Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda) terus memperkuat penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keuangan daerah, melindungi dana nasabah, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebagai lembaga keuangan mikro milik Pemerintah Kabupaten Lamongan, BPR Bank Daerah Lamongan menghadapi berbagai risiko yang khas dan memerlukan tata kelola yang terintegrasi. Penerapan GRC dinilai menjadi fondasi penting agar bank tetap sehat, terpercaya, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda), Nur Rahmawati, S.E, menegaskan bahwa penguatan GRC bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan perbankan yang aman dan berkelanjutan.
“Penerapan Governance, Risk, and Compliance sangat penting bagi PT BPR Bank Daerah Lamongan untuk menjaga stabilitas keuangan, melindungi dana nasabah lokal, serta memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai ketentuan OJK. Dengan tata kelola yang baik, kami dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat peran bank dalam mendukung UMKM di Lamongan,” ujar Nur Rahmawati kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 secara daring dari Jakarta, Selasa (04/8/2026).
Selain pimpinan tampak hadir Direktur Operasional & Bisnis Dedy Rachmadi Wibowo, S.E., M.M, lalu Direktur Kepatuhan Mohammad Nasir, S.Pd., M. Kemudian, Haris Bashory Ismail sebagai Kepala Divisi Operasional dan Layanan Pelanggan serta Pengembangan Kantor, serta Lasim, S.E., M.M (Kepala Divisi Umum dan Sumber Daya Manusia).
Menurut Nur Rahmawati, implementasi GRC di lingkungan PT BPR Bank Daerah Lamongan difokuskan pada enam aspek utama.
Pertama, peningkatan kualitas tata kelola perusahaan melalui penguatan fungsi pengawasan, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan bank.
Kedua, pengelolaan profil risiko secara proaktif, yaitu dengan mengidentifikasi potensi risiko sejak dini dan melakukan mitigasi yang tepat agar operasional bank tetap terkendali.
Ketiga, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, baik ketentuan OJK maupun peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur industri perbankan.
Keempat, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk nasabah, pemerintah daerah, dan mitra usaha, melalui praktik bisnis yang sehat dan bertanggung jawab.
Kelima, memperkuat sistem pengendalian internal guna mencegah terjadinya fraud, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran prosedur.
Keenam, mendukung strategi keberlanjutan perusahaan dengan menyediakan informasi dan pengendalian yang memadai untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Nur Rahmawati menambahkan bahwa keberhasilan implementasi GRC memerlukan dukungan seluruh unsur organisasi, mulai dari jajaran direksi, dewan pengawas, hingga seluruh pegawai.
“Kami terus membangun budaya kerja yang menjunjung integritas, kepatuhan, dan manajemen risiko. Dengan koordinasi yang baik di seluruh lini organisasi, PT BPR Bank Daerah Lamongan diharapkan semakin tangguh menghadapi tantangan industri perbankan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” tambahnya.
Melalui penguatan GRC, PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda) optimistis dapat mempertahankan kinerja yang sehat, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjadi mitra terpercaya dalam pengembangan UMKM dan perekonomian Kabupaten Lamongan.
Integrasi GRC untuk Mendorong Inklusi Keuangan
BPR Bank Daerah Lamongan terus memperkuat penerapan model integrasi GRC sebagai langkah strategis dalam mendukung ekspansi inklusi keuangan, penguatan pembiayaan UMKM, serta peningkatan kesehatan dan efisiensi operasional perusahaan.
Nur Rahmawati mengatakan bahwa strategi utama perseroan saat ini adalah memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat melalui program inklusi keuangan dan layanan jemput bola di wilayah Lamongan.
Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, dapat lebih mudah mengakses layanan perbankan tanpa terkendala jarak dan keterbatasan layanan.
“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, dapat mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah. Karena itu, pendekatan jemput bola terus kami optimalkan agar layanan BPR hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Nur Rahmawati.
Ia menjelaskan, penerapan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan difokuskan pada penguatan pembiayaan UMKM dan peningkatan kesejahteraan komunitas lokal. BPR Bank Daerah Lamongan berkomitmen menjadikan sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Pembiayaan UMKM bukan hanya soal bisnis, tetapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” tambahnya.
Dari sisi manajemen risiko, perseroan menempatkan mitigasi Non Performing Loan (NPL) dan risiko kredit sebagai prioritas utama. Penguatan analisis kredit, pemantauan kualitas pembiayaan, serta pendampingan kepada debitur dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kualitas aset perusahaan.
Sementara itu, pada aspek kepatuhan (compliance), BPR Bank Daerah Lamongan memastikan akurasi laporan keuangan dan kepatuhan terhadap ketentuan POJK yang berlaku bagi BPR. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan daerah.
Dalam mendukung tata kelola perusahaan yang baik, fungsi audit internal juga terus diperkuat melalui evaluasi efektivitas pengendalian kredit, operasional, dan teknologi informasi.
“Audit internal menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan pengendalian yang diterapkan benar-benar efektif,” jelas Nur Rahmawati.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penerapan model integrasi GRC akan tercermin pada peningkatan kinerja perusahaan, terutama dalam menjaga kesehatan finansial, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan.
“Kami optimistis integrasi GRC yang kuat akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan PT BPR Bank Daerah Lamongan yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
