Jakarta, BusinessNews Indonesia—Defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan terjaga di bawah 2,5% dari PDB untuk tahun 2018. sehingga masih di bawah batas yang aman yaitu tidak melebihi 3% dari PDB. Hal ini dijelaskan dalam siaran pers bersama yang dikeluarkan hari ini oleh Bank Indonesia.
Cadangan devisa lebih dari cukup untuk pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah, maupun untuk mengantisipasi kemungkinan pembalikan aliran modal asing ke luar.
Kondisi ekonomi Indonesia cukup baik. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,06% pada triwulan satu 2018. Inflasi pada April 2018 tercatat rendah, yaitu 3,41% secara tahunan, dan diperkirakan tetap rendah sesuai kisaran sasaran: 3,5% plus minus 1% pada akhir 2018.
Lebih jauh, ada dijelaskan bahwa defisit transaksi berjalan, sesuai pola musimannya, meningkat pada triwulan satu 2018 menjadi 2,1% dari PDB, tetapi masih lebih rendah dibandingkan periode triwulan 1 tahun 2013 saat Taper Tantrum terjadi sebesar 2,61% dari PDB.
