Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 1.96%, ke level 5,999.04 namun masih disertai dengan net sell asing Rp299 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, KLBF, AMMN dan JSMR.
Untuk perdagangan hari ini, Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana mengatakan, laju IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas.
“Dengan kondisi itu, maka level support IHSG diproyeksi di rentang 5960-5920 dan level Resist IHSG akan berada di kisaran 6060-6120,” ujar Lutfi dalam risetnya, Jumat (26/6/2026).
Trading Idea hari ini: JPFA, MDKA, ASII, GULA, DSSA, dan RMKE
- JPFA Spec Buy dengan area beli di 2010-1990, dengan target dekat di 2040-2070. Cutloss di bawah 1985.
- MDKA Spec Buy dengan area beli di 2890-2870, cutloss di bawah 2860. Target dekat di 2940-2980.
- ASII Spec Buy dengan area beli di 4900-4880, cutloss di bawah 4870. Target dekat di 5000-5075.
- GULA Spec Buy dengan area di 645-640, dengan target dekat di 655-665. Cutloss di bawah 635.
- DSSA Spec Buy dengan area beli di 825-820, cutloss di bawah 820. Target dekat di 845-855.
- RMKE Spec Buy dengan area beli di 2340-2320, cutloss di bawah 2320. Target dekat di 2380-2410.
Global Overnight Review
Wall Street Mixed, Penurunan Saham Teknologi Lebih Besar dari Optimisme Prospek Chip. Indeks utama Wall Street ditutup beragam (mixed) pada perdagangan Kamis (25/6), terseret oleh penurunan saham perusahaan teknologi besar.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,14%, S&P 500 turun tipis 0,01% dan Nasdaq Composite melemah 0,46%.
Pergerakkan dipimpin oleh saham industri, naik 2,2%. Saham barang konsumsi non-esensial dan barang konsumsi esensial mencatat penurunan terbesar, sementara saham teknologi turun 0,1%.
Selain itu, saham Apple merosot 6,1% setelah menaikkan harga iPad dan MacBook untuk mengimbangi kenaikan biaya chip memori dan penyimpanan.
Saham Nvidia, Microsoft, dan Alphabet juga turun antara 0,5% dan 3,5%. Saham Micron melonjak 15,7% setelah pendapatan dan perkiraan melampaui konsensus.
Namun, kekhawatiran atas pengeluaran yang didukung utang oleh perusahaan-perusahaan hyperscale dan ketakutan akan kebijakan The Fed yang mengetat terus membebani pasar.
Saham produsen chip memori Sandisk melonjak 22%. Saham Qualcomm, Western Digital, dan Seagate Technology turut mengalami kenaikan.
Departemen Perdagangan AS merilis sejumlah data pada hari Kamis. Inflasi AS meningkat lebih lanjut pada bulan Mei, mencapai 4,0% karena harga energi yang lebih tinggi, dan berpotensi mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Pembacaan akhir data PDB kuartal pertama menunjukkan ekonomi tumbuh sebesar 2,1%, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 1,6%.
sementara itu, data klaim pengangguran menunjukkan penurunan yang lebih tinggi dari perkiraan dalam jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran.
Mayoritas Bursa Asia Menguat. Mayoritas Bursa Asia menguat pada perdagangan Kamis (25/6).
Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 4,61%, Hang Seng Hong Kong turun 1,43%, Taiex Taiwan naik 0,46%, Kospi Korea Selatan melonjak 5,42%, ASX 200 Australia turun 0,68%, Straits Times bertambah 0,06% dan FTSE Malaysia berkurang 1,09%.
Sementara itu, kinerja bursa Asia mengikuti optimisme di Wall Street setelah Micron mengungkapkan bahwa pelanggan telah berkomitmen membeli chip memorinya senilai US$ 22 miliar.
Di sisi lain, Qualcomm memproyeksikan pendapatan bisnis pusat data mencapai US$ 15 miliar pada tahun 2029. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg).
