Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). MNC Sekuritas memperkirakan indeks masih memiliki ruang kenaikan menuju area 5.407–5.458, meskipun tekanan jual mulai membayangi pergerakan pasar.
Dalam riset MNCS Daily Scope Wave edisi 22 Oktober 2026, MNC Sekuritas mencatat IHSG menguat 0,94% ke level 5.328. Penguatan tersebut sekaligus menandai tercapainya target kenaikan minimal yang diproyeksikan sebelumnya.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan sedang berada pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v]. Kondisi ini membuka peluang berlanjutnya penguatan, tetapi investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi dalam jangka pendek.
“IHSG diperkirakan berada pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v], dengan peluang menguat ke 5.407–5.458,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Di sisi lain, IHSG berisiko mengalami koreksi menuju area 5.117–5.166 apabila tekanan jual semakin meningkat.
MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG di 4.915 dan 4.754, sedangkan resistance berada pada 5.404 dan 5.563.
Di tengah kondisi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dapat dicermati investor, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
1. AMRT – Trading Buy
Saham AMRT menguat 0,48% ke level Rp1.050, meskipun tekanan jual mulai terlihat. Secara teknikal, pergerakan AMRT diperkirakan sedang berada pada wave [iv] dari wave C dari wave (5).
MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy pada rentang harga Rp1.015–Rp1.045, dengan target harga di Rp1.100 dan Rp1.140. Sementara itu, batas stop loss ditetapkan apabila harga turun ke bawah Rp990.
2. ADMR – Buy on Weakness
Saham ADMR mencatat penguatan 1,65% ke posisi Rp1.230, tetapi pergerakannya masih dibayangi tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan ADMR sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada kisaran Rp1.145–Rp1.215, dengan target harga Rp1.260 dan Rp1.315. Adapun batas stop loss berada di bawah Rp1.130.
3. BUMI – Buy on Weakness
Saham BUMI terkoreksi ke level Rp135, disertai tekanan jual. Berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, posisi BUMI saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada rentang Rp125–Rp132, dengan target harga Rp142 dan Rp150.
Sementara itu, investor disarankan memperhatikan batas stop loss apabila harga saham BUMI turun ke bawah Rp121.
4. RAJA – Trading Buy
Saham RAJA melemah 2,89% ke level Rp470, disertai tekanan jual. Kendati demikian, peluang penguatan masih terbuka selama saham tersebut mampu bertahan di atas level Rp426.
MNC Sekuritas memperkirakan RAJA sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v] dari wave C.
Rekomendasi trading buy diberikan pada kisaran Rp438–Rp466, dengan target harga Rp525 dan Rp555. Adapun batas stop loss ditetapkan di bawah Rp426.
Dengan proyeksi IHSG yang masih berpeluang menguat tetapi mulai menghadapi tekanan jual, investor dapat mencermati area pembelian dan target harga keempat saham tersebut sambil tetap menerapkan manajemen risiko.
