Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG minggu lalu ditutup turun 0.8%, disertai dengan net sell asing ~172 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, AMMN, PTBA dan TINS.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, IHSG potensi tes menembus resistance di 5100, dan jika gagal break, potensi melanjutkan koreksi ke 4700-4800 dulu.
“Dengan kondisi itu maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 4800-4950 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 5100-5250,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Trading Idea hari ini: BUMI, BBRI, UNVR, BRIS, PACK, dan DEWA
- BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 116-119, cutloss di bawah 115. Target dekat di 122-126.
- BBRI Spec Buy dengan area beli di 2760-2800, cutloss di bawah 2700. Target dekat di 2860-2910.
- UNVR Spec Buy dengan area beli di 1375-1390, cutloss di bawah 1375. Target dekat di 1420-1460.
- BRIS Spec Buy dengan area beli di 970-1005, cutloss di bawah 965. Target dekat di 1025-1065.
- PACK Buy on Weakness dengan area beli di 294-312, cutloss di bawah 294. Target dekat di 320-332.
- DEWA Buy on Weakness dengan area beli di 208-214, cutloss di bawah 208. Target dekat di 224-230.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah; Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi. Bursa saham AS (Wall Street) anjlok pada Jumat (30/10), Nasdaq mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 5 Juni 2026 menyusul hasil kuartalan yang mengecewakan dari Intel dan Amazon.
Hal tersebut memperparah kekhawatiran yang semakin berkembang terkait besarnya pengeluaran perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang AI untuk teknologi yang masih dalam tahap awal pengembangan tersebut.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,09%; S&P 500 melemah 1,82%; dan Nasdaq Composite terkoreksi 2,86%.
Aksi jual di sektor teknologi disebabkan hasil kuartalan yang mengecewakan dari Intel dan Amazon yang dirilis pada Kamis malam. Saham Intel anjlok 28,6%. Saham perusahaan chip mengalami penurunan tajam; Nvidia turun 4,2% dan AMD merosot 10,9%.
Produsen server, Dell dan HP, masing-masing turun 10,8% dan 9,6%. Pursche mengatakan, perusahaan-perusahaan yang mampu menunjukkan kinerja baik dan memenuhi ekspektasi tinggi yang telah ditetapkan, tetap mencatatkan hasil yang positif.
Perusahaan minyak raksasa Exxon Mobil dan Chevron berhasil melampaui ekspektasi laba kuartalan.
Keduanya diuntungkan oleh margin laba yang melonjak akibat gangguan pasokan energi; dampak dari konflik yang melibatkan AS-Israel dengan Iran, serta perang Rusia di Ukraina.
Saham tersebut masing-masing naik sebesar 2,2% dan 2,8%. Saham Starbucks turun 1,8% setelah perseroan memprediksi penurunan pendapatan tahunan, menyusul divestasi bisnisnya di Tiongkok.
Bursa Asia Mayoritas Turun, Investor Khawatirkan Prospek AI. Bursa saham Asia Sebagian besar pada perdagangan Jumat (30/10), tertekan cukup besar dari bursa Korea Selatan.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek industri AI setelah sejumlah raksasa teknologi AS merilis kinerja keuangan dan proyeksi bisnis yang mengecewakan.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 2,12%; dan Topix turun 0,95%. Selain itu, Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga acuan di level 1,25% pada Jumat (30/10). Namun, BOJ mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat seiring inflasi Jepang yang mulai mencapai target 2%.
Sementara, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,48%; dan Kosdaq menurun 3,83%. Sedangkan, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,18%; selain itu, pelaku pasar kini mencermati keputusan kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan pada 3 November 2026.
Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,46%; FTSE STI Singapura berkurang 0,36%; dan FTSE Malaysia KLCI bertambah 0,28%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
