TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

AI Jadi Game Changer, Indonesia Percepat Pengembangan Data Center

Nurdian Akhmad
6 October 2026 | 14:19
rubrik: Business Info, Ekonomi
AI Jadi Game Changer, Indonesia Percepat Pengembangan Data Center

Jakarta, TopBusiness – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai bakal menjadi game changer dalam transformasi ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang lahirnya industri baru. Salah satu sektor yang paling terdorong oleh perkembangan AI adalah industri pusat data atau data center.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebutuhan terhadap data center terus meningkat seiring pesatnya pemanfaatan AI. Kondisi tersebut membuat negara-negara di dunia berlomba membangun kapasitas pusat data untuk menopang perkembangan ekonomi digital.

“Kuncinya adalah ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, dan ketersediaan air. Nah Indonesia dilihat memenuhi persyaratan tersebut sehingga kawasan ekonomi khusus digital di Bintan yang sudah sold out ini melakukan ekspansi,” ujar Airlangga dalam acara BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Airlangga dalam siaran persnya, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk menjadi salah satu basis pengembangan industri data center. Selain Bintan, ekspansi juga diarahkan ke Bekasi dan Karawang, Jawa Barat.

Kedua wilayah tersebut memiliki keunggulan karena berada dekat dengan pasar domestik. Kapasitas data center yang dikembangkan ditargetkan mencapai sekitar 600-700 megawatt dan berpotensi menambah kapasitas nasional sekitar 500 megawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Namun, perkembangan AI tidak cukup hanya ditopang oleh kapasitas komputasi. Airlangga menekankan pentingnya ketersediaan data yang berkualitas dan kredibel.

Menurutnya, AI membutuhkan data yang baik agar dapat memproses informasi secara optimal. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat basis data di berbagai sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan dengan teknologi AI.

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar. Indonesia dinilai telah memiliki basis data yang relatif baik dari pengalaman penanganan pandemi Covid-19.

BACA JUGA:   Perkuat Produksi dan Cadangan Migas Nasional, PHE Catat Kinerja Solid di Tahun 2025

Basis data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung machine learning maupun mempercepat proses clinical trial di Indonesia.

“Dengan penduduk 280 juta itu, kita bisa menjadi machine learning atau bisa menjadi bahan untuk clinical trial yang lebih cepat, sekaligus bisa mendorong perkembangan industri medicine yang sampai saat ini sebetulnya kita ketinggalan,” kata Airlangga.

Selain AI, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti machine learning, Internet of Things (IoT), dan otomasi dalam sektor industri. Teknologi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing industri nasional.

Dorong Talenta AI dan Semikonduktor

Pengembangan AI juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah memperkuat program vokasi dan kolaborasi dengan dunia usaha untuk menyiapkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Pemerintah menargetkan sekitar 15 ribu talenta dapat dikembangkan dalam tiga tahun ke depan, termasuk talenta di bidang AI dan semikonduktor.

Penguatan ekonomi digital juga mendapat momentum dari kerja sama negara-negara ASEAN melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA). Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN dari sekitar US$1 triliun menjadi US$2 triliun.

Dengan porsi sekitar 40% dari ekonomi ASEAN, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital kawasan.

Airlangga menilai perkembangan AI merupakan bagian dari transformasi ekonomi Indonesia yang lebih besar. Transformasi tersebut mencakup pergeseran dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju industri bernilai tambah tinggi, manufaktur, digitalisasi, dan jasa.

Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Pada Semester I-2026, ekonomi nasional tumbuh 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional dengan pangsa 18,50%. Sementara industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% dengan kontribusi 16,83% terhadap PDB.

BACA JUGA:   RI–AS Sepakati Arah Perjanjian Tarif Resiprokal, Target Diteken Akhir Januari 2026

Kinerja manufaktur juga kembali berada di jalur ekspansi. PMI Manufaktur Indonesia pada September 2026 mencapai 52,4, naik dari 49,8 pada Agustus 2026.

Dalam konteks tersebut, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah. Hilirisasi tidak hanya menyasar mineral dan batu bara, tetapi juga komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan.

Airlangga menegaskan hilirisasi merupakan bagian dari industrialisasi yang lebih luas, termasuk pengembangan otomotif, tekstil dan produk tekstil, fast moving consumer goods (FMCG), serta sektor strategis lainnya.

Dalam peta jalan hilirisasi 28 komoditas, pemerintah memproyeksikan potensi investasi sebesar US$618,1 miliar, ekspor US$857,6 miliar, dan nilai tambah US$235,9 miliar.

Pengembangan industri tersebut, kata Airlangga, pada akhirnya harus terhubung dengan transformasi digital dan pemanfaatan teknologi baru. Kombinasi hilirisasi, industrialisasi, energi hijau, dan digitalisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing Indonesia sekaligus membuka ruang untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8%.

“Jadi inilah kesempatan-kesempatan yang terus didorong. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun kesempatan yang ada,” pungkas Airlangga.

Tags: data centerdata center aiMenko Perekonomian Airlangga Hartarto
Previous Post

Filipina Catatkan Inflasi Tahunan 7, 2% di September

Next Post

POOL Lepas 30% Saham Pool Advista Finance ke Perusahaan Asal Singapura

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR