Jakarta, TopBusiness – Sebanyak 108 perusahaan terbaik di Indonesia meraih penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Memasuki penyelenggaraan ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2019, ajang penilaian, penghargaan, dan pembelajaran Governance, Risk, and Compliance (GRC) tersebut mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Acara puncak penghargaan ini dihadiri lebih dari 400 peserta yang mewakili perusahaan-perusahaan pemenang.
Pencapaian 108 perusahaan tersebut menunjukkan semakin luasnya perhatian korporasi di Indonesia terhadap penguatan GRC. Namun, tantangan yang dihadapi perusahaan kini bukan lagi sekadar memiliki kebijakan, struktur, dan dokumen GRC.
Lebih dari itu, GRC dituntut mampu terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mengantisipasi risiko, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan.
Tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC” pun menegaskan arah tersebut. Keberlanjutan tidak cukup ditempatkan sebagai target akhir ataupun program tambahan, tetapi perlu dirancang sejak awal dan ditanamkan ke dalam strategi, tata kelola, pengambilan keputusan, manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian, proses bisnis, budaya organisasi, hingga pemanfaatan data dan teknologi.
TOP GRC Awards diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), dan LKN Astacita, serta didukung para praktisi, konsultan GRC, dan akademisi dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.
Penghargaan Bukan Sekadar Bintang
Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2026 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness, M. Lutfi Handayani, MM., MBA, menegaskan bahwa karakter utama TOP GRC Awards terletak pada perpaduan antara kegiatan penilaian, penghargaan, dan pembelajaran.
Peserta tidak hanya memperoleh pengakuan atas capaian penerapan GRC, tetapi juga ruang untuk merefleksikan praktik yang telah dijalankan, memperoleh masukan dari Dewan Juri, melakukan benchmarking, serta mengidentifikasi area yang masih perlu diperkuat.
“Penghargaan merupakan bentuk apresiasi atas capaian. Namun, proses penilaian dan penjurian harus memberikan nilai tambah berupa insight dan agenda improvement. Kami berharap peserta tidak hanya bertanya ‘berapa bintang yang kami peroleh’, tetapi juga ‘di mana posisi kematangan GRC kami, apa gap-nya, dan apa yang perlu ditingkatkan berikutnya’,” ujar Lutfi.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan lanskap risiko dan bisnis yang semakin kompleks. Perusahaan tidak cukup hanya mengejar status patuh. GRC harus berkembang menjadi kapabilitas yang mampu memberikan insight, menjadi bagian dari pengambilan keputusan strategis, memperkuat resiliensi, dan menciptakan sustainable value.
Menuju Intelligent GRC
Ketua Dewan Juri TOP GRC Awards 2026, Dr. Antonius Alijoyo, ERMCP., CERG., menekankan bahwa Intelligent GRC bukan sekadar digitalisasi dokumen atau proses GRC.
Pemanfaatan data, teknologi, analitik, dan Artificial Intelligence harus diarahkan untuk memperkuat kualitas informasi, mempercepat deteksi risiko, meningkatkan efektivitas kontrol, serta membantu manajemen mengambil keputusan secara lebih cepat, akurat, beretika, dan bertanggung jawab.

“Perjalanan menuju Intelligent GRC adalah perjalanan menjadikan GRC semakin terintegrasi dengan bisnis—dari sekadar memenuhi kewajiban, menuju GRC yang memberi insight, mendukung keputusan strategis, memperkuat resiliensi, dan menciptakan sustainable value,” kata Antonius.
Rangkaian TOP GRC Awards 2026 juga menghadirkan sejumlah perspektif dari KNKG, Kementerian Keuangan RI, dan BPI Danantara mengenai penguatan governansi, manajemen risiko, pengendalian, akuntabilitas, keberlanjutan, hingga pemanfaatan teknologi.
Ketua Umum KNKG, Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Ph.D., menggarisbawahi pentingnya penguatan governansi yang tidak berhenti pada kepatuhan dan kelengkapan struktur, tetapi tercermin dalam perilaku etis, kualitas keputusan, perlindungan pemangku kepentingan, ketahanan, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Dalam konteks Sustainability by Design, keberlanjutan perlu dirancang sejak purpose, strategi, risk appetite, hingga alokasi sumber daya. Sementara Intelligent GRC harus memperkuat akuntabilitas manusia, bukan menggantikannya.
