
Jakarta, businessnews.id — Perbankan nasional pada tahun 2013 mencatatkan rasio net interest margin atau NIM paling tinggi di tingkat Asean, dengan besaran 4,89 persen.
Menurut Direktur Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Eddy Purnomo di Jakarta (2/5/2014), tahun 2013 NIM itu terkoreksi tipis akibat kenaikan BI Rate 1,5 persen menjadi menjadi 7,5 persen. Namun jika dibandingkan dengan negara Asean masih cukup tinggi.
“Tahun 2013, NIM di Thailand sebesar 2,6 persen; Filipina sebesar 3,3 persen; Malaysia 2,3 persen; Singapura 1,5 persen. Sedangkann Indonesia di kisaran 4,89 persen,” kata dia.
Angka NIM itu membuat perbankan nasional menjadi incaran bank negara tetangga tersebut. Maka, menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) perbankan 2020 perlu pembenahan menyeluruh. “Itu dengan menaikkan NIM lagi.”
“Jika hal ini terus dipertahankan, perbankan nasional pasti menang bersaing dengan bank negara tetangga,” kata dia. (ZIZ)
EDITOR: DHI