Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini. IHSG melemah 0,88% ke level 6.384 dan masih didominasi oleh tekanan jual.
Dalam riset MNCS Daily Scope 22 September 2026, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam. Dengan kondisi tersebut, IHSG masih berpotensi menguji kembali area 6.290-6.370.
Namun, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, masih terdapat peluang bagi indeks untuk kembali menguat menuju rentang 6.541-6.581.
Adapun level support IHSG berada di 6.371 dan 6.279, sedangkan resistance berada di 6.585 dan 6.633.
Di tengah kondisi pasar tersebut, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi perhatian investor, yaitu ASII, BBNI, DEWA, dan HRTA.
ASII – Trading Buy
Saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi ke level Rp4.820 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Namun, pergerakan saham masih tertahan oleh MA20.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi ASII saat ini berada pada awal wave [c] dari wave B pada label hitam.
Investor dapat mempertimbangkan strategi Trading Buy pada rentang Rp4.790-Rp4.820.
Target harga berada di Rp4.990 dan Rp5.200, dengan batas risiko atau stoploss di bawah Rp4.770.
BBNI – Buy on Weakness
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 0,82% ke level Rp3.620 dan masih didominasi tekanan jual. Koreksi saham tertahan oleh MA60.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].
Strategi Buy on Weakness dapat dilakukan pada rentang Rp3.440-Rp3.550.
Target harga yang ditetapkan berada di Rp3.720 dan Rp3.880, sementara stoploss berada di bawah Rp3.400.
DEWA – Buy on Weakness
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terkoreksi 1,62% ke level Rp364 dan masih menghadapi tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave C dari wave (B).
Strategi Buy on Weakness direkomendasikan pada rentang Rp334-Rp352, dengan target harga Rp396 dan Rp434.
Batas stoploss ditetapkan di bawah Rp326.
HRTA – Buy on Weakness
Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terkoreksi 3,18% ke level Rp2.130 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi HRTA saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [a] pada label hitam.
Strategi Buy on Weakness dapat dilakukan pada rentang Rp2.040-Rp2.100.
Target harga berada di Rp2.250 dan Rp2.380, dengan stoploss di bawah Rp2.000.
