Jakarta, TopBusiness – PT Sariguna Primatirta Tbk (IDX: CLEO) mempercepat ekspansi kapasitas produksi dengan menargetkan pengoperasian 35 pabrik hingga akhir 2026. Ekspansi ini menjadi strategi produsen air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mengejar pertumbuhan penjualan dan laba bersih dobel digit sepanjang tahun ini.
Hingga saat ini, CLEO telah mengoperasikan 33 pabrik setelah fasilitas produksi barunya di Palu mulai beroperasi. Perseroan selanjutnya bersiap mengoperasikan dua pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak, yang akan menambah kapasitas produksi sekaligus memperkuat penetrasi pasar di berbagai wilayah Indonesia.
CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan, ekspansi telah menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perseroan sejak berdiri pada 2004. Perusahaan secara konsisten memperluas jaringan pabrik dan distribusi untuk menjangkau daerah-daerah potensial.
Langkah tersebut dilakukan di tengah persaingan industri AMDK yang semakin ketat dan kebutuhan untuk menjaga ketersediaan produk di pasar. Dengan memperluas kapasitas produksi dan jaringan distribusi, CLEO berupaya menangkap peluang permintaan air minum dalam kemasan yang terus berkembang.
Selain ekspansi pabrik, perseroan mengandalkan inovasi dan diferensiasi produk untuk memperkuat daya saing. CLEO mengembangkan berbagai inovasi kemasan, termasuk smart handle pada galon 19 liter serta botol berukuran 220 mililiter yang diklaim sebagai botol teringan di dunia.
Perseroan juga memosisikan produk air minum murni yang diproses menggunakan teknologi nano filter sebagai pembeda di industri AMDK.
Melisa menegaskan, inovasi merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
“Inovasi merupakan langkah strategis Perseroan dalam menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang dan semakin beragam,” ujarnya.
Strategi ekspansi dan pengembangan produk tersebut mulai tercermin dalam kinerja perseroan. Pada semester I 2026, CLEO mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga dua digit.
Dengan tambahan dua pabrik yang ditargetkan beroperasi tahun ini, perseroan berharap dapat memperkuat kemampuan memenuhi permintaan pasar dan menjaga momentum pertumbuhan bisnis.
“Melalui berbagai strategi tersebut, kami yakin dapat menutup tahun ini dengan meraih pertumbuhan dobel digit,” kata Melisa.
