TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GRC Jadi Penggerak Kinerja dan Pengendalian Risiko Jasaraharja Putera

Agus Haryanto
4 September 2026 | 19:49
rubrik: Event
GRC Jadi Penggerak Kinerja dan Pengendalian Risiko Jasaraharja Putera

Jakarta, TopBusiness — Penerapan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan atau Governance, Risk, and Compliance (GRC) menjadi bagian penting dalam upaya PT Jasaraharja Putera atau JRP meningkatkan kinerja sekaligus memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

Direktur Utama JRP, Abdul Haris, mengatakan GRC tidak semata-mata dipandang sebagai instrumen kepatuhan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kinerja.

“Kami akan bercerita banyak terkait dengan pencapaian kinerja, tetapi tetap akan kami hubungkan dengan GRC. Karena bagi kami, GRC adalah mengemudi kendaraan di jalan raya,” ujar Haris, panggilan akrabnya kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 secara daring di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, penerapan GRC dapat dianalogikan seperti seseorang yang sedang mengemudikan kendaraan di jalan raya. Untuk mencapai tujuan, pengemudi harus mampu menjalankan kendaraan dengan baik sekaligus memahami kondisi di sepanjang perjalanan.

Dalam konteks perusahaan, analogi tersebut menggambarkan pentingnya integritas, kemampuan mengendalikan risiko, serta pemahaman terhadap seluruh aturan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Artinya, mengemudi dengan penuh integritas, dengan mengendalikan risiko, dan memahami seluruh aturan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan,” jelasnya.

Haris menegaskan, ketiga aspek tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penerapan GRC di JRP. Integritas menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas perusahaan, sedangkan manajemen risiko diperlukan agar berbagai potensi risiko dapat diidentifikasi dan dikendalikan.

Sementara itu, kepatuhan memastikan setiap proses dan keputusan bisnis tetap berada dalam koridor peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dengan pendekatan tersebut, GRC tidak hanya ditempatkan sebagai kewajiban administratif. Lebih dari itu, GRC menjadi instrumen yang membantu perusahaan menjalankan kegiatan usaha secara lebih terarah, terukur, dan bertanggung jawab.

Haris mengatakan, pencapaian kinerja JRP juga perlu dilihat dalam kaitannya dengan bagaimana prinsip-prinsip GRC diterapkan dalam perusahaan. Artinya, kinerja dan GRC merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

BACA JUGA:   Kinerja Mentereng Berkat Tata Kelola dan Layanan Andal, TransJakarta Terus Ciptakan Kebahagiaan Warga DKI

Melalui penerapan GRC yang konsisten, perusahaan dapat menjalankan proses bisnis dengan tetap memperhatikan aspek tata kelola, risiko, dan kepatuhan. Hal tersebut menjadi fondasi penting agar pencapaian kinerja perusahaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Bagi JRP, GRC pada akhirnya bukan sekadar seperangkat aturan yang harus dipenuhi, melainkan menjadi bagian dari cara perusahaan bergerak menuju tujuan bisnis dengan tetap menjaga integritas, mengendalikan risiko, dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Empat Pilar

Penguatan tata kelola, risiko, dan kepatuhan (GRC) terus menjadi perhatian penting JRP dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Haris mengatakan, penerapan GRC di perusahaan saat ini bertumpu pada empat kebijakan utama, yakni kebijakan mutu, keamanan informasi, sistem manajemen anti penyuapan (SMAP) dan kepatuhan, serta keberlangsungan usaha atau business continuity.

“Pertama adalah kebijakan mutu. Kami concern terhadap pelayanan prima. Apalagi sekarang di Danantara ada concern terhadap SEG 100, sehingga bagaimana kemudian kita melihat performa perusahaan itu dari mata pengguna,” ujar Haris.

Menurutnya, aspek mutu tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk atau layanan, tetapi juga bagaimana perusahaan melakukan perbaikan secara berkelanjutan, meningkatkan keamanan, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Pilar kedua adalah keamanan informasi. JRP memberikan perhatian terhadap tiga aspek utama keamanan informasi, yakni confidentiality, integrity, dan availability. Ketiganya menjadi landasan dalam memastikan informasi perusahaan tetap terlindungi, akurat, dan tersedia ketika dibutuhkan.

“Kami juga concern terhadap keamanan informasi, tiga pilar keamanan data, baik confidentiality, integrity, maupun availability,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi integritas dan kepatuhan, JRP menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dengan prinsip zero tolerance terhadap praktik penyuapan.

Implementasinya antara lain dilakukan melalui penguatan fungsi kepatuhan, pembentukan unit yang menangani aspek anti penyuapan, serta penyediaan mekanisme perlindungan bagi pelapor. Langkah tersebut ditujukan untuk membangun lingkungan perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan mendorong keberanian seluruh pihak untuk melaporkan dugaan pelanggaran.

BACA JUGA:   Mengakhiri Media Visit, Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025 Bersilaturahmi dengan Bank Sleman

“Untuk SMAP, kami menerapkan zero tolerance. Kemudian ada kepatuhan, perlindungan pelapor dalam sistem kita, serta membentuk unit kepatuhan terkait dengan anti penyuapan,” kata Haris.

Pilar keempat adalah business continuity, yang diwujudkan melalui penerapan Business Continuity Management System (BCMS). Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan perusahaan mampu mempertahankan keberlangsungan pelayanan maupun operasional ketika menghadapi gangguan atau kondisi yang tidak diharapkan.

Haris menjelaskan, BCMS diterapkan baik dari sisi pedoman maupun sertifikasi, sehingga pengelolaan keberlangsungan usaha dapat dilakukan secara terstruktur dan efektif.

“Di kelangsungan usaha, kami punya BCMS, baik terhadap pedomannya maupun sertifikasinya, untuk menjaga keberlangsungan pelayanan dan persepsi melalui pengelolaan kelangsungan usaha yang efektif,” ujarnya.

Dengan empat kebijakan tersebut, JRP berupaya membangun sistem GRC yang tidak berhenti pada pemenuhan aspek kepatuhan, tetapi menjadi bagian dari penguatan fundamental perusahaan.

Haris menegaskan bahwa perhatian perusahaan pada GRC pada akhirnya diarahkan untuk menjaga quality, security, integrity, dan resilience sebagai fondasi dalam menciptakan nilai serta keberlanjutan perusahaan.

“Intinya, kami memastikan quality, security, integrity, dan resilience terhadap nilai keberlanjutan perusahaan,” pungkas Haris.

JRP terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik di seluruh lini bisnis. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai pencapaian tata kelola perusahaan sepanjang 2025 yang menjadi bagian dari kesiapan perusahaan menghadapi tantangan bisnis pada 2026.

Dalam materi presentasi TOP GRC Awards 2026, perusahaan mencatat sejumlah indikator positif dalam penerapan tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap standar pengelolaan perusahaan.

Salah satu capaian utama terlihat dari Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 371,90 persen (audited). Angka tersebut jauh melampaui ketentuan minimum POJK Nomor 71/POJK.05/2016 sebesar 120 persen.

Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan juga mencatat stabilitas keuangan dan kinerja dengan peringkat id AA-. Sementara itu, Key Performance Indicator (KPI) tercatat sebesar 105,00, yang menunjukkan pencapaian kinerja perusahaan hingga akhir 2025.

BACA JUGA:   Bank Jombang Perkuat Human Capital Lewat Pengelolaan HCMS dan Digitalisasi

Pada aspek manajemen risiko, Risk Maturity Index (RMI) memperoleh skor 4,35 dengan predikat “Strong Practice Phase”. Capaian ini menunjukkan upaya perusahaan dalam membangun pengelolaan risiko yang semakin matang dan terintegrasi dalam proses bisnis.

Komitmen terhadap tata kelola juga diperkuat melalui penerapan berbagai standar internasional. JRP telah memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai bagian dari upaya membangun budaya integritas dan mencegah praktik penyuapan di lingkungan perusahaan.

Selain itu, perusahaan memiliki sertifikasi ISO 9001:2015Sistem Manajemen Mutu serta ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Penerapan standar tersebut menjadi landasan bagi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus keamanan informasi.

Di bidang keberlangsungan operasional, perusahaan juga telah menerapkan ISO 22301:2019 Business Continuity Management System, yang mendukung kesiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan terhadap kegiatan bisnis.

Sementara itu, aspek tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance(GCG) juga menunjukkan hasil positif. Hasil assessment GCG mencatat skor 93,39, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam memastikan pengelolaan organisasi dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut turut mendapatkan pengakuan melalui penghargaan TOP GRC Awards 2025, dengan predikat #STAR 4. Penghargaan ini menjadi salah satu bukti atas konsistensi Jasa Raharja Putera dalam mengimplementasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan secara berkelanjutan.

Memasuki 2026, perusahaan melanjutkan langkah tersebut melalui strategi penerapan tata kelola yang semakin terintegrasi. Penguatan GRC  diharapkan mampu mendukung perusahaan dalam menjaga kinerja, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dengan berbagai capaian tersebut, Jasa Raharja Putera menegaskan komitmennya untuk “selalu menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik di seluruh lini bisnis” sebagai bagian penting dari perjalanan perusahaan menuju organisasi yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan industri.

Previous Post

Pelita Air Andalkan OnTimeX untuk Jaga Ketepatan Waktu Penerbangan

Next Post

226 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Kalbar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR