Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.28%, disertai dengan net sell asing ~854 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, TLKM, BBRI dan AADI.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi rebound ke 5850-5870.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi berada di rentang 5750-5800 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 5850-5870,” ujar Fanny, dalam risetnya, Selasa (30/6/2026).
Trading Idea hari ini: DSSA, CUAN, MYOR, INCO, MBMA, dan MINA
- DSSA Spec Buy dengan area beli di 815-825, cutloss di bawah 800. Target dekat di 835-840.
- CUAN Spec Buy dengan area beli di 570, cutloss di bawah 550. Target dekat di 585-610.
- MYOR Spec Buy dengan area beli di 1835-1870, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1900-1950.
- INCO Buy on Weakness dengan area beli di 4300-4400, cutloss di bawah 4270. Target dekat di 4500-4600.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 484-494, cutloss di bawah 484. Target dekat di 500-525.
- MINA Spec Buy dengan area beli di 240-258, cutloss di bawah 240. Target dekat di 268-276.
Global Overnight Review
Wall Street Melesat, Dow Jones Catat Rekor Baru. Indeks-indeks saham Wall Street mengawali pekan dengan rally kuat, indeks Dow Jones mencetak dalam sejarah di atas level 52.000, didorong kenaikan saham Alphabet pada hari pertama bergabung sebagai anggota baru indeks tersebut serta penguatan sektor teknologi.
Senin (29/6), Dow Jones naik 0,59% ke level 52.182,74. Sementara itu, S&P 500 melesat 1,18% dan Nasdaq Composite melonjak 2,07%.
Saham Alphabet melesat hampir 5%, kinerja positif tersebut memperkuat optimisme investor terhadap saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Saham Comcast juga naik 4,4% setelah perusahaan mengumumkan rencana memisahkan bisnis media dan teknologinya menjadi dua perusahaan publik.
Proses pemisahan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu tahun. Selain itu, saham Astera Labs melesat sekitar 16%, KLA sekitar 12% dan Applied Materials hampir 11%.
Sentimen pasar turut dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Investor menyambut positif kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk menghentikan aksi militer dan menjamin kebebasan pelayaran kapal dagang di Selat Hormuz.
Kesepakatan tercapai setelah kedua negara terlibat aksi saling serang pada akhir pekan yang sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Bursa Asia Mixed, Mayoritas Indeks Menguat. Bursa Asia Sebagian besar naik pada perdagangan Senin (29/6). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,45%, dan Topix menguat 1,48%.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 1,57%, Taiex Taiwan bertambah 0,96% dan ASX 200 Australia bertambah 0,68%. Sedangkan, Kospi Korea Selatan turun 0,20%. Selain itu, Straits Times menguat 0,33% dan FTSE Malaysia melemah 0,11%.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah semakin intensif, setelah Iran menyerang sebuah kapal yang mengangkut minyak Qatar, dan pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain yang menyebabkan serangan balasan dari AS.
Harapan akan perdamaian abadi antara AS dan Iran serta optimisme perdagangan teknologi membuat saham global berada di jalur yang tepat untuk kuartal terbaiknya sejak tahun 2020.
Di sisi Asia, pada bursa Korea Selatan, dimana Samsung Electronics Co dan SK Group akan mengumumkan rencana investasi besar bersamaan dengan insiatif kebijakan. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg).