“Transformasi ini mengharuskan perusahaan meruntuhkan batasan ‘silo’ antar departemen dengan menyinergikan tiga standar global utama: ISO 37000 sebagai penentu arah governans yang berbasis tujuan, ISO 31000 sebagai radar manajemen risiko yang strategis, dan ISO 37301 sebagai fondasi bagi budaya kepatuhan organisasi,” kata Mardiasmo.
Sedangkan Dr. Nur Rachmad, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan RI dalam sambutannya, membawa perspektif penguatan GRC dalam menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan, akuntabilitas, pengendalian intern, dan transformasi digital. Arah pesannya menempatkan GRC sebagai bagian dari keputusan strategis: strategy, performance, risk, control, compliance, dan assurance perlu dibaca dalam satu kesatuan.

Risk dashboard perlu berkembang dari sekadar reporting menuju early warning dan decision intelligence, sedangkan pemanfaatan data dan Artificial Intelligence harus dibangun di atas digital trust, human oversight, auditability, keamanan, dan akuntabilitas.
Sementara itu, Managing Director, Risk & Sustainability BPI Danantara, Effendi Hengki, menilai GRC kini tidak lagi cukup dipandang sebagai fungsi kepatuhan semata, melainkan harus menjadi strategic enabler dan instrumen penciptaan nilai.
“GRC yang efektif membantu pimpinan mengambil risiko secara lebih berani namun tetap terukur sesuai risk appetite, melindungi nilai investasi dari risiko yang tidak diinginkan, sekaligus menangkap peluang strategis dan meningkatkan kualitas eksekusi bisnis,” ujar Effendi.

Penilaian Mengarah ke GRC Maturity
Salah satu pembaruan penting dalam TOP GRC Awards 2026 adalah penyempurnaan kriteria penilaian menuju perspektif GRC Maturity.
Penilaian tidak lagi berhenti pada pemeriksaan keberadaan kebijakan, struktur, sistem, atau dokumen. Kerangka penilaian semakin melihat bagaimana kapabilitas GRC dijalankan, diintegrasikan dengan bisnis, menghasilkan nilai, dan diperbaiki secara berkelanjutan.
Kerangka penilaian 2026 dikelompokkan dalam empat variabel besar, yakni Value and Business Impact; Governance and Integration; GRC Execution Excellent; serta Continuous Maturity.
Keempat variabel tersebut kemudian dielaborasi ke dalam 12 dimensi penilaian, yang mencakup antara lain business performance, value proposition, governance model, GRC integration, risk management excellence, compliance and integrity, internal control and assurance, sustainability by design, data and technology, leadership and culture, hingga continuous improvement.
Melalui pendekatan tersebut, penghargaan yang diraih 108 perusahaan tidak semata-mata diposisikan sebagai pengakuan atas capaian saat ini. Hasil penilaian juga diharapkan menjadi cermin bagi perusahaan untuk mengetahui kekuatan, mengidentifikasi gap, dan menyusun roadmap peningkatan GRC.
Lutfi mengatakan, benang merah dari berbagai perspektif yang disampaikan dalam TOP GRC Awards 2026 mempertegas arah transformasi GRC.
“GRC harus bergerak dari compliance menuju capability dan value; dari reporting menuju early warning dan decision intelligence; serta dari sistem yang berdiri sendiri menuju kapabilitas yang terintegrasi dengan strategi, kinerja, investasi, sustainability, teknologi, assurance, dan continuous improvement,” kata Lutfi.

Berikut daftar perusahaan pemenang TOP GRC Awards 2026:
| Lintasarta |
| PT SUCOFINDO (PERSERO) |
| PT Transportasi Gas Indonesia |
| PT PLN ENERGI PRIMER INDONESIA |
| PT TELKOM AKSES |
| PT Bank CTBC Indonesia |
| PT Pupuk Kujang |
| PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat |
| PERURI |
| PT Tansportasi Jakarta |
| PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) |
| PT PLN Enjiniring |
| PT Wijaya Karya Beton Tbk |
| PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk |
| PT Pertamina Hulu Energi |
| InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) |
| PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) |
| Daya Group |
| PT Pertamina Gas (PERTAGAS) |
| PT Jamkrida Jakarta (Perseroda) |
| PT PLN Electricity Services |
| PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk |
| PT Atome Finance Indonesia |
| PT Sinar Terang Mandiri Tbk |
| KEK Industropolis Batang |
| PT Indonesia fintopia Technology (Easycash) |
| PT Pelayaran Bahtera Adhiguna |
| PT LRT Jakarta |
| PT Pertamina Drilling Services Indonesia |
| PT Indodana Multi Finance |
| PT Hakaaston |
| PT Pupuk Iskandar Muda |
| PT Jasa Raharja |
| PT Nindya Karya (Persero) |
| Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) |
| PT Panin Asset Management |
| PT Patra Drilling Contractor (Pertamina PDC) |
| PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda) |
| PT PAGUNTAKA CAHAYA NUSANTARA |
| PT Timah (Persero) Tbk |
| PT Bank Pembangunan Daerah Bali |
| PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur |
| PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk |
| PT Brantas Abipraya (Persero) |
| PT Pos Properti Indonesia |
| PT Dahana |
| PT Liugong Finance Indonesia |
| PT Waskita Karya Infrastruktur |
| PT Krakatau Sarana Infrastruktur |
| PT Waskita Karya (Persero) Tbk |
| PT PLN BATAM |
| PT Nusantara Regas |
| PT Berdikari (Persero) |
| BPJS Kesehatan |
| PT Bina Sarana Sukses |
| BAZNAS RI |
| PT Bank Jabar Banten Syariah |
| PT PELNI (Persero) |
| PT Jasa Marga (Persero) Tbk |
| PT Super Bank Indonesia Tbk |
| Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Moico Kabupaten Bombana |
| PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) |
| PERUMDA BPR BANK DAERAH KABUPATEN MADIUN |
| PT BPR BANK DAERAH GIANYAR (PERSERODA) |
| PT BPR Bank Daerah Bangli (Peseroda) |
| PT Etos Kreatif Indonesia |
| PT IPC Terminal Petikemas |
| PT Semen Gresik |
| PT Mutuagung Lestari Tbk |
| PT Global Tiket Network (tiket.com) |
| PT BPR Kotabaru (Perseroda) |
| PT Sahabat Mikro Fintek |
| PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) |
| PT Federal International Finance (FIFGROUP) |
| PT Surabaya Industrial Estate Rungkut |
| PT Kawasan Berikat Nusantara |
| PT PLN Icon Plus |
| PT Bank Danamon Indonesia Tbk |
| PT Hanwha Life Insurance Indonesia |
| PT PLN NUSANTARA POWER CONSTRUCTION |
| PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK |
| PT Mekar Investama Teknologi |
| Lembaga Manajemen Infaq |
| PT Bank Muamalat Indonesia Tbk |
| PT BPR Bahtermas Konawe Selatan (Perseroda) |
| PT BPR BANK TULUNGAGUNG PERSERODA |
| PT BPR DELTA ARTHA PERSERODA |
| PT TUMBUH BERSAMA NANO (NANOVEST) |
| PT BPR Bank Jombang (Perseroda) |
| PT Hotel Indonesia Natour (Injourney Hospitality) |
| PT Phapros Tbk |
| PT PURADELTA LESTARI TBK |
| PT BPR ROKAN HILIR (PERSERODA) |
| PT Waskita Beton Precast Tbk |
| Perumdam Tirta Aji Wonosobo |
| PT Bank Perekonomian Rakyat Sumatera Selatan (Perseroda) |
| PT BPR BKK PURWODADI (PERSERODA) |
| Perum Perhutani |
| PT Bank BCA Syariah |
| Perum LPPNPI – AirNav Indonesia |
| PT Sinergi Gula Nusantara |
| PT Triatra Sinergia Pratama |
| PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk |
| PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) |
| PT Asuransi Jasaraharja Putera |
| PT BPR Sukawati Pancakanti |
| PT Surveyor Indonesia (Persero) |
| PT BNI LIfe Insurance |
