Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan sebelumnya. IHSG terkoreksi 1,51% ke level 6.147 dan pergerakannya masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat.
Secara teknikal, IHSG telah menutup gap dan koreksinya telah mencapai area yang sebelumnya diperkirakan. Tim riset memperkirakan downtrend yang terjadi saat ini masih merupakan bagian dari wave a dari wave (x) pada label hitam. Dengan demikian, IHSG masih memiliki risiko melanjutkan koreksi untuk menguji rentang Rp6.088-Rp6.111.
Level support IHSG berada di 6.041 dan 5.984, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.419.
Di tengah kondisi pasar yang masih terkoreksi, sejumlah saham menjadi perhatian berdasarkan analisis teknikal MNCS Daily Scope.
AADI: Buy on Weakness
Saham AADI menguat 3,33% ke level Rp11.625 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Namun, penguatan tersebut masih tertahan oleh MA20. Secara teknikal, posisi AADI diperkirakan sedang berada pada awal wave [v] dari wave 3.
Strategi yang dapat diperhatikan adalah buy on weakness pada area Rp11.475-Rp11.600. Target harga berada di Rp12.050 dan Rp12.500, dengan batas risiko atau stoploss di bawah Rp11.225.
BRPT: Buy on Weakness
BRPT terkoreksi 2,32% ke level Rp1.475 dan masih menghadapi tekanan jual. Berdasarkan analisis teknikal, downtrend BRPT diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii].
Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada area Rp1.420-Rp1.460. Target harga berada di Rp1.550 dan Rp1.695, sementara stoploss ditetapkan di bawah Rp1.380.
PSAB: Spec Buy
PSAB melemah 0,93% ke level Rp530 dengan tekanan jual yang cenderung meningkat. Namun, koreksi saham tersebut masih mampu tertahan oleh MA60.
Posisi PSAB saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (1) pada label hitam, atau bagian dari wave 3 dari wave (3) pada label merah.
Untuk strategi spekulatif, area spec buy berada di Rp486-Rp505. Target harga berada di Rp555 dan Rp575, dengan stoploss di bawah Rp478.
PTRO: Sell on Strength
Berbeda dengan ketiga saham sebelumnya, PTRO direkomendasikan untuk strategi sell on strength. Saham ini bergerak melemah dan ditutup di level Rp5.300, dengan tekanan jual yang masih meningkat.
Secara teknikal, PTRO diperkirakan sedang berada di akhir wave [e] dari wave X pada pola triangle. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa ruang penguatan saham diperkirakan relatif terbatas dan masih terdapat risiko melanjutkan koreksi.
Area koreksi PTRO berikutnya diperkirakan berada di Rp4.510-Rp4.830. Strategi sell on strength dapat diperhatikan pada rentang Rp5.350-Rp5.450.
