May 2026 | 09:42
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Selasa pagi dibuka melemah 4,55 poin atau 0,07 persen ke level 6.201,80. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut turun 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38. Pelemahan indeks terjadi seiring tekanan pada saham-saham perbankan besar dan aksi ambil untung investor setelah penguatan terbatas pada perdagangan sebelumnya.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat cukup ramai. Volume perdagangan mencapai sekitar 718 juta saham dengan nilai transaksi harian sekitar Rp298 miliar dan frekuensi perdagangan lebih dari 63 ribu kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas berada di zona merah, menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar sejak sesi pembukaan.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama pergerakan IHSG. Saham sektor perbankan memimpin pelemahan indeks akibat aksi jual investor asing dan kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.

Berikut saham-saham penggerak indeks pada awal perdagangan:

SahamPerubahanPosisi Harga
Bank Central Asia (BBCA)turun 1,02%Rp8.725
Bank Rakyat Indonesia (BBRI)turun 1,25%Rp4.730
Bank Mandiri (BMRI)turun 0,98%Rp5.050
Telkom Indonesia (TLKM)turun 0,77%Rp2.580
GoTo Gojek Tokopedia (GOTO)turun 1,64%Rp60
Astra International (ASII)turun 0,85%Rp4.650
Amman Mineral Internasional (AMMN)naik 1,12%Rp8.125
Barito Renewables Energy (BREN)naik 0,88%Rp6.475

Secara sektoral, saham teknologi dan perbankan menjadi pemberat utama indeks, sedangkan sektor energi dan komoditas masih mampu menopang pergerakan pasar agar tidak turun lebih dalam. Penguatan beberapa saham energi terjadi seiring masih stabilnya harga komoditas global.

Analis menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Investor cenderung berhati-hati menanti arah kebijakan suku bunga global serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Di sisi domestik, pasar juga menunggu sentimen baru dari data ekonomi dan arus dana asing yang masih fluktuatif.

BACA JUGA:   Saham Hari Ini: Bumi Resources, Aneka Tambang, BNI

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada area support 6.180 hingga 6.150, sedangkan resistance jangka pendek berada di kisaran 6.260 sampai 6.300. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi kembali menguji level support psikologis, namun peluang rebound masih terbuka apabila saham-saham big caps mulai mengalami penguatan pada sesi perdagangan berikutnya.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Riset NTT Data: Perusahaan Perlu Merancang Ulang Sistem AI

Next Post

‎Sukses Bor Sumur MJ-169 di Musi Banyuasin, PEP Zona 4 Buka Keran Sumber Cadangan Minyak Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR