TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hanwha Life Perkuat GRC untuk Jaga Kepercayaan Nasabah dan Keberlanjutan Bisnis

Mi’roji
13 August 2026 | 11:41
rubrik: Business Info, Event, GCG
Hanwha Life Perkuat GRC untuk Jaga Kepercayaan Nasabah dan Keberlanjutan Bisnis

Jakarta, TopBusiness – PT Hanwha Life Insurance Indonesia terus memperkuat penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Bagi perusahaan, GRC tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan upaya menjaga kepercayaan nasabah.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Hanwha Life Insurance Indonesia, Alexander dalam wawancara penjurian TOP GRC Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness melalui Zoom Meeting, Rabu, 12 Agustus 2026.

Alexander mengatakan, perkembangan industri asuransi yang semakin dinamis membuat perusahaan harus mampu mengantisipasi berbagai risiko sekaligus tetap menjaga kelincahan dalam menjalankan bisnis.

“Bagi kami, GRC bukan hanya fungsi pengendalian. GRC harus menjadi bagian dari strategi perusahaan agar setiap keputusan bisnis tetap memperhatikan risiko, kepatuhan, tata kelola, dan keberlanjutan,” ujar Alexander.

Menurutnya, kompleksitas regulasi, perkembangan teknologi digital, serta munculnya berbagai risiko baru menjadi tantangan yang harus dihadapi secara terintegrasi. Karena itu, Hanwha Life berupaya membangun GRC sebagai kemampuan yang diterapkan di seluruh organisasi, bukan hanya menjadi tanggung jawab unit tertentu.

Pendekatan tersebut terlihat dari keterhubungan antara strategi bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian internal, audit, ESG, hingga kinerja perusahaan. Dengan cara ini, risiko tidak hanya dibicarakan ketika masalah muncul, tetapi sudah menjadi pertimbangan sejak perusahaan menyusun rencana dan mengambil keputusan. 

Risiko Diukur Sebelum Menjadi Masalah

Dalam pengelolaan risiko, Hanwha Life menggunakan risk appetite dan risk tolerance sebagai batas dalam menjalankan aktivitas bisnis. Departemen Enterprise Risk Management & Know Your Customer (ERM&KYC) mengumpulkan data historis dari berbagai fungsi perusahaan untuk menentukan batas risiko.

Hasilnya kemudian disampaikan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan dan dituangkan dalam Risk Appetite Statement (RAS). Selanjutnya, fungsi manajemen risiko melakukan pemantauan, sementara fungsi bisnis menjalankan aktivitas sesuai batas risiko yang telah ditetapkan. 

BACA JUGA:   Harbolnas 2023 Incar Transaksi Rp25 Triliun

Perusahaan memantau sembilan risiko utama, yakni risiko strategis, operasional, kredit, pasar, likuiditas, reputasi, hukum, kepatuhan, dan asuransi. Pemantauan tersebut didukung 22 parameter Key Risk Indicator (KRI) yang digunakan sebagai indikator peringatan dini dan dipantau secara berkala. 

“Yang penting bagi kami adalah bagaimana risiko bisa diketahui lebih awal sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan sebelum risiko tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Karena itu, pengambilan keputusan harus tetap berada dalam batas risiko yang dapat diterima perusahaan,” kata Alexander.

Hanwha Life juga menggunakan analisis skenario dengan tiga kondisi, yakni optimis, baseline, dan pesimis. Selain itu, perusahaan menerapkan reverse stress testing untuk melihat titik kritis yang dapat mengganggu kelangsungan bisnis sekaligus mencari penyebabnya. 

Kepatuhan Dibuat Menjadi Bagian dari Sistem

Penguatan GRC juga dilakukan melalui digitalisasi. Hanwha Life memiliki sejumlah platform seperti HEBAT!, c-Lounge, EXDOMA, Hanwha Suite, serta dashboard pelaporan ERM&KYC.

Digitalisasi tersebut tidak hanya bertujuan mempercepat pekerjaan, tetapi juga membuat kontrol dan kepatuhan menjadi bagian dari proses kerja sehari-hari. Salah satu pendekatannya adalah Compliance by Design.

Sebelumnya, sejumlah proses seperti review perjanjian, penomoran dokumen, serta pelaporan gift dan entertainment dilakukan secara manual dan tersebar di sejumlah unit. Proses tersebut kemudian dipindahkan ke platform internal dengan alur persetujuan dan kontrol yang harus dilewati. Dengan demikian, jejak audit dapat terbentuk secara otomatis. 

“Kami ingin kepatuhan menjadi bagian dari cara kerja, bukan sesuatu yang baru diperiksa setelah pekerjaan selesai. Dengan kontrol yang sudah melekat di dalam sistem, proses menjadi lebih terukur dan jejak audit juga terbentuk secara otomatis,” ujar Alexander.

Pemanfaatan teknologi juga dikembangkan untuk mendukung layanan kepada nasabah. Hanwha Life menggunakan Orangetopia, Orange Smart, AI Financial Advisor, serta pengembangan program pelatihan e-LPA. Penggunaan teknologi tersebut tetap disertai pengawasan dan kajian risiko agar inovasi digital berjalan secara prudent. 

BACA JUGA:   Menteri Dody Lantik 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan 5 Staf Khusus Kementerian PU

GRC Terhubung dengan ESG

Hanwha Life juga menghubungkan GRC dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG). Pada aspek lingkungan, perusahaan menjalankan sejumlah program seperti digitalisasi, Plastic Free Movement, Green Energy Procurement, dan Connected Work.

Di sisi sosial, terdapat program Mobil SAPA (Sahabat Perempuan & Anak), literasi keuangan digital melalui “Click Today, Chill Tomorrow”, edukasi masyarakat melalui “Empowering Future Leaders”, serta kegiatan bersama RPTRA di Jakarta. Perusahaan juga menekankan prinsip fair treatment kepada seluruh nasabah. 

Untuk aspek tata kelola, Hanwha Life memiliki kebijakan ESG, program training dan awareness bagi karyawan, implementasi Business Continuity Management (BCM), serta rencana pengukuran tingkat kematangan penerapan ESG.

Alexander juga tercatat sebagai Ketua Culture & ESG Committee. Komite ini memiliki peran dalam mendorong keberlanjutan lingkungan, memperkuat dampak sosial perusahaan, serta mengintegrasikan ESG dengan kepatuhan dan manajemen risiko. 

“ESG bagi kami tidak berdiri sendiri. Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perlu terhubung dengan bagaimana perusahaan mengelola risiko dan menjalankan bisnis. Dengan begitu, keberlanjutan bukan sekadar program, tetapi menjadi bagian dari cara perusahaan bekerja,” kata Alexander.

Budaya Risiko Dimulai dari Pimpinan

Selain sistem dan teknologi, Hanwha Life menempatkan kepemimpinan sebagai bagian penting dalam membangun budaya GRC. Direksi dan Dewan Komisaris berperan dalam memberikan contoh dalam penerapan integritas, kepatuhan, kesadaran risiko, dan prinsip ESG.

Budaya tersebut kemudian diperkuat melalui pelatihan, sosialisasi, peningkatan kompetensi, serta penegakan akuntabilitas di lingkungan perusahaan. 

Alexander menilai, penerapan GRC akan lebih efektif apabila setiap karyawan memahami perannya masing-masing.

“Budaya sadar risiko dan kepatuhan tidak bisa hanya dibangun melalui aturan. Keteladanan pimpinan, pemahaman karyawan, serta rasa memiliki terhadap nilai-nilai GRC menjadi bagian penting agar prinsip tersebut benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” tuturnya.

BACA JUGA:   Hanwha Life Insurance Indonesia Kejar Target Menjadi Peringkat 10 di Industri Asuransi via HC

Upaya tersebut tercermin dalam capaian perusahaan pada 2025. Hanwha Life mencatat tidak adanya sanksi administratif maupun denda dari regulator sepanjang 2024-2025. Temuan audit internal diselesaikan tepat waktu dan tidak terdapat temuan berulang. Seluruh pelaporan berkala kepada regulator juga disampaikan tepat waktu.

Tags: PT Hanwha Life Insurance IndonesiaTOP GRC Awards 2026
Previous Post

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Ungkap Potensi Outflow hingga Rp 1 Triliun

Next Post

Danamon Perkuat GRC Terintegrasi, Laba Tumbuh Positif dan Bisnis Makin Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR