TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

TOP Human Capital Awards 2026, Bank Jatim Paparkan Strategi SDM

Teguh Imam Suyudi
16 October 2026 | 10:04
rubrik: Event
TOP Human Capital Awards 2026, Bank Jatim Paparkan Strategi SDM

Melalui sistem Human Capital Management System (HCMS), pemetaan talenta, dan budaya belajar berkelanjutan, Bank Jatim berupaya meningkatkan kompetensi karyawan untuk menghadapi perubahan industri perbankan.

Jakarta, TopBusiness — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mengikuti Wawancara Penjurian TOP Human Capital Awards 2026 pada Kamis (15/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bank Jatim memaparkan strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) melalui presentasi bertajuk “Igniting Potential, Crowning Excellence”.

Presentasi itu menyoroti upaya Bank Jatim mengembangkan kemampuan karyawan, memperkuat sistem pengelolaan Human Capital, dan menyiapkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Strategi tersebut menjadi penting ketika industri perbankan menghadapi perubahan teknologi digital, perilaku nasabah, serta tuntutan pengelolaan risiko yang semakin kompleks.

“Bank Jatim menempatkan Human Capital sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar fungsi administrasi kepegawaian. Pengelolaan SDM diarahkan untuk mendukung produktivitas, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat daya saing perusahaan,” kata Vice President Divisi Human Capital Bank Jatim, Slamet Purwanto.

Digitalisasi pengelolaan SDM

Salah satu pendekatan yang dipaparkan adalah penerapan Human Capital Management System (HCMS), yang didukung berbagai layanan digital. Sistem ini mencakup Human Resources Information System (HRIS), Employee Self-Service (ESS), Manager Self-Service (MSS), serta alur kerja digital untuk sejumlah proses kepegawaian.

Melalui HRIS, data pegawai, penilaian kinerja, kebutuhan pelatihan, dan administrasi SDM dapat dikelola dalam satu sistem. Sementara itu, ESS memungkinkan karyawan mengakses layanan kepegawaian secara mandiri. Adapun MSS membantu atasan menjalankan fungsi manajerial, termasuk persetujuan dan pemantauan pekerjaan.

Bank Jatim juga mengembangkan aplikasi web untuk Key Performance Indicator (KPI), layanan Human Capital berbasis perangkat seluler, sistem presensi digital, dan platform pembelajaran daring.

BACA JUGA:   BJTM Siap Lepas Unit Syariah Oktober 2019

Integrasi layanan tersebut ditujukan untuk membuat proses kerja lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi. Dengan data yang lebih terstruktur, pengelolaan SDM diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Pemetaan talenta dan pengembangan kompetensi

Selain digitalisasi, Bank Jatim menaruh perhatian pada identifikasi dan pengembangan talenta. Perusahaan mengelola talent pool, yakni kelompok karyawan yang telah diidentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

Pemetaan talenta dilakukan melalui Human Asset Value Matrix, yang membantu perusahaan menilai kinerja saat ini sekaligus potensi karyawan pada masa mendatang. Pendekatan ini diharapkan mempercepat penyiapan kandidat untuk posisi strategis dan mengurangi risiko kekosongan jabatan penting.

Pengembangan kompetensi juga dilakukan melalui bimbingan karier, rotasi jabatan, pelatihan kepemimpinan, dan sertifikasi profesional. Program peningkatan keterampilan mencakup teknologi digital, analisis data, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, manajemen risiko, serta pemahaman ekosistem bisnis perbankan.

Di bidang pembelajaran, Bank Jatim mengembangkan Learning Management System (LMS), pembelajaran melalui rekan kerja, kegiatan berbagi pengetahuan, dan pelatihan langsung di tempat kerja. Pendekatan ini mendorong karyawan untuk terus belajar, bukan hanya ketika mengikuti pelatihan formal.

Budaya kerja dan keberlanjutan bisnis

Bank Jatim juga memaparkan program untuk memperkuat keterlibatan karyawan dan budaya kerja berkinerja tinggi. Berdasarkan presentasi, survei keterlibatan karyawan menunjukkan hasil 3.345 responden atau 76,88 persen pada 2025, dibandingkan 3.423 responden atau 76,68 persen pada 2024. Hasil tersebut dikategorikan perusahaan sebagai “Potentially Engaged”.

Upaya membangun lingkungan kerja turut dilakukan melalui kegiatan kesehatan mental, komunitas minat dan bakat, serta berbagai program internal. Bank Jatim menyebut terdapat 22 komunitas karyawan yang mencakup kegiatan olahraga, seni, dan aktivitas sosial.

Dalam aspek keberlanjutan, Divisi Human Capital mendukung penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inisiatif yang dipaparkan meliputi peningkatan kapasitas SDM, gerakan penghematan sumber daya, pelatihan keuangan berkelanjutan, remunerasi berbasis kinerja, dan kesempatan yang setara dalam rekrutmen serta promosi.

BACA JUGA:   Tahun Ini, Bank Jatim Siap Gelontorkan Dana Besar untuk KUB dan Bagi-bagi Dividen

Menyiapkan SDM untuk masa depan

Vice President Divisi Human Capital Bank Jatim, Slamet Purwanto, mengatakan pengelolaan SDM perlu selaras dengan arah bisnis perusahaan agar pengembangan kompetensi memberikan manfaat nyata bagi organisasi.

“Pengembangan Human Capital harus berjalan seiring dengan transformasi bisnis. Melalui digitalisasi layanan SDM, pemetaan talenta, dan budaya belajar berkelanjutan, kami berupaya memastikan karyawan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan Bank Jatim saat ini dan pada masa mendatang,” katanya.

Ke depan, Bank Jatim menyiapkan Human Capital Strategic Plan 2026–2030 sebagai pedoman untuk menyelaraskan strategi SDM dengan rencana korporasi dan kebutuhan transformasi bisnis. Rencana tersebut mencakup penyelarasan strategi, pemetaan kapabilitas, penetapan arah transformasi, penyusunan program, dan pengembangan pedoman strategis.

Melalui strategi tersebut, Bank Jatim berupaya membangun SDM yang adaptif terhadap perubahan teknologi, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan bisnis, dan mampu mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Tim Bank Jatim yang mengikuti penjurian terdiri atas Slamet Purwanto, Sonny Tanjung selaku Assistant Vice President Pengembangan HC, Tri Mulyadi selaku Assistant Vice President Operasional HC, Enddy Winata selaku Assistant Vice President Learning Center HC, serta Diani Putri L selaku Senior Officer HC.

TOP Human Capital Awards 2026 diselenggarakan Majalah TopBusiness dengan dukungan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap pengembangan Human Capital di Indonesia, termasuk asosiasi, konsultan, praktisi, dan akademisi perguruan tinggi. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence”.

Dewan juri terdiri atas Kusuma Prabandari dari Dwika Consulting, Prof. Wahyudin Zarkasyi dari Universitas Padjadjaran, Thendri Supriatno dari Masyarakat Investor Independen, dan Melani K. Harriman dari Melani K. Harriman & Associates.

BACA JUGA:   Yuk Intip Inisiatif CSR Unggulan Waskita Karya

Tags: Bank JatimHumanCapitalTOPHumanCapitalAwards2026
Previous Post

IHSG Anjlok 8,01 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham

Next Post

Perbaikan 1.900 Meter Alur Sungai Batang Baliang di Solok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR