TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Regulasi Impor Perlu Pertimbangkan Eksistensi Manufaktur Domestik

Achmad Adhito
6 October 2026 | 08:40
rubrik: Ekonomi
Ini 5 Tren Digital Pendorong Transformasi Bisnis

Sumber Ilustrasi: Freepik

Jakarta, TopBusiness—Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyoroti pentingnya penataan kebijakan impor yang berpihak pada keberlangsungan manufaktur domestik. Ia menegaskan bahwa kebijakan izin impor yang terbuka tanpa batasan dan tanpa memertimbangkan kapasitas produksi dalam negeri akan membuat para pelaku industri nasional semakin sulit bertahan.
 
“Misalnya, kalau izin impor terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, sektor industri dalam negeri tentu akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang tertentu. Karena itu, kita membutuhkan kerja sama dengan banyak stakeholder,” kata Menperin Muhammad Sarmuji dalam keterangan resmi (5/10/2026).
 
Hal tersebut disampaikan Menperin seusai melakukan pertemuan dan rapat internal dengan jajaran unit kerja di lingkungan Kemenperin. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Menperin untuk mendalami kondisi sekaligus memetakan berbagai persoalan yang dihadapi sektor industri, termasuk dampaknya terhadap daya saing produk lokal, sehingga dapat dirumuskan langkah penyelesaian yang tepat dan terukur.
 
Menperin menekankan, Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) harus mengambil peran yang semakin kuat sebagai faktor pendorong atau akselerator bagi pertumbuhan industri nasional.

Seluruh jajaran Kemenperin didorong agar mampu menghasilkan langkah-langkah strategis dan terobosan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja sektor industri, serta tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi yang bersifat rutin.
 
“Keberadaan Kementerian Perindustrian harus menjadi faktor akseleratif terhadap industri-industri di bawah naungan Kemenperin. Kita harus membuat langkah-langkah besar di semua sektor supaya industri ini tumbuh makin cepat,” ujarnya.
 
Menurut Sarmuji, langkah-langkah besar perlu dilakukan agar sektor industri dapat memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap perekonomian nasional. Terlebih lagi, industri memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.
 
“Kalau pertumbuhan industrinya tidak tinggi, akan sulit mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Apalagi dalam penyerapan tenaga kerja, sektor industri mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar,” tambahnya.
 
Karena itu, Menperin meminta seluruh jajaran Kemenperin untuk aktif mengidentifikasi persoalan yang menjadi penghambat pertumbuhan masing-masing subsektor industri. Pemetaan tersebut tidak hanya diperlukan untuk mengetahui kondisi industri, tetapi juga sebagai landasan dalam menentukan kebijakan dan program yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.

BACA JUGA:   BI Rate Tetap, IHSG Turun
Tags: kebijakan impormanufaktur domestikmenperin muhammad sarmujiregulasi impor
Previous Post

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham PKPK untuk Cooling Down

Next Post

Di Awal Perdagangan Selasa, IHSG Dibuka Menguat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR