Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pasokan ruang kantor di Jakarta diprediksi masih terus bertambah sampai tahun 2022. Di situ, grup pengembang besar lokal atau juga asing, masih melihat pasar perkantoran di Jakarta terbilang potensial. Ini khususnya di kawasan CBD.
Hal tersebut dikatakan Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto. Di Jakarta. Kemarin.
Dia mengatakan bahwa untuk Jakarta, persoalan bagi pasar perkantoran adalah pasokan yang terlalu banyak. Di semester dua tahun 2018, akan banyak penyewa baru yang asalnya dari aktivitas relokasi.
“Maka, aktivitas tersebut tidak banyak berpengaruh kepada kenaikan tingkat hunian,” kata dia.
Colliers mengalkulasi bahwa tingkat hunian perkantoran di CBD Jakarta turun ke 79% di tahun 2018 ini. Dan merupakan angka terendah sejak tahun 2018.
Adapun untuk perkantoran non-CBD, ada di 81% untuk tahun 2018 atau turun 2,5%.
“Saat ini masih dalam situasi tenant market. Di sini, pengelola gedung lebih fleksibel dalam memberikan harga yang lebih rendah di pasar,” kata dia.
