Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis (10/9/2026) dengan penguatan. IHSG naik 9,98 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.688,18.
Penguatan juga terjadi pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 naik 1,96 poin atau 0,30 persen ke level 666,21.
Pergerakan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan adanya upaya investor untuk kembali mengangkat indeks mendekati level psikologis 6.700. Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (9/9/2026), IHSG ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,20. Sementara itu, LQ45 berakhir turun 0,20 persen ke 664,253.
Berdasarkan data perdagangan awal yang dikutip dari IDXChannel, sekitar satu menit setelah pembukaan, IHSG bergerak naik ke level 6.696 atau menguat 0,27 persen. Pada saat tersebut, sebanyak 297 saham tercatat menguat, 121 saham melemah, sedangkan 545 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi pada fase awal perdagangan mencapai sekitar 885 juta saham dengan nilai transaksi Rp552 juta. Angka tersebut merupakan kondisi sekitar satu menit setelah pembukaan, bukan akumulasi sepanjang sesi perdagangan.
Sementara itu, angka frekuensi transaksi pada pembukaan Kamis belum tercantum dalam sumber yang dapat dikonfirmasi. Karena itu, frekuensi tidak dicantumkan agar data yang disajikan tetap akurat.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan menjadi sinyal positif setelah indeks mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Namun, kenaikan yang relatif terbatas menunjukkan investor masih berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama di tengah meningkatnya risiko eksternal.
Dari sisi pergerakan saham, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah. Kondisi tersebut menunjukkan breadth pasar yang cukup positif pada awal perdagangan. Meski demikian, jumlah saham yang stagnan masih cukup besar sehingga penguatan pasar belum sepenuhnya merata.
Analis memperkirakan IHSG masih memiliki peluang bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Area 6.700 menjadi level psikologis sekaligus resistance penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan berikutnya. Sejumlah analisis pasar menempatkan area resistance IHSG di kisaran 6.700–6.730, sementara support berada di sekitar 6.620–6.660.
Dengan posisi pembukaan di 6.688,18, IHSG hanya membutuhkan kenaikan sekitar 12 poin untuk kembali menembus level 6.700. Apabila level tersebut mampu dilewati dan dipertahankan dengan dukungan peningkatan volume serta nilai transaksi, peluang IHSG melanjutkan penguatan akan semakin besar.
Sebaliknya, apabila IHSG kembali gagal melewati 6.700 dan tekanan jual meningkat, indeks berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi. Investor perlu memperhatikan area 6.660 sebagai support terdekat, dengan support berikutnya berada di sekitar 6.620.
Sentimen eksternal juga masih menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak Brent telah menembus level 100 dolar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral.
Di dalam negeri, pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar akan menjadi salah satu penentu arah IHSG. Penguatan LQ45 yang mencapai 0,30 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan IHSG sebesar 0,15 persen, menunjukkan saham-saham unggulan relatif mendapat minat beli lebih baik pada awal perdagangan.
Dengan demikian, penguatan IHSG pada pembukaan Kamis belum cukup untuk menyimpulkan bahwa indeks telah memasuki tren naik baru. Investor masih perlu melihat kemampuan indeks menembus 6.700 disertai peningkatan aktivitas transaksi sebagai konfirmasi momentum.
Pelaku pasar disarankan tetap selektif dalam mengambil posisi dan mencermati saham-saham likuid serta sektor yang memiliki katalis positif, sembari mewaspadai potensi volatilitas akibat perkembangan pasar global dan geopolitik.
Data AI
