Jakarta, TopBusiness—Pasar properti ritel Jakarta kembali mencatat penguatan kinerja pada kuartal ketiga 2026. Tingkat hunian pusat perbelanjaan secara keseluruhan meningkat menjadi 86,8%, didukung oleh penyerapan positif dan ekspansi para peritel.
“Mal premium terus mencatat kinerja terbaik dibandingkan segmen lainnya, dengan tingkat hunian di atas 95%,” kata Senior Director and Head of Research-Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, di Jakarta (28/10/2029).
Peritel semakin memilih destinasi ritel berkinerja tinggi yang mampu menghadirkan customer experience yang berbeda.
“Konsumen kini semakin memandang mal sebagai destinasi dengan pengalaman unik, bukan sekadar tempat berbelanja. Perubahan ini terus menguntungkan mal premium yang memiliki kombinasi tenant yang kuat, penawaran lifestyle yang menarik, dan elemen pengalaman yang lebih lengkap,” ujar Anton.
Dampak AI
Dalam paparan riset pasar terbaru CBRE ke awak media, Anton pun menyoroti semakin besarnya dampak artificial intelligence (AI) terhadap masa depan sektor properti. “AI bukan lagi konsep masa depan. Teknologi ini sudah memengaruhi cara berbisnis, cara karyawan bekerja, dan cara pengguna ruang mengevaluasi kebutuhan ruang mereka,” jelasnya.
Meski masih terdapat kekhawatiran terkait potensi penggantian tenaga kerja, analisis CBRE menunjukkan bahwa AI lebih mungkin mengubah jenis pekerjaan yang ada dan meningkatkan efisiensi kerja, daripada secara signifikan mengurangi permintaan ruang kantor dalam jangka pendek.
Di kawasan Asia Pasifik, hanya sebagian kecil pekerjaan yang dianggap sangat rentan terhadap disrupsi AI. “Sementara sebagian besar pekerja masih memiliki kapasitas yang kuat untuk beradaptasi melalui peningkatan keterampilan (reskilling) dan mobilitas pekerjaan.”
