Jakarta, TopBusiness – PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat produksi emas dari tambang Grasberg di Papua Tengah mencapai 219.000 ons hingga Kuartal III-2026. Capaian tersebut sejalan dengan proses pemulihan operasional tambang Grasberg Block Cave (GBC) yang berlangsung sesuai dengan rencana perusahaan.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, selain emas, produksi tembaga perusahaan hingga September 2026 tercatat sebesar 249 juta pon. Realisasi tersebut dinilai sesuai dengan target perusahaan, dengan deviasi hanya sekitar 1%.
Tony menjelaskan, hingga akhir 2026, total produksi tambang diperkirakan mencapai sekitar 67% dari kapasitas produksi normal Grasberg. Proyeksi tersebut telah memperhitungkan proses pemulihan operasional tambang pascainsiden longsoran lumpur yang terjadi pada awal September 2025.
“Pemulihan tambang berjalan sesuai dengan rencana semuanya. Produksi kita di quarter ketiga ini tembaganya 249 juta pound, sesuai dengan rencana. Ya, ada 1% deviasi. Emasnya itu 219 ribu ounces. Jadi total sudah kira-kira 67% dari kapasitas produksi normal dari forecast sampai akhir tahun. Jadi sesuai target,” ujar Tony saat ditemui di sela acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026 di JIExpo, Selasa (3/11/2026).
Dia menyebutkan, perusahaan menargetkan total produksi tembaga sepanjang 2026 berada di kisaran 800 juta hingga 820 juta pon. Sementara itu, produksi emas diproyeksikan mencapai 700.000 ons hingga akhir tahun.
Tony menegaskan, meskipun produksi tahun ini masih jauh di bawah kapasitas normal, realisasinya tetap sesuai dengan proyeksi yang telah disampaikan perusahaan kepada publik sejak awal tahun.
“Kita kan sesuai dengan forecast kita, kita produksi tahun ini akan 800 juta pound, 820 juta pound untuk tembaga dan 700 ribu ounces emas. Sesuai dengan itu. Jadi ada penurunan drastis kalau dari kapasitas normal ya penurunan drastis, tapi sesuai dengan forecast kita yang sudah kita sampaikan ke publik dari awal tahun,” jelasnya.
PTFI memperkirakan pemulihan operasional tambang Grasberg akan terus berlanjut secara bertahap. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi tambang menuju 100% pada akhir 2027, sebelum kembali mencapai kapasitas produksi penuh pada 2028.
“2027 menuju 100%. Akhir 2027 itu menuju 100%, 100%-nya 2028,” tandas Tony.
