TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonomi Makro Diharapkan Jaga Pertumbuhan Sektor Properti

Achmad Adhito
22 July 2026 | 16:06
rubrik: Business Info
FOTO – REI Gelar Indonesia International Property Expo 2019 

Pameran Properti (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Di semester II 2026, sektor properti akan masuk ke zona yang kira-kira sama dengan di waktu sebelumnya. Dalam hal itu, ada sejumlah faktor resisten, misalnya suku bunga acuan BI Rate akan tren naik. Begitu pula dengan suku bunga kredit perbankan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Riset dan Konsultasi CBRE Indonesia, Anton Sitorus, dalam paparannya ke media massa, hari ini, di Jakarta.

Ia mengatakan bahwa, di waktu yang sama, indikator makro ekonomi Indonesia masih cukup terjaga. “Hal inilah yang diharapkan bisa menjaga momentum pertumbuhan sektor properti,” ia mengatakan.

Yang juga perlu dicermati adalah bahwa, di saat indikator makro seperti pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) mencatatkan pertumbuhan 5,61% year on year di kuartal pertama 2026, indikator lain tak demikian. Misalnya, neraca perdagangan mencatatkan defisit USD61 juta di Mei 2026.

“Kondisi itulah yang membuat kita akan masuk situasi ‘susah-susah gampang’ di semester II 2026,” papar dia.

Pada semester II 2026 tersebut, sektor bisnis pasti mengambil langkah-langkah yang efisien untuk merespons kondisi pasar.

Di waktu yang sama, Senior Director CBRE Indonesia, Judy Sinurat, menjelaskan sejumlah hal tentang pasar properti Jakarta di kuartal II 2026. Ia mengatakan bahwa ada keberlanjutan momentum penyewaan ruang kantor di kawasan CBD atau pun non-CBD. “Terbatasnya pasokan baru, turut berkontribusi kepada naiknya kondisi pasar serta pertumbuhan tarif sewa ruang kantor,” kata Judy.

Adapun Senior Director CBRE Indonesia, Albert Dwiyanto, mengatakan bahwa ada perubahan dalam cara perusahaan mengevaluasi lokasi kantor. Meski alamat prestisius tetap berperan vital, kini konektivitas dan kemudahan akses menjadi faktor yang sama pentingnya. “Konektivitas bukan sekadar nilai tambah, tapi menjadi faktor utama yang menjadi daya saing bisnis dalam jangka panjang,” ucap Albert.

BACA JUGA:   CBRE Ekspansi Bisnis Besar di Indonesia, Nilai Pasar Perumahan Tetap Kuat Manfaatkan Infrastruktur Baru

Head of Capital Market and Industrial Services, Ivana Susilo, mengatakan bahwa penyerapan lahan industri di Jabodetabek di kisaran 62 hektare di kuartal II 2026. “Hal tersebut mendorong tingkat okupansi kawasan industri Jabodetabek menjadi 91,2%,” ucap Ivana.

Operator pusat data (data center) terus berperan signifikan dalam permintaan lahan. “Hal ini khususnya di Cikarang,” kata Ivana.

Tags: cbre indonesiaekonomi makro dan properti
Previous Post

Jasa Raharja Cetak Kinerja Gemilang, Laba Tembus Rp 2,3 Triliun

Next Post

IHSG Ditutup Melemah, Tekanan Saham Big Caps Menahan Laju Indeks

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR