TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Groundbreaking Proyek Abadi Blok Masela, Tonggak Baru Industri Migas Nasional

Albarsyah
15 July 2026 | 13:04
rubrik: Business Info
PGN Jadi Calon Pembeli Gas Blok Masela

Jakarta, TopBusiness – Setelah menanti hampir 27 tahun sejak Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Masela ditandatangani pada 1998, Proyek Abadi Blok Masela akhirnya memasuki fase pembangunan fisik. Pemerintah menjadwalkan seremoni groundbreaking pembangunan fasilitas pengolahan gas alam cair (onshore LNG) pada 16 Juli 2026 di kawasan Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Menurut rencana, seremoni tersebut akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan para pemangku kepentingan sektor energi. Turut dijadwalkan hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman, Plt Kepala BLU Lemigas M. Ikhsan Kiat, serta jajaran pimpinan SKK Migas, Kementerian ESDM, dan pelaku industri migas nasional.

Groundbreaking tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia, sekaligus mengakhiri perjalanan panjang yang selama bertahun-tahun diwarnai berbagai tantangan, mulai dari perubahan konsep pengembangan, penyusunan ulang desain teknik, hingga penyelesaian aspek perizinan dan pembebasan lahan.

Blok Masela yang berada di Laut Arafura, sekitar 150–160 kilometer dari Pulau Yamdena, menyimpan Lapangan Abadi yang merupakan salah satu cadangan gas terbesar di Indonesia. Proyek ini diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, memasok sekitar 150 MMSCFD gas pipa, serta menghasilkan kondensat dalam jumlah signifikan.

Dengan estimasi investasi mencapai sekitar US$20 miliar, Proyek Abadi Masela menjadi salah satu investasi strategis yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Perjalanan proyek sempat mengalami berbagai penyesuaian setelah pemerintah menetapkan konsep pembangunan kilang LNG di darat (onshore LNG), menggantikan rencana awal pembangunan fasilitas terapung (Floating LNG/FLNG). Keputusan tersebut memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah, meski mengharuskan penyusunan ulang desain proyek, kajian teknik, serta proses perizinan.

BACA JUGA:   Laju Otomotif Terdorong Insfrastruktur

Saat ini operator proyek tetap berada di bawah INPEX Masela Ltd bersama PT Pertamina Hulu Energi, dengan Petronas sebagai mitra strategis setelah mengambil alih kepemilikan yang sebelumnya dimiliki Shell.

Sebagai proyek yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan pembangunan Masela dinilai tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama, serta masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Koordinasi intensif dalam penyelesaian berbagai aspek perizinan, pembebasan lahan, hingga sinkronisasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting yang mengantarkan proyek ini menuju tahap konstruksi.

Menjelang pelaksanaan groundbreaking, aktivitas di Saumlaki mulai meningkat. Berbagai peralatan konstruksi, logistik, serta fasilitas pendukung telah berdatangan untuk mendukung dimulainya pembangunan fisik proyek.

Masyarakat setempat menaruh harapan besar terhadap kehadiran Proyek Abadi Masela. Investasi berskala besar tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas pelabuhan, pembangunan infrastruktur, berkembangnya sektor jasa, transportasi, perhotelan, logistik, hingga memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Groundbreaking pada 16 Juli 2026 bukan menjadi akhir perjalanan proyek, melainkan awal dari pembangunan berbagai fasilitas utama, meliputi kilang LNG darat, jaringan pipa bawah laut, fasilitas produksi lepas pantai, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), serta infrastruktur pendukung lainnya.

Pemerintah menargetkan Lapangan Abadi mulai berproduksi pada akhir dekade ini sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan gas nasional, meningkatkan investasi sektor energi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Blok Masela kini memasuki babak baru. Setelah hampir tiga dekade berada dalam tahap perencanaan dan persiapan, proyek strategis nasional itu akhirnya mulai diwujudkan menjadi infrastruktur energi yang diharapkan memberikan manfaat besar bagi bangsa dan masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Tags: Blok Maselaskk migas
Previous Post

TRIS Akuisisi 75% Saham PT Lifestyle Pratama

Next Post

Agar Abang Ojol Kian Nyaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR