TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PGEO Torehkan Laba Bersih US$ 79,605 Juta, Meningkat 15,48% di Semester I

Busthomi
4 August 2026 | 16:49
rubrik: Capital Market
PGEO Serahkan Dokumen Teknis PLTP Bukit Daun Bengkulu ke PLN

Salah satu proyek panas bumi yang dikembangkan PGEO, PLTP Bukit Daun di Bengkulu berkapasitas 2x25 MW dan 2x5 MW. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus memperkuat kinerja operasional melalui penerapan operational excellence yang konsisten di seluruh wilayah kerja.

Hal tersebut disampaikan Perseroan dalam paparan public kinerja keuangan (earnings call) semester I-2026 yang diselenggarakan secara virtual. Strategi tersebut mendorong peningkatan produksi listrik sekaligus menopang pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan pada semester I-2026.

Produksi listrik PGE pada semester I-2026 mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kontribusi hampir seluruh wilayah operasi PGE, termasuk peningkatan produksi di Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Karaha, serta kontribusi penuh PLTP Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi komersial pada akhir Juni 2025.

Peningkatan produksi tersebut turut mendorong pendapatan Perseroan menjadi US$235,027 juta atau tumbuh 14,7 persen secara tahunan, serta laba bersih sebesar US$79,605 juta atau meningkat 15,48 persen dibandingkan semester I-2025.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan kinerja operasional yang solid menjadi pondasi utama bagi pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan arus kas Perseroan pada semester pertama tahun 2026.

“Sejalan dengan pertumbuhan produksi listrik sebesar 13,62 persen, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sehat. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan kami dalam mengoptimalkan operasi pembangkit untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik nasional,” terang dia, Selasa (4/8/2026).

“Kualitas pertumbuhan laba Perseroan juga tetap sangat baik karena sebagian besar peningkatan laba berasal dari kinerja operasional, sementara faktor non operasional hanya memberikan tambahan dukungan,” ujar Fransetya lagi.

Fransetya menambahkan, beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 serta penyelesaian sejumlah aset produktif baru merupakan tonggak penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

BACA JUGA:   Bukukan Marketing Revenue Rp1,89 Trilun Selama 2024, TRIN ‘Pede’ Sambut Tahun Ini

Seiring mulai beroperasinya asset aset tersebut, beban penyusutan meningkat sehingga gross profit margin tercatat sedikit menurun menjadi 55,5 persen.

Kondisi ini bagian dari ekspansi kapasitas dan investasi yang dilakukan PGE untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dalam jangka panjang.

Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, mengatakan keberhasilan operasi bagi PGE tidak hanya diukur dari besarnya produksi listrik, tetapi juga dari kemampuan Perseroan mengoperasikan aset secara aman, andal, dan efisien untuk mendukung pasokan listrik nasional.

“Hal ini kami capai melalui pengelolaan reservoir yang disiplin, pemeliharaan yang terencana, serta kolaborasi yang erat di seluruh wilayah kerja, sehingga Perseroan mampu menjaga keandalan operasi sekaligus mengoptimalkan utilisasi asset,” katanya.

“Keunggulan operasional inilah yang kemudian kami terjemahkan menjadi peningkatan produksi pada semester pertama tahun 2026,” ujar Andi lagi.

Keandalan operasi tersebut tercermin dari sejumlah indicator operasional Perseroan. Hingga semester I-2026, PGE membukukan availability factor sebesar 99,71 persen, capacity factor sebesar 90,42 persen, serta unplanned outage rate yang hanya mencapai 0,11 persen.

Capacity factor tersebut jauh berada di atas rata-rata perusahaan panas bumi global yang umumnya berada pada kisaran 75 hingga 80 persen. Capaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset pembangkit sekaligus menjaga kualitas operasi secara konsisten.

Pencapaian tersebut didukung oleh berbagai inisiatif operasional di setiap wilayah kerja. Di Kamojang, peningkatan produksi ditopang oleh meningkatnya permintaan listrik, tambahan pasokan uap, serta selesainya penyambungan pemipaan make-up well yang menambah sekitar 41 MW kapasitas pasokan uap sejak Maret 2026.

Di Ulubelu, tambahan pasokan uap dari Cluster M sejak Mei 2026 meningkatkan kapasitas listrik sekitar 35 MW yang diiringi optimalisasi jadwal pemeliharaan sehingga pembangkitan dapat beroperasi lebih efektif.

BACA JUGA:   Laba Bersih WIKA Kuartal I-2021 Capai Rp105 Miliar

Sementara itu, Lahendong mampu menjaga produksi tetap stabil seiring meningkatnya dispatch listrik dari PLN, Lumut Balai mencatatkan peningkatan produksi lebih dari dua kali lipat berkat beroperasinya Unit 2, sedangkan Karaha terus menunjukkan tren pemulihan positif melalui Karaha Recovery Program.

Keandalan tersebut menjadi modal penting bagi Perseroan dalam memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Menurut Andi, tingginya keandalan operasi tersebut memungkinkan Perseroan merespons peningkatan permintaan listrik dari PLN sepanjang semester pertama tahun 2026 sekaligus memastikan pasokan listrik panas bumi tetap andal bagi sistem kelistrikan nasional.

“Ke depan, kami akan terus berfokus pada peningkatan keandalan aset, optimalisasi reservoir, penguatan budaya keselamatan kerja, serta efisiensi operasi agar Perseroan mampu mempertahankan tingkat produksi yang tinggi sekaligus mendukung target pertumbuhan kapasitas jangka panjang,” tambahnya.

Dengan keandalan operasi yang terus terjaga, PGE sebagai world leading geothermal producer optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan produksi secara berkelanjutan sekaligus mempercepat pengembangan kapasitas panas bumi.

Berlandaskan operational excellence, inovasi, dan pengembangan proyek yang berkelanjutan, Perseroan berkomitmen untuk terus menghadirkan energi bersih yang andal guna mendukung ketahanan energi nasional.

Tags: Kinerja emitenkinerja keuanganPGEOPT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Previous Post

Penguatan IHSG Didukung Sentimen Positif Pasar Domestik

Next Post

BPR Bank Daerah Lamongan Perkuat Implementasi GRC untuk Dukung Stabilitas Keuangan dan UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR