TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kepemimpinan Efektif dan Budaya GRC Jadi Fondasi Pertumbuhan BPR Bahteramas Kendari

Ahmad Churi
18 August 2026 | 13:37
rubrik: Event
Kepemimpinan Efektif dan Budaya GRC Jadi Fondasi Pertumbuhan BPR Bahteramas Kendari

PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) menempatkan aspek leadership (kepemimpinan) dan budaya Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus untuk memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri perbankan digital yang semakin pesat.

Jakarta, TopBusiness – Kepemimpinan atau leadership memegang peran penting dalam penerapan prinsip governance, risk and compliance (GRC) demi keberlanjutan bisnis perusahaan. GRC sebagai sebuah sistem, membutuhkan leader yang kapabel, agar mampu menciptakan kinerja berprinsip, sehingga organisasi atau perusahaan   bisa melakukan performa yang terukur, mencapai target dan tujuan sebagaimana yang diharapkan.

Dalam implementasi GRC, pemimpin menentukan arah kebijakan tata kelola, membangun budaya sadar risiko, dan memastikan kepatuhan terhadap aturan. Pemimpin bertindak sebagai penggerak utama agar integrasi GRC berjalan efektif dalam setiap keputusan bisnis.

Demikian beberapa poin penting terkait kepemimpinan perusahaan dalam mendukung implementasi GRC yang disampaikan Direktur Utama PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) Suryaningsih, SE, ME dalam wawancara penjurian TOP GRC Awards 2026. “Pemimpin atau pejabat tinggi perusahaan, memiliki peran strategis dalam penerapan GRC, karena mereka berfungsi sebagai penentu arah kebijakan, penjaga nilai etika, serta penggerak budaya sadar risiko. Tanpa komitmen dan keteladanan dari pimpinan puncak, GRC tidak berjalan optimal untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis. Karena itu, kami secara konsisten meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi professional sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Direktur Utama PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda), Suryaningsih dalam wawancara penjurian “TOP GRC Awards 2026” yang dilakukan secara langsung pada Kamis (13/08/2026), di Jakarta.

Sesuai tema utama TOP GRC Awards 026 “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”, BPR Bahteramas Kendari menonjolkan aspek kepemimpinan dalam wawancara penjurian TOP GRC Awards 2026 yang dihelat Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah Konsultan dan Asosiasi Bisnis serta GRC. Seperti Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), dan PaGi (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia), serta didukung oleh Akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi di Tanah Air.

BACA JUGA:   Bank NTB Syariah, Nominator Peraih TOP Human Capital Awards 2024

Judul materi yang disampaikan di depan tim juri, yakni “Kepemimpinan Efektif Melalui Budaya GRC untuk Perkembangan Bisnis BPR yang Berkelanjutan”. Sedangkan Tim Juri penilai terdiri M. Lutfi Handayani., MM MBA (CEO Madani Solusi Internasional – MSI Group), Benyamin  De Haan (Senior Advisor MSI Group-Komisaris LPK MSI Institut), dan Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks) sekaligus sebagai moderator.

Dalam presentasinya, BPR Bahteramas Kendari menegaskan visi untuk tumbuh menjadi perbankan yang mandiri, sehat dan berkelanjutan, serta memiliki daya saing digital. Arah tersebut diperkuat dengan komitmen menciptakan produk bisnis yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha bank.

Menurut Dirut Suryaningsih, penerapan GRC tidak semata-mata ditempatkan sebagai pemenuhan aspek kepatuhan, tetapi menjadi bagian dari proses pengelolaan dan pengembangan bisnis. Hal ini tercermin dari materi yang mengaitkan GRC dengan strategi, manajemen risiko, kepatuhan, audit, ESG dan kinerja perusahaan.

Budaya GRC Dimulai dari Pimpinan

Dalam paparannya, salah satu pesan penting yang kembali ditandaskan adalah bahwa efektivitas GRC sangat bergantung pada kepemimpinan dan budaya organisasi. Materi BPR Bahteramas Kendari memasukkan unsur tone at the top, budaya risiko, pelatihan dan kepemilikan tanggung jawab sebagai bagian dari penguatan implementasi GRC. Artinya, kepemimpinan tidak hanya berperan dalam menentukan arah strategi, tetapi juga memastikan prinsip tata kelola, kesadaran risiko dan kepatuhan menjadi bagian dari perilaku seluruh jajaran organisasi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan panduan TOP GRC Awards 2026 yang menekankan bahwa GRC harus dipimpin langsung oleh organ perusahaan dan dijalankan secara lintas fungsi. Selain itu, risiko, kepatuhan, pengendalian internal, audit, ESG dan kinerja diharapkan saling terkoneksi dan terintegrasi.

BPR Bahteramas Kendari-Sulawesi Tenggara sendiri merupakan salah satu bank milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang menyebut telah memperoleh kepercayaan masyarakat Kota Kendari. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan menekankan praktik bisnis yang sehat, berdaya saing, serta menjaga kualitas pengelolaan berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau GCG secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Ini Kapasitas Produksi Air Perumdam Tirta Kerta Raharja

Dalam penjurian terungkap, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah bagaimana GRC mampu memberikan nilai nyata terhadap keberlanjutan perusahaan. Materi BPR Bahteramas Kendari menempatkan GRC Value Proposition sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan. GRC dipandang harus mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan, stakeholder, nasabah maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional bank.

Pendekatan tersebut juga terlihat dari upaya bank menghubungkan aktivitas bisnis dengan agenda sosial dan lingkungan. BPR Bahteramas Kendari menyebut sejumlah kegiatan sosial masyarakat yang selaras dengan program pemerintah, antara lain dukungan terhadap program makanan bergizi, program SMF untuk perumahan, pasar murah, serta peningkatan pemanfaatan dana CSR dan gerakan Go Green yang diarahkan untuk memberikan manfaat kepada nasabah dan masyarakat.

Dengan demikian, implementasi GRC diarahkan tidak berhenti pada struktur dan prosedur, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan setiap aktivitas bisnis tetap berada dalam koridor tata kelola, pengelolaan risiko, kepatuhan dan keberlanjutan.

Dalam presentasi penjurian, BPR Bahteramas Kendari juga menunjukkan kerangka integrasi antara strategi, risiko, kepatuhan, audit, ESG dan kinerja. Kerangka tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem GRC yang terintegrasi, sesuai dengan tuntutan TOP GRC Awards 2026.

Penguatan aspek risiko juga diarahkan melalui instrumen seperti risk appetite, risk profile, Key Risk Indicator (KRI) dan scenario analysis. Sementara dari sisi teknologi, materi presentasi memasukkan pemanfaatan platform digital, dashboard, analitik serta kemungkinan penggunaan artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari penguatan pengelolaan data dan teknologi.

Bagi BPR, pendekatan tersebut menjadi semakin penting karena perkembangan bisnis perbankan menuntut kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat, namun tetap prudent. Karena itu, data dan teknologi tidak hanya diposisikan  sebagai sarana digitalisasi layanan, tetapi juga sebagai pendukung pengendalian dan pengambilan keputusan.

BACA JUGA:   Rating Sustainalitycs Jadi Top 1 Coal di Indonesia, Inilah Program CSR Unggulan PT Indo Tambangraya Megah

BPR Bahteramas Kendari juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari arah pengembangan bisnis. Perusahaan menargetkan diri untuk menjadi bank yang mandiri, sehat, berkelanjutan dan berdaya saing digital.

Untuk mencapai arah tersebut, GRC diposisikan sebagai mekanisme yang menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dengan pengelolaan risiko dan kepatuhan. Dengan model ini, pertumbuhan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kepercayaan nasabah, memenuhi ketentuan, mengelola risiko serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Materi penjurian juga mengarahkan pengukuran keberhasilan GRC pada adanya capaian, tren, kondisi before-after, penciptaan nilai, hingga contoh nyata keberhasilan implementasi GRC. Selain itu, perusahaan didorong memiliki roadmap perbaikan dan pengukuran tingkat kematangan GRC.

Dengan pendekatan tersebut, BPR Bahteramas Kendari berupaya menunjukkan bahwa GRC bukan sekadar perangkat administratif, melainkan bagian dari strategi kepemimpinan untuk membangun organisasi yang sehat, adaptif dan mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah transformasi industri perbankan.

Bagi Suryaninghsih dan jajaran manajemen, tantangan berikutnya adalah memastikan integrasi GRC tersebut semakin terukur melalui bukti capaian, pengambilan keputusan berbasis data, peningkatan kematangan tata kelola, serta dampak yang semakin nyata terhadap kinerja bisnis dan stakeholder.

Tags: BPR Bahteramas Kendari
Previous Post

FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan dan Bawa Semangat Optimisme

Next Post

Perkuat Kontribusi Sektor Jasa Keuangan Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, OJK Gelar Upacara Peringatan Kemerdekaan Ke-81 RI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR