TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Setelah Menguat, Rupiah Kembali Melemah Dekati Rp 14.000/Dolar AS

Nurdian Akhmad
14 May 2018 | 09:04
rubrik: Ekonomi
Rp 401 Triliun: Obligasi-Sukuk Sudah Terbit BEI

Ilustrasi pasar modal. (Foto: Klubsaham)

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah pekan kemarin menguat, kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pagi ini dan hampir mendekati kembali tren Rp 14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (14/5/2018) pukul 08.41, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.970 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.957-Rp13.970 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 23 poin atau 0,16% menjadi Rp13.968 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.938 per USD hingga Rp13.968 per USD.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jauh lebih rendah ketimbang negara lainnya.

Hingga 9 Mei 2018, selama Mei 2018 (month to date) Rupiah melemah 1,2%, Thai Bath 1,76%, dan Turkish Lira 5,27%. Sementara itu, sepanjang tahun 2018 (year to date) Rupiah melemah 3,67%, Pilipina peso 4,04%, India Rupee 5,6%, Brazil Real 7,9%, Russian Rubel 8,84%, dan Turkish Lira 11,42%.

“Apabila dibandingkan Thailand, Turki itu kondisinya memang masih lebih berat dari Indonesia,” kata Agus di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat 11 Mei 2018.

Sedangkan, sejak 1 Januari hingga 9 Mei atau secara year to date (ytd) Rupiah melemah 3,67%. Lebih rendah dibanding negara lain yakni Filipina 4,04%, India 5,6%, Brazil 7,9% dan Turki 11,4%. “Jadi secara year to date, itu kondisi kita masih dalam keadaan tidak seberat kondisi negara lain,” katanya.

BACA JUGA:   BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga
Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Smart Drop Box, Kelola Sampah Plastik Terintegrasi

Next Post

Awal Pekan, IHSG Dibuka Anjlok 0,71%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR