TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PHR Zona 4 Sukses Tajak Sumur BNG-D18, Potensi Produksi Capai 2.640 Barel Minyak per Hari

Albarsyah
23 October 2026 | 10:26
rubrik: BUMN
Program Pemulihan TTM WK Rokan Terus Berjalan, Sinergi PHR dan Negara Dorong Pemulihan Lingkungan dan Manfaat Ekonomi Daerah

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 kembali mencatatkan hasil positif dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional. Melalui pengeboran sumur pengembangan BNG-084 (BNG-D18) di Struktur Benuang, Field Adera, Sumatera Selatan, perusahaan berhasil mencatatkan potensi produksi minyak sebesar 2.640 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 12,27 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Keberhasilan tersebut diperoleh setelah pelaksanaan uji produksi pada 21–22 Oktober 2026 menggunakan metode dual string completion, yang memungkinkan pengujian produksi dari dua lapisan reservoir melalui rangkaian produksi berbeda dalam satu sumur.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa hasil uji produksi sumur BNG-084 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan, bahkan jauh melampaui target produksi awal yang telah ditetapkan.

Pada pengujian Short String yang dilaksanakan 21 Oktober 2026 di lapisan TAF-L1 dengan interval kedalaman 1.819–1.821 meter measured depth (mMD), sumur berhasil menghasilkan minyak sebesar 475,2 BOPD dan gas 10,641 MMSCFD.

Produksi tersebut mengalir secara alami melalui mekanisme Natural Open Flow, tanpa memerlukan bantuan pengangkatan buatan. Capaian produksi minyak ini jauh melampaui target awal sebesar 182 BOPD.

Sementara itu, hasil yang lebih signifikan diperoleh dari pengujian Long String pada 22 Oktober 2026 di lapisan TAF-N2 dengan interval kedalaman 1.880,5–1.882,5 mMD.

Dari pengujian tersebut, sumur berhasil mencatatkan produksi sementara sebesar 2.165 BOPD dan gas 1,63 MMSCFD, juga dengan mekanisme Natural Open Flow.

Hasil tersebut menunjukkan produksi minyak hampir 12 kali lipat dibandingkan target awal sebesar 182 BOPD.

“Jika kedua string dibuka dalam kondisi open flow, sumur BNG-084 berpotensi menghasilkan minyak sekitar 2.640 BOPD dan gas sebesar 12,27 MMSCFD,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada TOPBUSINESS, Jumat (23/10/2026).

BACA JUGA:   Kementerian Lingkungan Hidup, SKK Migas, dan PHR Dorong Pemulihan TTM yang Komprehensif, Berbasis Teknologi, dan Berdampak Ekonomi

Meski demikian, Djoko menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan potensi berdasarkan hasil pengujian awal, sehingga diperlukan evaluasi teknis lebih lanjut sebelum ditetapkan sebagai kapasitas produksi operasional.

Evaluasi bean performance akan dilakukan pada kedua lapisan, baik Long String maupun Short String, untuk menentukan pengaturan laju alir yang optimal dengan mempertimbangkan karakteristik reservoir, stabilitas produksi, serta keberlanjutan pengurasan cadangan migas.

Selain mencatatkan hasil uji produksi yang menjanjikan, pelaksanaan pengeboran sumur BNG-084 juga menunjukkan kinerja operasional yang efisien.

Sumur yang mulai ditajak pada 25 Agustus 2026 tersebut dibor secara berarah (directional drilling) menggunakan Rig PDSI #43.3/AB1500-E.

Pengeboran berhasil mencapai kedalaman akhir 2.556 mMD atau setara 2.522,93 meter true vertical depth (mTVD).

Pelaksanaan fase pengeboran dan uji produksi tercatat membutuhkan waktu efektif selama 47 hari, lebih cepat dibandingkan program yang ditetapkan selama 48,3 hari.

Dari sisi biaya, berdasarkan estimasi lapangan (field estimate), total pengeluaran operasi hingga tahap tersebut mencapai US$6.748.857,21 atau sekitar 84,22 persen dari anggaran Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Dengan demikian, pelaksanaan operasi masih berada di bawah pagu anggaran yang ditetapkan, sekaligus menunjukkan pengendalian biaya yang positif.

Catat 69.048 Jam Kerja Aman

Keberhasilan operasi sumur BNG-084 juga diiringi dengan pencapaian kinerja keselamatan kerja yang baik.

Sejak dimulainya kegiatan tajak, operasi pengeboran tersebut telah membukukan total 69.048 jam kerja aman (safe man-hours).

Djoko menegaskan bahwa pencapaian produksi dan efisiensi operasional harus tetap berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Komitmen terhadap operational excellence menjadi aspek penting dalam memastikan seluruh tahapan kegiatan hulu migas dapat dilaksanakan secara aman, efektif, dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:   Program DEB PHR Wujudkan Kemandirian Energi dan Ekonomi Masyarakat

Keberhasilan pengembangan sumur BNG-084 di Struktur Benuang ini menjadi sinyal positif bagi upaya optimalisasi potensi migas di wilayah kerja PHR Zona 4, khususnya Field Adera, Sumatera Selatan.

Apabila hasil evaluasi lanjutan menunjukkan kinerja produksi yang stabil dan berkelanjutan, sumur tersebut berpeluang memberikan tambahan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak dan gas bumi nasional.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kegiatan pengeboran sumur pengembangan, penerapan teknologi komplesi yang tepat, serta pengelolaan operasi yang efisien dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.

Tags: PHR
Previous Post

Bank Kanti Andalkan Pengembangan SDM untuk Perluas Bisnis

Next Post

ESDM Siapkan Aturan Turunan DMO Migas Minimal 25 Persen dalam RUU Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR