TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

WIKA Group Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular di Pulau Pari

Albarsyah
8 August 2026 | 14:43
rubrik: CSR
WIKA Group Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular di Pulau Pari

Jakarta, TopBusiness – Daya tarik pariwisata bahari di Kepulauan Seribu selalu membawa tantangan tersendiri, khususnya terkait lonjakan timbulan sampah. Merespons persoalan tersebut, WIKA Group melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) turun tangan membangun sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Pulau Pari.

Program bertajuk Pari Island Circular Waste Initiative yang digelar pada Kamis (6/8/2026) ini dipimpin langsung oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) selaku lead collaborator. Sinergi lintas entitas ini turut menggandeng pemerintah daerah setempat dan Komunitas Lintas Sektoral Pulau Pari. Kegiatan ini bahkan, turut dihadiri Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan beserta jajaran.

Respons Atas Kepadatan Wisatawan

Inisiatif penanganan lingkungan ini digulirkan bukan tanpa alasan. Tingginya aktivitas wisata di Pulau Pari memicu lonjakan volume sampah yang mencapai sekitar satu ton per minggunya. Angka ini sejalan dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan yang bisa menyentuh 2.500 orang pada setiap akhir pekan.

Kehadiran program kolaboratif ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, beserta jajarannya turut hadir langsung ke lokasi untuk meninjau upaya pemberdayaan masyarakat pesisir tersebut.

Tiga Inisiatif Pengelolaan

Untuk mengurai benang kusut tata kelola sampah di pulau tersebut, program TJSL WIKA Group diwujudkan melalui tiga langkah konkret.

Pertama, edukasi Sekolah Berbasis Maggot dengan pengadaan sarana pengelolaan sampah organik maupun anorganik di SD-SMP Negeri 1 Atap Pulau Pari. Program ini menggunakan metode budidaya maggot yang disertai dengan edukasi lingkungan bagi tenaga pendidik dan para siswa.

Kedua, penguatan bank sampah dengan pengembangan kapasitas Bank Sampah Pulau Pari bersama Komunitas Lintas Sektoral guna memaksimalkan sistem pemilahan sampah. Tujuannya agar limbah yang terkumpul dapat diproses menjadi barang bernilai ekonomis.

BACA JUGA:   PT MMS Integrasikan 4 Pilar CSR Melalui Kampung Berseri Astra

Terakhir, beautifikasi Pantai Kresek dengan penataan kawasan wisata pesisir Pantai Kresek yang diiringi dengan kegiatan penghijauan dan penyediaan fasilitas pendukung kebersihan untuk mencegah pencemaran laut.

Membangun Sistem, Bukan Sekadar Bantuan Fisik

Penunjukan WIKA Beton sebagai pemimpin inisiatif kolaborasi yang melibatkan sepuluh entitas WIKA Group ini didasari oleh rekam jejak pendampingan masyarakat yang telah mereka rintis di Pulau Pari sejak 2022.

Chief Sustainability Officer WIKA Beton, Verly Widiantoro, menegaskan bahwa kunci keberhasilan pelestarian lingkungan pesisir tidak hanya bertumpu pada pengadaan infrastruktur fisik, melainkan pada pembangunan ekosistem dan kebiasaan masyarakatnya.

“Saat kembali ke Pulau Pari, kami melihat semangat warga yang sangat besar untuk merawat tempat tinggal mereka. Karena itu, kami tidak sekadar memberi bantuan alat, tapi juga membangun sistem,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada Jumat (7/8).

Ia berharap implementasi ekonomi sirkular ini bisa memberikan dampak ganda yang positif bagi warga setempat.

“Kami ingin melihat warga bangga karena sampah yang dulunya jadi masalah, sekarang justru bisa menjadi rezeki untuk keluarga dan memajukan kawasan mereka sendiri,” tambahnya.

Melalui sinergi ini, WIKA Group berharap Pulau Pari dapat menjadi role model bagi destinasi wisata bahari lainnya dalam menerapkan tata kelola sampah yang mandiri, lestari, dan mampu mengangkat kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.

Tags: wika grup
Previous Post

Didukung Praktik GRC, PT Dahana Targetkan Pendapatan Rp7 Triliun di 2030

Next Post

Bendungan Tapin Jadi Andalan Menjaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR