TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proyek MRT Fase II Dimulai Akhir Tahun Ini

Nurdian Akhmad
26 June 2018 | 09:54
rubrik: Business Info
Proyek MRT Fase II Dimulai Akhir Tahun Ini

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menargetkan pemancangan tiang perdana proyek fase kedua dapat dimulai pada akhir tahun ini, sedangkan konstruksi bisa dimulai pada pertengahan tahun depan.

Saat ini, perusahaan masih berkutat untuk menyelesaikan pembebasan lahan untuk trase Bundaran HI hingga Kampung Bandan tersebut.

Rencananya, jalur MRT fase kedua Bundaran HI—Kampung Bandan mencapai 8,30 kilometer dengan tujuh stasiun bawah tanah yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. Sementara itu, satu depo dibangun di atas tanah berlokasi di Kampung Bandan.

“Masih berproses pembebasan lahan. Kami harapkan semua tanah sudah selesai saat mulai konstruksi pada pertengahan tahun depan,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Jakarta, Senin (25/6/2018).

William juga mengatakan soal pendanaan untuk proyek MRT fase dua yang sudah ada kepastian dari pihak Jepang. Pihaknya akan melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman proyek moda raya terpadu fase kedua sebesar Rp25,10 triliun pada bulan depan. Mundurnya penandatanganan perjanjian pinjaman dari target awal pada Juni 2018 hanya disebabkan persoalan administrasi dan terpotong libur Lebaran.

“Agak mundur karena administrasi saja. proses penganggaran dananya sudah selesai tinggal agreement Juli nanti,” ujarnya.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta sudah mendapat persetujuan dari DPRD DKI untuk memperoleh pinjaman proyek sebesar Rp25,10 triliun sejak Agustus 2017. Setelah itu, proses penganggaran dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Nantinya, pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembangunan moda raya terpadu (MRT) Jakarta fase kedua dan Rp2,56 triliun untuk biaya variations order dan penyesuaian harga fase pertama.

Biaya tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan pembangunan pada fase pertama sebesar Rp16 triliun karena dalam pengerjaan proyek fase kedua lebih banyak konstruksi bawah tanah meskipun panjang jalur lebih pendek.

BACA JUGA:   Kartu MRT Masih Tunggu Izin BI
Tags: MRTmrt jakarta
Previous Post

Pagi Ini, Rupiah Tergerus ke Level Rp 14.155/Dolar AS

Next Post

Mei, Mayoritas Impor RI Bukan Barang Konsumsi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR