Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04 persen ke level 6.409,65 pada akhir perdagangan Jumat (7/8/2026). Penguatan ini terjadi setelah indeks bergerak positif hampir sepanjang sesi perdagangan dan ditopang oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan konsumsi.
Data BEI menunjukkan sebanyak 355 saham menguat, 235 saham melemah, dan 203 saham stagnan. Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan total volume mencapai 37,40 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp16,06 triliun.
Pelaku pasar menilai penguatan IHSG kali ini didorong oleh meningkatnya minat beli investor asing pada saham-saham big caps. Arus dana asing terutama masuk ke sektor perbankan yang dinilai masih menawarkan valuasi menarik dibandingkan pasar regional.
Selain itu, stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan ekspektasi penurunan suku bunga global turut meningkatkan sentimen positif di pasar domestik.
Analisis Pasar
Analis pasar modal menilai kenaikan IHSG ke atas level 6.400 merupakan sinyal teknikal yang cukup penting.
Penguatan BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menunjukkan investor kembali mengakumulasi saham perbankan setelah beberapa pekan bergerak terbatas. Ekspektasi pertumbuhan kredit semester II 2026 dan kualitas aset yang relatif terjaga menjadi faktor utama.
Pasar saham Asia bergerak cenderung positif seiring meningkatnya harapan pelonggaran kebijakan moneter di negara maju. Imbal hasil obligasi global yang mulai turun membuat aset berisiko seperti saham kembali diminati.
Nilai transaksi Rp16,06 triliun mencerminkan likuiditas pasar yang cukup baik. Volume perdagangan yang mencapai 37,40 miliar saham menunjukkan partisipasi investor ritel tetap tinggi.
Secara teknikal, IHSG kini berada di atas area psikologis 6.400. Support terdekat berada pada kisaran 6.350–6.380, sedangkan resistance terdekat berada pada rentang 6.450–6.500. Jika mampu bertahan di atas 6.400 dalam beberapa sesi ke depan, peluang penguatan lanjutan menuju 6.500 dinilai masih terbuka.
Meski ditutup menguat, pasar masih menghadapi sejumlah risiko eksternal, antara lain arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, potensi perlambatan ekonomi global, dan fluktuasi harga komoditas utama.
Di dalam negeri, investor juga menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III serta perkembangan inflasi beberapa bulan mendatang.
Prospek Pekan Depan
Untuk perdagangan awal pekan depan, analis memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.360–6.500 dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi diperkirakan masih menjadi pilihan utama investor institusi.
Penutupan perdagangan Jumat ini memberikan sinyal bahwa pasar domestik mulai kembali membangun momentum positif setelah sempat bergerak volatil. Namun, keberlanjutan tren penguatan tetap sangat bergantung pada konsistensi arus dana asing dan stabilitas sentimen global.
Data AI
