Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (19/8/2026). IHSG turun 41,65 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.408,18 dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.449,83.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 tercatat berada di posisi 631,18, naik tipis 0,15 poin atau 0,02 persen.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi saham di BEI terpantau cukup ramai. Volume transaksi tercatat sekitar 707,1 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp287,5 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sekitar 63,16 juta kali transaksi.
Pergerakan IHSG pada awal perdagangan berada dalam tekanan. Sebanyak 203 saham tercatat melemah, 187 saham menguat, sedangkan 573 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Sejumlah indeks acuan juga bergerak variatif. Indeks KOMPAS100 melemah 0,17 persen ke level 829,30, sedangkan IDX30 menguat tipis 0,01 persen ke posisi 351,51.
Di kelompok indeks syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,45 persen ke level 223,84, sementara Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 0,36 persen ke posisi 382,72.
Dari jajaran saham LQ45, sejumlah saham tercatat mengalami tekanan pada awal perdagangan. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) turun 2,09 persen menjadi Rp1.640, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 1,09 persen ke Rp182, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 1,03 persen menjadi Rp9.625.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga terkoreksi 0,94 persen ke Rp4.210, sementara PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 0,39 persen ke Rp2.560 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 20 poin ke Rp3.080.
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru mampu bergerak positif. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,40 persen ke Rp6.325, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 0,27 persen menjadi Rp1.850, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 0,24 persen ke Rp4.160.
Pergerakan pasar pada awal sesi menunjukkan investor masih mencermati arah pasar setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup di level 6.449,83. Tekanan jual pada sejumlah saham komoditas dan emiten berkapitalisasi besar turut membebani pergerakan indeks pada awal perdagangan.
Data AI
