TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indah Kiat Perkuat GRC untuk Topang Strategi Bisnis Berkelanjutan

Busthomi
23 July 2026 | 15:30
rubrik: Event, GCG
Indah Kiat Perkuat GRC untuk Topang Strategi Bisnis Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IDX: INKP) terus memperkuat implementasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai bagian dari strategi utama perusahaan dalam menghadapi dinamika industri pulp dan kertas global sekaligus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan.

Perusahaan menegaskan bahwa GRC tidak lagi dipandang sebagai fungsi kepatuhan semata, melainkan menjadi fondasi pengambilan keputusan strategis yang terintegrasi dengan agenda keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Ethics & Governance, Risk & Integrity, Compliance Asia Pulp & Paper (APP) Indonesia, Azizah Aulia Wijaya, mengatakan penerapan GRC di Indah Kiat dirancang untuk menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan ketahanan perusahaan menghadapi berbagai risiko bisnis yang semakin kompleks.

“Bagi kami, penerapan GRC bukan sekadar memenuhi aspek kepatuhan. GRC merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mencapai tujuan keberlanjutan, memperkuat ketahanan operasional, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, serta mendukung pengambilan keputusan yang bertanggung jawab,” ujar Azizah dalam presentasinya pada ajang TOP GRC Awards 2026 yang digelar secara daring, Kamis (23/7/2026).

Selama sesi penjurian, tak hanya Azizah yang menerangkan terkait implementasi GRC di PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, tapi juga pimpinan lainnya. Seperti Head Corporate Risk & Integrity – David C Smith, ⁠Senior Expert CRI – Sim Geok Kwong, dan ⁠Head Ethics & Compliance – Yulia Sari. Serta beberapa tim dari manajemen lainnya.

Kembali Azizah menerangkan, perusahaan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika sosial, perubahan pasar global, tekanan terhadap rantai pasok, hingga tuntutan peningkatan standar keberlanjutan.

Karena itu, seluruh aspek tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan diintegrasikan ke dalam strategi bisnis perusahaan.

Implementasi tersebut diwujudkan melalui Integrated GRC Architecture, yang menghubungkan kepemimpinan, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian internal, digitalisasi, hingga evaluasi kinerja dalam satu kerangka kerja yang saling terintegrasi.

BACA JUGA:   Perumda Air Minum Tirta Bahari Fokus Tingkatkan Layanan ke Domestik

Azizah menjelaskan, fondasi GRC perusahaan juga diperkuat melalui Sustainability Roadmap Vision 2030 (SRV2030) yang menjadi arah strategis perusahaan dalam mencapai target-target keberlanjutan jangka panjang.

“GRC menjadi salah satu enabler dalam mencapai SRV 2030. Kami memastikan setiap proses bisnis memiliki mekanisme governance, risk management, dan compliance yang berjalan secara terintegrasi,” dia menerangkan.

Dalam implementasinya, perusahaan mengintegrasikan target pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, pengelolaan limbah, konservasi hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar area operasional ke dalam strategi bisnis perusahaan.

Data perusahaan menunjukkan hingga akhir 2024, sekitar 58% bauran energi operasional telah berasal dari energi terbarukan.

Selain itu, perusahaan berhasil menurunkan intensitas karbon sebesar 12%, intensitas energi 5%, intensitas penggunaan air 18%, serta mengurangi limbah menuju landfill hingga 90% dibandingkan baseline 2018.

Di sisi pengelolaan sumber daya alam, Indah Kiat juga mencatat seluruh pasokan serat berasal dari hutan tanaman yang dikelola secara berkelanjutan, sekaligus menjaga lebih dari 600 ribu hektare kawasan hutan alami sebagai area konservasi.

Perusahaan juga telah melakukan restorasi sekitar 38 ribu hektare kubah gambut dan mendukung perlindungan berbagai satwa prioritas seperti harimau Sumatra, gajah Sumatra, dan orangutan Kalimantan.

Menurut Azizah, keberhasilan implementasi GRC tidak hanya diukur dari aspek lingkungan, tetapi juga melalui penguatan budaya integritas di dalam organisasi.

Perusahaan mengembangkan sistem kepatuhan yang mencakup penyusunan kebijakan, pelatihan, komunikasi, pengelolaan kanal pelaporan (Speak Up), penilaian risiko integritas, pengelolaan konflik kepentingan, hingga due diligence terhadap vendor maupun mitra bisnis.

Sepanjang 2025, perusahaan menangani 275 laporan melalui mekanisme pelaporan pelanggaran, dengan tingkat respons mencapai 100%. Sebanyak 93% laporan yang diinvestigasi terbukti memiliki dasar yang kuat, sementara 71% di antaranya tergolong pelanggaran berat atau substansial.

BACA JUGA:   PT Indah Kiat Perawang Andalkan Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Strategi CSR Berbasis ESG

Selain itu, lebih dari 38.500 karyawan APP di seluruh dunia telah mengikuti pelatihan kode etik perusahaan.

Azizah menambahkan, perusahaan juga terus mengembangkan digitalisasi sebagai pendukung implementasi GRC melalui proyek transformasi Garuda+.

Program tersebut mengintegrasikan proses bisnis, data, teknologi, dan sumber daya manusia dengan mengusung prinsip Simple, Standard, Sustainable, Seamless, dan Smart untuk meningkatkan efektivitas tata kelola perusahaan.

Selain itu, fungsi audit internal juga menerapkan pendekatan risk-based audit sehingga evaluasi pengendalian internal dapat difokuskan pada area-area yang memiliki tingkat risiko tertinggi.

Audit dilakukan secara independen untuk memberikan rekomendasi perbaikan yang berkelanjutan kepada manajemen.

Perusahaan juga mengembangkan berbagai praktik terbaik, antara lain melalui Integrated Forestry and Farming System (IFFS) yang mengombinasikan konservasi hutan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan operasional, serta penerapan Speak Up Policy yang menjamin kerahasiaan, anonimitas, dan perlindungan terhadap pelapor dugaan pelanggaran.

Azizah menegaskan, seluruh inisiatif tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memastikan pertumbuhan bisnis perusahaan berlangsung secara berkelanjutan.

“Implementasi GRC yang baik telah membantu perusahaan memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, memperkuat ketahanan operasional, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab. Bagi kami, GRC merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi keberlanjutan perusahaan,” ujar Azizah.

Tantangan Global

Menurutnya, PT Indah Kiat Pulp & Paper memiliki visi menjadi perusahaan pulp dan kertas kelas dunia yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan, masyarakat, karyawan maupun pemegang saham.

Untuk mewujudkan visi tersebut, perusahaan menjalankan strategi melalui pengembangan pasar global, pemanfaatan teknologi, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari transformasi bisnis.

Azizah menjelaskan, perusahaan menempatkan integritas sebagai nilai utama dalam budaya kerja, yang kemudian diperkuat melalui nilai perusahaan lainnya seperti komitmen, continuous improvement, inovasi, serta loyalitas.

BACA JUGA:   Banyak Terobosan dan Inovasi, Kinerja Perumda Aneka Usaha Seger kian Positif Melebihi Target

Sebagai produsen pulp, kertas dan tisu, PT Indah Kiat Pulp & Paper menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika sosial, meningkatnya persaingan pasar global, hingga tantangan ketersediaan bahan baku.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) ke dalam seluruh proses bisnis.

Salah satunya melalui konservasi hutan, penguatan rantai pasok berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan efisiensi proses produksi.

“Strategi utama perusahaan adalah memperkuat sustainability melalui implementasi ESG yang diterapkan tidak hanya di lingkungan internal perusahaan, tetapi juga sepanjang rantai pasok perusahaan,” jelas Azizah.

Saat ini PT Indah Kiat Pulp & Paper mengoperasikan empat fasilitas produksi yang berada di Perawang, Serang, Tangerang dan Karawang.

Menurut Azizah, meskipun pada 2025 perusahaan menghadapi tekanan akibat penyesuaian harga produk, berbagai inisiatif efisiensi berbasis teknologi mampu menjaga daya saing operasional perusahaan.

“Melalui leverage teknologi, peningkatan efisiensi operasional, dan strategi sustainability, kami berhasil meningkatkan efisiensi proses produksi sehingga perusahaan tetap mampu menjaga daya saing di tengah dinamika pasar global,” pungkas dia.

Tags: PT Indah Kiat Pulp & Paper TbkTOP GRC Awards 2026
Previous Post

Menko Airlangga Dorong Penguatan Kapabilitas Industri Dalam Negeri untuk Akselerasi Hilirisasi dan Swasembada Energi

Next Post

Bank Jago Catatkan Laba Bersih Rp189 Miliar, Meningkat 49% di Semester I

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR