TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

WPP Media Indonesia Dorong Transformasi Human Capital Berbasis AI dan Pengembangan Talenta

Mi’roji
25 September 2026 | 15:31
rubrik: Business Info, Event, HC
WPP Media Indonesia Dorong Transformasi Human Capital Berbasis AI dan Pengembangan Talenta

Jakarta, TopBusiness – PT Wira Pamungkas Pariwara atau WPP Media Indonesia memaparkan strategi pengelolaan human capital dalam sesi TOP HC Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness melalui Zoom Meeting, Kamis, 24 September 2026.

Dalam sesi wawancara penjurian tersebut, perusahaan menekankan pengembangan potensi manusia, penguatan kepemimpinan, mobilitas internal, pembelajaran berkelanjutan, kesejahteraan karyawan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Pemaparan disampaikan Ilvan Yahdi selaku Chief People Officer WPP Media Indonesia. Dalam penjelasannya, WPP Media menempatkan manusia sebagai aset utama perusahaan. Strategi human capital diarahkan untuk membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan, dengan dukungan data dan AI serta fokus pada talenta yang memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan bisnis.

Ilvan menyebutkan bahwa dalam bisnis jasa media, kualitas manusia menjadi bagian penting karena klien membutuhkan pertimbangan profesional, keahlian platform, serta kesinambungan tim. Karena itu, perusahaan menjalankan strategi untuk merekrut, mengembangkan, dan mempertahankan talenta terbaik.

“Bagi kami, people are our asset. Pengembangan human capital bukan sekadar fungsi administratif, tetapi bagian dari strategi bisnis. Kami ingin membangun organisasi yang future-ready dengan talenta yang tepat, kemampuan yang relevan, serta sistem yang memungkinkan karyawan terus berkembang,” ujar Ilvan.

Strategi tersebut dituangkan dalam konsep HR Strategy House. Aspirasi perusahaan adalah membangun organisasi HR yang siap menghadapi masa depan dan mampu menghadirkan talenta unggulan dengan dukungan data serta AI. Pilihan strategisnya mencakup investasi pada talenta yang kritikal bagi bisnis serta pembangunan HR berbasis data dan AI.

Implementasinya bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Performance & Career Growth, Mobility, dan Talent Development. Ketiganya didukung perangkat HR terintegrasi, HR Agent berbasis AI, serta kepemimpinan yang kuat. Dalam pengelolaan kinerja dan karier, perusahaan menerapkan penetapan target yang selaras dengan tujuan bisnis, regular check-in, evaluasi tengah tahun, perencanaan pengembangan, hingga evaluasi akhir tahun.

BACA JUGA:   Komitmen Dukung Start Up Tanah Air, Pertamina Gelar Pertamuda: Seed & Scale Up 2022

WPP Media juga melakukan pembaruan dalam pemetaan talenta. Sistem tradisional 9-Box digantikan dengan M-SHAPE Profiling, yang menilai kemampuan adaptasi serta mencocokkan karyawan dengan empat kategori talenta masa depan, yakni Agile Explorers, Momentum Drivers, Anchored Experts, dan Strategic Orchestrators. Pendekatan ini mempertimbangkan keterampilan masa depan, dampak terhadap bisnis, aspirasi individu, dan kemampuan karyawan.

“Kami ingin pembicaraan mengenai talenta tidak berhenti pada posisi seseorang saat ini. Yang lebih penting adalah bagaimana kemampuan, aspirasi, dan potensi mereka dapat dipetakan untuk kebutuhan bisnis di masa depan. Karena itu, pengembangan harus dibuat lebih personal dan berorientasi pada future-ready skills,” kata Ilvan.

Di sisi mobilitas, WPP Media menerapkan mekanisme Internal Mobility dan Promote to Vacancy. Karyawan mendapatkan kesempatan untuk berpindah ke peran, tim, maupun disiplin lain di dalam perusahaan. Lowongan internal juga dipublikasikan melalui program Hot Job Friday, sedangkan talenta internal yang memenuhi kualifikasi mendapatkan kesempatan terlebih dahulu sebelum perusahaan mencari kandidat dari luar.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi mempertahankan talenta. Perusahaan menyebut bahwa mobilitas internal memungkinkan karier karyawan berkembang tanpa harus meninggalkan perusahaan sekaligus membantu mempertahankan kapabilitas yang telah dimiliki organisasi.

Dalam aspek pengembangan, WPP Media menjalankan Careers Month, pembelajaran melalui WPP University, jalur pembelajaran AI melalui WPP Open, sertifikasi platform, pelatihan kemampuan masa depan, serta berbagai program kepemimpinan. Pada program Learn for Self, misalnya, karyawan mendapatkan akses pembelajaran mandiri, termasuk on-demand learning dan jalur AI yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab.

Program sertifikasi juga menjadi salah satu fokus. Materi perusahaan mencatat sertifikasi platform yang melibatkan Google, Meta, TikTok, dan DPAM. Sebanyak 72,5 persen karyawan disebut telah memiliki sertifikasi platform, sementara lebih dari 830 orang telah mengikuti pelatihan dalam setahun. Perusahaan juga mencatat tingkat pengisian posisi non-entry level secara internal sebesar 30 persen.

BACA JUGA:   Tak Sekadar Compliance, Atome Finance Jadikan GRC Motor Pertumbuhan Bisnis

“Kami melihat investasi pada pembelajaran harus memberikan manfaat bagi karyawan sekaligus bisnis. Ketika orang memiliki kemampuan yang lebih kuat, organisasi memiliki tim yang lebih siap, pekerjaan dapat dilakukan lebih efektif, dan kesinambungan layanan kepada klien juga semakin terjaga,” ujar Ilvan.

Transformasi human capital WPP Media juga mencakup pemanfaatan AI dalam berbagai tahapan siklus kehidupan karyawan. Dalam materi penjurian, AI telah digunakan pada proses talent acquisition, termasuk smart matching, asesmen kandidat, dan rangkuman interview scorecard. AI juga diterapkan pada employee experience, pembelajaran dan pengembangan, serta direncanakan untuk mendukung onboarding, mobilitas internal, pengembangan karier, dan proses offboarding.

Perusahaan menegaskan bahwa penggunaan AI tetap ditempatkan dalam kerangka tata kelola manusia. Prinsip yang ditampilkan dalam materi adalah “AI drafts. People decide.” Dengan pendekatan tersebut, teknologi digunakan untuk mengurangi pekerjaan administratif, mempercepat proses, meningkatkan kualitas informasi, dan memberikan ruang lebih besar bagi tim HR untuk menjalankan fungsi strategis.

Pada sisi employee experience, WPP Media mengembangkan pendekatan kesejahteraan melalui tiga pilar, yaitu fisik, mental, dan sosial. Program yang dijalankan antara lain klub olahraga mingguan, WPP Media Olympics, 5K Fun Run, Employee Assistance Program, serta kebijakan kerja hybrid. Materi juga mencatat lebih dari 350 anggota aktif klub olahraga, lebih dari 300 peserta WPP Media Olympics, dan lebih dari 400 peserta Fun Run.

Selain kesejahteraan, perusahaan menyediakan saluran Right to Speak untuk menyampaikan persoalan secara aman dan rahasia. Employee engagement juga dipantau melalui Pulse Survey yang mencakup pengalaman kerja, engagement, dukungan, dan aspek pendukung kinerja.

Dalam aspek kepemimpinan, WPP Media menjalankan Manager LABS Workshop untuk memperkuat kemampuan manajer melalui latihan praktis, role-play, serta simulasi situasi nyata dalam siklus kehidupan karyawan. Program tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan dari pola kepemimpinan yang bersifat top-down menjadi pendekatan yang lebih empatik dan berorientasi pada pertumbuhan.

BACA JUGA:   Genjot Penetrasi, Insurance Day Digelar di 18 Kota

“Kami tidak hanya membangun program HR. Kami ingin membangun tempat di mana orang dapat melihat masa depannya, mendapatkan kesempatan untuk berkembang, dan memilih untuk tetap tumbuh bersama perusahaan,” ujar Ilvan.

Keseluruhan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya WPP Media Indonesia membangun model human capital yang terintegrasi dengan kebutuhan bisnis. Materi penjurian menyebut lima praktik yang dikembangkan perusahaan dan dinilai dapat direplikasi, yakni internal mobility, professional certification, management trainee programme, Manager LABS, comprehensive employee wellbeing initiative, serta pemanfaatan AI dalam fungsi HR. Praktik tersebut dirancang dengan proses yang jelas, dimiliki bersama oleh para line manager, dan ditanamkan dalam cara perusahaan menjalankan bisnis.

Dengan strategi tersebut, WPP Media Indonesia menempatkan transformasi human capital bukan semata sebagai agenda HR, melainkan sebagai bagian dari upaya menciptakan organisasi yang adaptif, berbasis data, memanfaatkan teknologi, serta tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan utama.

Tags: PT Wira Pamungkas PariwaraWPP Media Indonesia
Previous Post

Anggaran Pendidikan Rp 824 Triliun Dievaluasi untuk Rancang Pendidikan Gratis

Next Post

AsetKu Perkuat Transformasi Human Capital, Fokus pada Talenta, Digitalisasi, dan Employee Experience

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR